Home | Tentang Kami | Kesaksian | Acara rohani | Link
 
Swara Surgawi
Video Streaming
Gratis CD Sabda
Alkitab Elektronik
Hollypower.net
E-mail Gratis
E-card
Kartu Ucapan Kristiani
 
eXTReMe Tracker
  DERAP REMAJA


derap remaja adalah bahan pembinaan untuk remaja. disusun secara tematis.
setiap tema didasarkan satu bacaan alkitab.
dilengkapi pula dengan metode penyampaian.
telah terbit edisi 21. satu edisi per enam bulan.
para penulis derap remaja 2007 : pdt. addi soselia patriabara,
pdt. tri santoso, pdt. natan kristiyanto,  pdt. widi artanto, pdt. didik tridjatmiko,
pdt.waskito wibowo, anna marsiana, pdt. tabita kartika christiani
kontak: widi artanto, samirono baru 72 komp. lpps, yogyakarta, 55281.
telp.(0274) 514721-551592 fax. 0274) 543001
 e-mail: w_artanto@yahoo.com

Harga Rp. 20.000,-
Cara pengiriman ongkos cetak:
1. Lewat POS WESEL dengan memakai blangko yang dilampirkan
dalam surat pengantar
2. Lewat Bank ke TAHAPAN BCA cab. Sudirman Yogyakarta
No. 0371994881 a.n. Widi Artanto.
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
 

       Bagaimana menggunakan Derap Remaja?

Seni Hidup


november 2007

Cara Baptis yang Bener Kaya' Apa Sih?

Follow Me, I Have Jesus

Menyingkap yang Terselubung

Apokrif

 


november 2007minggu1
Cara Baptis yang bener Kaya' Apa, Sih?

bacaan: markus 1:9-11
bahan: gambar orang  dibaptis, gambar peta  alkitab
 

                                                                        
                                              
SEKILAS
Pemahaman tentang baptisan tidaklah sama pada semua gereja. Setidaknya itu terlihat pada praktik baptisan. Ada yang dengan cara dipercik, seperti gereja protestan, termasuk GKI. Ada juga yang diselam, seperti gereja-gereja Kharismatik pada umumnya. Pelajaran ini dirancang bukan untuk membenarkan yang satu dan menyalahkan yang lain. Melainkan mengajak remaja memiliki pemahaman bahwa dalam baptisan yang penting bukanlah caranya (dipercik atau diselam), melainkan apa yang ditandakannya.

PENJELASAN TEKS
Persoalan cara baptis seringkali diper-tanyakan remaja. Biasanya, cara baptis Yesus yang dijadikan rujukan. Benarkah Yesus dibaptis dengan cara diselamkan? Teks Markus ini acapkali dijadikan dasar.
Benarkah menurut Markus 1:9-11 Yesus dibaptiskan dengan cara diselamkan? Tidak disebutkan dengan jelas. Kata yang sering dipersoalkan adalah "keluar dari air." Dari makna ini orang kemudian menyimpulkan Yesus diselamkan. Apakah "keluar dari air" selalu bermakna diselamkan? Tidak juga! Kalau kebetulan rumah kita kemarin kebanjiran setinggi lutut dan adik kita bermain air, apa yang kita katakan? Jangan main air, atau keluar dari air kotor! Sekalipun belum tentu ia menyelam. Begitu bukan?
Selain itu, jika diperhatikan dengan cermat, kata yang diterjemahkan air (hudatos) bisa juga diterjemahkan sebagai sungai (lihat terjemahan Bahasa Indonesia Sehari-hari Markus 1:10: "Begitu Yesus keluar dari sungai itu"). Keluar dari sungai, tidak menjamin seseorang menyelam dalam air. Bahkan konon, menurut informasi, sungai Yordan tidaklah dalam. Bisa dibayangkan betapa sulitnya menyelam di sungai yang dangkal.
Lalu, apakah baptis berarti diselamkan? Ternyata tidak juga. Baptisan berasal dari kata Yunani baptizo, yang berasal dari kata bapto. Arti dasarnya mewarnai. Kata ini, dengan segala bentukannya, punya arti yang banyak. Antara lain: mewarnai, menyelamkan, mencelupkan, menyiram, memercik, membersihkan, memurnikan, mencuci, menyatukan, menerima.
Banyak 'kan artinya. Ternyata, dalam Alkitab, arti kata baptis yang paling banyak digunakan adalah membersihkan. Contohnya Markus 7:4 "dan kalau pulang dari pasar mereka juga tidak makan kalau tidak lebih dahulu membersihkan dirinya". Banyak warisan lain lagi yang mereka pegang, umpamanya hal mencuci cawan, kendi dan perkakas-perkakas tembaga.
Kata "membersihkan dirinya" dalam bahasa Yunani memakai kata baptisontai. Apakah itu berarti bahwa setiap kali pulang dari bepergian mereka langsung menyelamkan diri ke sungai atau kolam? Rasanya sih tidak. Kemudian kata "mencuci" pada ayat yang sama memakai kata baptismous.
Dengan demikian, kata baptis sendiri, harus dimengerti dalam makna simbolis daripada harafiah. Apa artinya simbolisnya? Arti simbolisnya adalah persekutuan orang-orang beriman dengan Yesus yang mati dan bangkit (Roma 6:4). Air digunakan sebagai lambang pembasuhan atau pembersihan. Yesus sendiri tidak pernah menyebut teknik pembaptisan. Bahkan Yesus pun tidak menyebut soal air (lihat Mat. 28:19). Dengan demikian, cara baptis (termasuk jumlah air), tidaklah hal utama bagi Yesus. Yang penting fomulasi kalimat "dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus," sebagaimana yang diperintahkan Yesus sendiri.
Apalagi, kemudian, Injil menyebar ke daerah yang beriklim dingin seperti Eropa. Tidaklah mungkin membaptiskan orang di musim dingin pada waktu itu. Sebab peralatan pemanas amat sederhana, atau bahkan belum ditemukan. Sehingga gereja kemudian memakai cara percik sebagai metode pembaptisan. Ada beberapa peristiwa baptisan dalam Alkitab yang menarik untuk diperhatikan sebagai wacana kita, yang bisa membuat kita menduga bahwa baptisan juga dilakukan dalam cara percik.

Pembaptisan Yesus
Yesus dibaptiskan di sungai Yordan. Kemungkinan besar dengan cara membenamkan seluruh tubuhNya ke dalam air. Ada alasannya, sehingga Yesus dibaptis di sungai Yordan. Jika kita perhatikan, air sungai Yordan mengalir dari danau Galilea (sama artinya dengan danau Genesaret atau danau Tiberias) menuju laut Mati.
Dalam cerita Alkitab, danau Galilea dan juga pantainya adalah tempat di mana mujizat kerap kali terjadi (lihat Luk. 5:1-11; Yoh. 6:1 dst; Yoh. 21:1 dst; dan juga Mrk. 8:22-25 yang sangat besar kemungkinannya terjadi di danau Galilea, lihat Mrk. 8:26).
Sedangkan laut Mati, seperti tersirat dari namanya, ada tempat di mana air berhenti dan tidak dialirkan ke mana-mana. Secara simbolis, laut Mati kerap dianggap sebagai tempat berkuasanya roh-roh jahat. Di laut itu memang tidak ada kehidupan. Tradisi menyatakan, kemungkinan setelah Yesus dibaptis di sungai Yordan, oleh Roh Ia dibawa ke padang gurun sekitar laut Mati (bdk. Luk. 4:1).
Gambaran simbolis di atas, membawa kita pada sebuah kesimpulan. Orang yang dibaptis di sungai Yordan, dosanya dibersihkan oleh air danau Galilea dan mengalirkan dosa orang itu ke laut Mati.
Kekayaan simbolis ini, hanyalah bisa terjadi di tanah Israel. Karena tidak ada tempat lain yang punya keunikan air seperti itu. Ini bukan berarti bahwa baptisan harus dilakukan di Sungai Yordan. Kalau begitu, hanya orang kaya saja dong yang baptis. Ingatlah, dalam praktik baptis, yang penting bukanlah air, tetapi makna di balik itu. Yaitu penyucian dari dosa oleh kasih Yesus Kristus.

Praktik baptis para murid
Dalam Yohanes 3:22-23 dituturkan cerita praktik baptisan yang dilakukan oleh Yohanes Pembaptis dan murid-murid Yesus (Yoh. 4:2 mengatakan bahwa Yesus tidak membaptiskan orang).

Yohanes membaptiskan di Ainon yang banyak airnya, sedangkan para murid membaptis di tanah Yudea tanpa keterangan apakah di sana banyak air atau tidak.
Pada peta, terlihat bahwa Ainon memang dekat dengan sungai Yordan, sehingga mungkin Yohanes membaptis di sana. Sedangkan tanah Yudea adalah dataran yang tidak dilalui sungai. Lalu dengan cara apakah para murid Yesus membaptiskan? Apakah diselamkan dalam sumur? Rasanya tidak mungkin. Sebab sumur pada waktu itu pasti dalam (lihat Yoh. 4:11). Apakah ada oasis atau kolam renang di sana? Entahlah, mungkin saja. Kemungkinan lain yang dapat dipikirkan adalah, para murid bisa saja membaptis dengan air yang sedikit. Atau membaptis dengan cara dipercik!

LANGKAH-LANGKAH PENYAMPAIAN
1. Tunjukkan gambar orang yang dibaptis. Jelaskan bahwa baptis adalah tindakan yang diperintahkan Yesus sendiri (Matius 28:16-20). Namun, Yesus sendiri tidak pernah menyebutkan soal cara. Lalu bagaimana waktu Yesus dibaptiskan dahulu? Apakah dengan cara diselamkan juga? Jelaskan bahwa kita tidak tahu dengan persis. Tetapi kita tidak bisa menyimpulkan hanya dari kata "baptis" dan "keluar dari air." Ajak remaja membaca Markus 1:9-11 (jelaskan dengan melihat Penjelasan Teks).
2. Tekankan bahwa di balik arti kata baptis terdapat simbol, yaitu pembasuhan dosa. Berikan contoh yang sederhana. Misalnya di Jakarta simbol kematian ditandai dengan bendera berwarna kuning. Di Jawa Tengah bendera berwarna putih. Di Sumatera Utara berwarna merah. Tidak mungkin kita memaksakan simbol kita kepada orang lain. Ingatlah, bahwa yang diperintahkan Yesus bukan pada air dan tata cara tetapi pada fomulasinya (dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus).
3. Yesus dibaptiskan di sungai Yordan (tunjukkan gambar peta yang terlampir). Sebenarnya hal itu menyiratkan adanya simbol yang sangat kaya (lihat Penjelasan Teks).
4. Tekankan pada remaja, sekali lagi, bahwa praktik baptisan hanyalah simbol. Yang penting adalah Yesus, bukan airnya. Apakah air bisa membersihkan dosa? Membersihkan ketombe saja tidak bisa, apalagi dosa!

KEGIATAN
Ajak remaja mendiskusikan kasus berikut ini. Di suatu tempat, tengah terjadi kekeringan. Air hampir dikatakan tidak ada. Sejurnlah orang ingin sekali dibaptis. Jika Anda menjadi pelayan di sana, apakah yang akan Anda lakukan? Dengan cara apa Anda akan membaptiskan orang? Pembimbing perlu menekankan bahwa yang penting adalah maknanya bukan pada simbol baptisnya.

                                                                                                     

Juli0107

Juli0207

Juli0307

Juli0407

Juli0507

Agustus0107

Agustus0207

Agustus0307

Agustus 0407

September 0107

September 0207

September 0307

September 0407

 September 0507

Oktober 0107

Oktober 0207

Oktober 0307

Oktober 0407

   
  Sahabat Surgawi, Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 2002-2007,
Tim Sahabat Surgawi