|
derap remaja
adalah bahan pembinaan untuk remaja. disusun secara tematis.
setiap tema didasarkan satu bacaan alkitab.
dilengkapi pula dengan metode penyampaian.
telah terbit edisi 21. satu edisi per enam bulan.
para penulis derap remaja 2007 : pdt. addi
soselia patriabara,
pdt. tri santoso, pdt. natan kristiyanto, pdt. widi
artanto, pdt. didik tridjatmiko,
pdt.waskito wibowo, anna marsiana, pdt. tabita kartika
christiani
kontak: widi artanto, samirono baru 72 komp. lpps, yogyakarta,
55281.
telp.(0274) 514721-551592 fax. 0274) 543001
e-mail: w_artanto@yahoo.com
Harga Rp. 20.000,-
Cara pengiriman ongkos cetak:
1. Lewat POS WESEL dengan memakai blangko yang dilampirkan
dalam surat pengantar
2. Lewat Bank ke TAHAPAN BCA cab. Sudirman Yogyakarta
No. 0371994881 a.n. Widi Artanto.
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
|
|

SEKILAS
Pemahaman tentang baptisan tidaklah sama pada semua gereja.
Setidaknya itu terlihat pada praktik baptisan. Ada yang
dengan cara dipercik, seperti gereja protestan, termasuk GKI.
Ada juga yang diselam, seperti gereja-gereja Kharismatik
pada umumnya. Pelajaran ini dirancang bukan untuk
membenarkan yang satu dan menyalahkan yang lain. Melainkan
mengajak remaja memiliki pemahaman bahwa dalam baptisan yang
penting bukanlah caranya (dipercik atau diselam), melainkan
apa yang ditandakannya.
PENJELASAN TEKS
Persoalan cara baptis seringkali diper-tanyakan remaja.
Biasanya, cara baptis Yesus yang dijadikan rujukan. Benarkah
Yesus dibaptis dengan cara diselamkan? Teks Markus ini
acapkali dijadikan dasar.
Benarkah menurut Markus 1:9-11 Yesus dibaptiskan dengan cara
diselamkan? Tidak disebutkan dengan jelas. Kata yang sering
dipersoalkan adalah "keluar dari air." Dari makna ini orang
kemudian menyimpulkan Yesus diselamkan. Apakah "keluar dari
air" selalu bermakna diselamkan? Tidak juga! Kalau kebetulan
rumah kita kemarin kebanjiran setinggi lutut dan adik kita
bermain air, apa yang kita katakan? Jangan main air, atau
keluar dari air kotor! Sekalipun belum tentu ia menyelam.
Begitu bukan?
Selain itu, jika diperhatikan dengan cermat, kata yang
diterjemahkan air (hudatos) bisa juga diterjemahkan sebagai
sungai (lihat terjemahan Bahasa Indonesia Sehari-hari Markus
1:10: "Begitu Yesus keluar dari sungai itu"). Keluar dari
sungai, tidak menjamin seseorang menyelam dalam air. Bahkan
konon, menurut informasi, sungai Yordan tidaklah dalam. Bisa
dibayangkan betapa sulitnya menyelam di sungai yang dangkal.
Lalu, apakah baptis berarti diselamkan? Ternyata tidak juga.
Baptisan berasal dari kata Yunani baptizo, yang berasal dari
kata bapto. Arti dasarnya mewarnai. Kata ini, dengan segala
bentukannya, punya arti yang banyak. Antara lain: mewarnai,
menyelamkan, mencelupkan, menyiram, memercik, membersihkan,
memurnikan, mencuci, menyatukan, menerima.
Banyak 'kan artinya. Ternyata, dalam Alkitab, arti kata
baptis yang paling banyak digunakan adalah membersihkan.
Contohnya Markus 7:4 "dan kalau pulang dari pasar mereka
juga tidak makan kalau tidak lebih dahulu membersihkan
dirinya". Banyak warisan lain lagi yang mereka pegang,
umpamanya hal mencuci cawan, kendi dan perkakas-perkakas
tembaga.
Kata "membersihkan dirinya" dalam bahasa Yunani memakai kata
baptisontai. Apakah itu berarti bahwa setiap kali pulang
dari bepergian mereka langsung menyelamkan diri ke sungai
atau kolam? Rasanya sih tidak. Kemudian kata "mencuci" pada
ayat yang sama memakai kata baptismous.
Dengan demikian, kata baptis sendiri, harus dimengerti dalam
makna simbolis daripada harafiah. Apa artinya simbolisnya?
Arti simbolisnya adalah persekutuan orang-orang beriman
dengan Yesus yang mati dan bangkit (Roma 6:4). Air digunakan
sebagai lambang pembasuhan atau pembersihan. Yesus sendiri
tidak pernah menyebut teknik pembaptisan. Bahkan Yesus pun
tidak menyebut soal air (lihat Mat. 28:19). Dengan demikian,
cara baptis (termasuk jumlah air), tidaklah hal utama bagi
Yesus. Yang penting fomulasi kalimat "dalam nama Bapa, Anak,
dan Roh Kudus," sebagaimana yang diperintahkan Yesus sendiri.
Apalagi, kemudian, Injil menyebar ke daerah yang beriklim
dingin seperti Eropa. Tidaklah mungkin membaptiskan orang di
musim dingin pada waktu itu. Sebab peralatan pemanas amat
sederhana, atau bahkan belum ditemukan. Sehingga gereja
kemudian memakai cara percik sebagai metode pembaptisan. Ada
beberapa peristiwa baptisan dalam Alkitab yang menarik untuk
diperhatikan sebagai wacana kita, yang bisa membuat kita
menduga bahwa baptisan juga dilakukan dalam cara percik.
Pembaptisan Yesus
Yesus dibaptiskan di sungai Yordan. Kemungkinan besar dengan
cara membenamkan seluruh tubuhNya ke dalam air. Ada
alasannya, sehingga Yesus dibaptis di sungai Yordan. Jika
kita perhatikan, air sungai Yordan mengalir dari danau
Galilea (sama artinya dengan danau Genesaret atau danau
Tiberias) menuju laut Mati.
Dalam cerita Alkitab, danau Galilea dan juga pantainya
adalah tempat di mana mujizat kerap kali terjadi (lihat Luk.
5:1-11; Yoh. 6:1 dst; Yoh. 21:1 dst; dan juga Mrk. 8:22-25
yang sangat besar kemungkinannya terjadi di danau Galilea,
lihat Mrk. 8:26).
Sedangkan laut Mati, seperti tersirat dari namanya, ada
tempat di mana air berhenti dan tidak dialirkan ke mana-mana.
Secara simbolis, laut Mati kerap dianggap sebagai tempat
berkuasanya roh-roh jahat. Di laut itu memang tidak ada
kehidupan. Tradisi menyatakan, kemungkinan setelah Yesus
dibaptis di sungai Yordan, oleh Roh Ia dibawa ke padang
gurun sekitar laut Mati (bdk. Luk. 4:1).
Gambaran simbolis di atas, membawa kita pada sebuah
kesimpulan. Orang yang dibaptis di sungai Yordan, dosanya
dibersihkan oleh air danau Galilea dan mengalirkan dosa
orang itu ke laut Mati.
Kekayaan simbolis ini, hanyalah bisa terjadi di tanah
Israel. Karena tidak ada tempat lain yang punya keunikan air
seperti itu. Ini bukan berarti bahwa baptisan harus
dilakukan di Sungai Yordan. Kalau begitu, hanya orang kaya
saja dong yang baptis. Ingatlah, dalam praktik baptis,
yang penting bukanlah air, tetapi makna di balik itu. Yaitu
penyucian dari dosa oleh kasih Yesus Kristus.
Praktik baptis para murid
Dalam Yohanes 3:22-23 dituturkan cerita praktik baptisan
yang dilakukan oleh Yohanes Pembaptis dan murid-murid Yesus
(Yoh. 4:2 mengatakan bahwa Yesus tidak membaptiskan orang).
|
Yohanes membaptiskan di Ainon yang banyak airnya,
sedangkan para murid membaptis di tanah Yudea tanpa
keterangan apakah di sana banyak air atau tidak.
Pada peta, terlihat bahwa Ainon memang dekat dengan
sungai Yordan, sehingga mungkin Yohanes membaptis di
sana. Sedangkan tanah Yudea adalah dataran yang
tidak dilalui sungai. Lalu dengan cara apakah para
murid Yesus membaptiskan? Apakah diselamkan dalam
sumur? Rasanya tidak mungkin. Sebab sumur pada waktu
itu pasti dalam (lihat Yoh. 4:11). Apakah ada oasis
atau kolam renang di sana? Entahlah, mungkin saja.
Kemungkinan lain yang dapat dipikirkan adalah, para
murid bisa saja membaptis dengan air yang sedikit.
Atau membaptis dengan cara dipercik! |
 |
LANGKAH-LANGKAH PENYAMPAIAN
1. Tunjukkan gambar orang yang dibaptis. Jelaskan bahwa
baptis adalah tindakan yang diperintahkan Yesus sendiri (Matius
28:16-20). Namun, Yesus sendiri tidak pernah menyebutkan
soal cara. Lalu bagaimana waktu Yesus dibaptiskan dahulu?
Apakah dengan cara diselamkan juga? Jelaskan bahwa kita
tidak tahu dengan persis. Tetapi kita tidak bisa
menyimpulkan hanya dari kata "baptis" dan "keluar dari air."
Ajak remaja membaca Markus 1:9-11 (jelaskan dengan melihat
Penjelasan Teks).
2. Tekankan bahwa di balik arti kata baptis terdapat simbol,
yaitu pembasuhan dosa. Berikan contoh yang sederhana.
Misalnya di Jakarta simbol kematian ditandai dengan bendera
berwarna kuning. Di Jawa Tengah bendera berwarna putih. Di
Sumatera Utara berwarna merah. Tidak mungkin kita memaksakan
simbol kita kepada orang lain. Ingatlah, bahwa yang
diperintahkan Yesus bukan pada air dan tata cara tetapi pada
fomulasinya (dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus).
3. Yesus dibaptiskan di sungai Yordan (tunjukkan gambar peta
yang terlampir). Sebenarnya hal itu menyiratkan adanya
simbol yang sangat kaya (lihat Penjelasan Teks).
4. Tekankan pada remaja, sekali lagi, bahwa praktik baptisan
hanyalah simbol. Yang penting adalah Yesus, bukan airnya.
Apakah air bisa membersihkan dosa? Membersihkan ketombe saja
tidak bisa, apalagi dosa!
KEGIATAN
Ajak remaja mendiskusikan kasus berikut ini. Di suatu tempat,
tengah terjadi kekeringan. Air hampir dikatakan tidak ada.
Sejurnlah orang ingin sekali dibaptis. Jika Anda menjadi
pelayan di sana, apakah yang akan Anda lakukan? Dengan cara
apa Anda akan membaptiskan orang? Pembimbing perlu
menekankan bahwa yang penting adalah maknanya bukan pada
simbol baptisnya.
|
 |
|