Home | Tentang Kami | Kesaksian | Acara rohani | Link
 
Swara Surgawi
Video Streaming
Gratis CD Sabda
Alkitab Elektronik
Hollypower.net
E-mail Gratis
 
eXTReMe Tracker
  DERAP REMAJA


derap remaja adalah bahan pembinaan untuk remaja. disusun secara tematis.
setiap tema didasarkan satu bacaan alkitab.
dilengkapi pula dengan metode penyampaian.
telah terbit edisi 21. satu edisi per enam bulan.
para penulis derap remaja 2007 : pdt. addi soselia patriabara,
pdt. tri santoso, pdt. natan kristiyanto,  pdt. widi artanto, pdt. didik tridjatmiko,
pdt.waskito wibowo, anna marsiana, pdt. tabita kartika christiani
kontak: widi artanto, samirono baru 72 komp. lpps, yogyakarta, 55281.
telp.(0274) 514721-551592 fax. 0274) 543001
 e-mail: w_artanto@yahoo.com

Harga Rp. 20.000,-
Cara pengiriman ongkos cetak:
1. Lewat POS WESEL dengan memakai blangko yang dilampirkan
dalam surat pengantar
2. Lewat Bank ke TAHAPAN BCA cab. Sudirman Yogyakarta
No. 0371994881 a.n. Widi Artanto.
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
 

       Bagaimana menggunakan Derap Remaja?

Seni Hidup


november 2007

Cara Baptis yang Bener Kaya' Apa Sih?

Follow Me, I Have Jesus

Menyingkap yang Terselubung

Apokrif

 


november 2007minggu3
Menyingkap yang Terselubung

bacaan:wahyu 1:1-3
bahan: kain, sejumlah barang
 

                                                                        
                                                                          

SEKILAS

Dalam Alkitab, terdapat berbagai macam jenis atau gaya penulisan. Misalnya Mazmur dengan model syairnya atau kitab Raja-raja dengan model sejarahnya. Salah satu jenis sastra adalah apokaliptis, seperti yang terlihat dalam kitab Wahyu. Lewat pelajaran ini, remaja diharapkan mengerti model penulisan apokaliptis dan memahaminya secara garis besar hingga mampu mengerti kitab-kitab apokaliptis dengan lebih baik.

PENJELASAN TEKS
Kitab Wahyu dibuka dengan kalimat: inilah wahyu Yesus Kristus. Kata "wahyu" menggunakan kata Yunani apokalupsis. Dari kata itulah kemudian kita mengenal kata apokaliptis. Apa itu apokaliptis? Dalam Alkitab diterjemahkan Wahyu. Wahyu kerap kali dikonotasikan sebagai ilham. Terjemahan yang lebih tepat dalam bahasa Indonesia adalah penyataan (Inggris: revelation). Jadi, lewat pengalaman Yohanes, Yesus sendirilah yang menyatakan/mengungkapkan kepada Yohanes, bukan sekadar ilham Yohanes.
Apokaliptis adalah sebuah jenis penu¬lisan yang hendak menyingkapkan rahasia-rahasia sehubungan dengan makna sejarah atau akhir zaman [Xavier Leon-Dufour, Ensiklopedi Perjanjian Baru]. Atau, dalam kalimat yang lebih sederhana, ada sesuatu yang tertutup oleh kain, kemudian disingkapkan atau dibukakan. Dalam menyingkapkan rahasia itu, kerap digunakan bahasa simbol. Sebab, rahasia itu memang sukar dimengerti dan hanya dapat dimengerti dalam iman.
Beberapa ciri kitab apokaliptik antara lain adalah:
Pertama, mengungkapkan kenyataan sejarah dalam bahasa rahasia atau bahasa kiasan. Hal inilah yang menjadi jawaban, mengapa kitab apokaliptik biasanya muncul saat penindasan terjadi. Kitab Wahyu dituliskan dalam konteks penindasan yang dirasakan akibat pemerintahan kaisar Domitianus, yang mendudukkan dirinya sebagai tuhan. Hal itu tentu saja ditolak oleh orang Yahudi dan kristen yang berakibat pada penganiayaan. Tulisan itu bertujuan menguatkan jemaat yang teraniaya. Tentu, dengan memakai bahasa rahasia sehingga para penindas tidak mengerti. Kalau mereka mengerti, sudah pasti tulisan semacam itu juga akan diberangus. Justru karenanya, dalam kitab apokalip¬tis kita menemukan begitu banyak bahasa simbol.
Kedua, pada umumnya kitab apoka¬liptik pesimis terhadap kehidupan dan menantikan dengan amat saat akhir dari sejarah hidup (lihat ay. 3 akhir: "waktunya sudah dekat"). Hal ini wajar, mengingat dalam situasi penindasan yang mereka alami, pastilah mereka berharap adanya kelepasan. Akan tetapi, hal itu bukan berarti kitab apokaliptik adalah kitab ramalan akhir jaman. Kitab ini menjawab persoalan saat ini dan di sini. Dalam Wahyu itu ditegaskan dalam kalimat: "Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan" (2:10b).
Apa yang mau disingkapkan oleh Wahyu? Tuhan Yesus yang tidak pernah meninggalkan umatNya. Dialah penyataan itu sendiri. Sehingga Wahyu tidak menuliskan dengan: "Inilah wahyu tentang Yesus Kristus," melainkan "wahyu Yesus Kristus" (ay. 1). Yesus sendiri yang menyingkapkan kebenaran kepada Yohanes. Hal itu menandakan bahwa dalam penderitaan sekalipun Ia senantiasa menyertai.
Pernyataan ini disampaikan kepada seseorang yang bernama Yohanes (ay. 2). Ten¬tang Yohanes, terdapat banyak perdebatan. Tidak terlalu jelas, Yohanes mana yang dimaksud. Secara umum disepakati bahwa Yohanes penulis wahyu berasal dari komunitas (paguyuban) Yohanes.
Untuk mereka yang membaca, mendengar dan menuruti wahyu ini, akan berbahagia (ay. 3). Inilah yang diharapkan jemaat yang tertindas. Dan bagi Wahyu, pengharapan itu hanya ada dalam Yesus.

LANGKAH-LANGKAH PENYAMPAIAN
1. Letakkan meja di depan. Usahakan tempat itu menjadi pusat dari perhatian remaja. Di atas meja tersebut taruh satu atau beberapa benda dan tutuplah dengan kain. Biarkan itu menjadi misteri sepanjang kebaktian/persekutuan.
2. Tanyakan, apakah mereka bisa mengetahui benda apa yang ada di balik kain itu? Biarkan remaja menebak. Mungkin saja ada tebakan yang benar. Bukalah kain penutup itu, sehingga benda di atas meja dapat terlihat. Jelaskan, upaya menyingkap inilah yang disebut apokaliptis. Apokaliptis adalah jenis penulisan kitab yang berupaya menyingkapkan kebenaran.
3. Kalau demikian, mengapa kitab ini penuh dengan bahasa kiasan? Karena kebenaran itu hanya milik orang-orang yang setia. Jelaskan situasi penindasan yang tengah terjadi saat itu. Jadi, kiasan-kiasan itu tidak boleh diartikan dengan tidak benar. Misalnya jumlah yang diselamatkan 144.000 orang (Wah. 7:4). Wah, betapa sepinya sorga dan sia-sia rasanya Yesus datang berupaya menyelamatkan dunia (bdk.Yoh.3:16).
4. Yang mau disingkap oleh Wahyu adalah "hadiah" bagi setiap orang yang setia kepada Tuhan. Penderitaan akan berakhir, dan digantikan dengan kemuliaan (Wah. 2:10b). Melihat pemberitaan Wahyu, jelas sekali sangat relevan dengan kehidupan di masa kini. Ketika penderitaan melanda, ketika godaan yang menghebat, kita diminta untuk setia padaNya. Beri pengenaan kepada remaja. Misalnya godaan yang ditawarkan yang membuat mereka lupa diri. Ketika besok mau ulangan, tiba-tiba teman datang dan mengajak bermain game di persewaan. Tidak mudah menolak ajakan itu. Tetapi orang yang setia pasti akan merasakan hasil yang baik.

Ilustrasi:
Sebuah persekutuan di Jakarta, berdasarkan kitab Wahyu menghitung dan menemukan sebuah tanggal bagi kedatangan kembali Yesus. Dengan penuh antusias mereka menyambut tanggal itu. Di hari H, mereka berdoa dan berpuasa, genting dan atap rumah dibobol (mungkin takut kepala Yesus kejedut). Sepanjang pagi sampai malam mereka bernyanyi-nyanyi. Tepat jam 12 malam, datanglah.... polisi dan satpam.
Catatan: Seringkali ajaran seperti ini menggunakan kitab Wahyu sebagai dasarnya. Mereka menafsirkan simbol-simbol itu dan menghitung waktu kedatangan Yesus yang kedua. Padahal Wahyu penuh dengan simbol karena ia kitab apokaliptis.

KEGIATAN
Menciptakan bahasa rahasia

Bagilah remaja dalam dua kelompok. Carilah ayat Alkitab yang sudah dihafal hampir semua anak, berikan ayat itu pada tiap kelompok. Kelompok yang lain tidak boleh mengetahui. Lalu minta mereka membuat bahasa sandi yang dimengerti oleh semua anggota kelompok untuk ayat itu. Tuliskan sandi itu di papan tulis atau kertas. Mintalah kelompok lain menebaknya.
                                                                                                                         
                                

Juli0107

Juli0207

Juli0307

Juli0407

Juli0507

Agustus0107

Agustus0207

Agustus0307

Agustus 0407

September 0107

September 0207

September 0307

September 0407

 September 0507

Oktober 0107

Oktober 0207

Oktober 0307

Oktober 0407

November 0107

November 0207

  Sahabat Surgawi, Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 2002-2007,
Tim Sahabat Surgawi