Home | Tentang Kami | Kesaksian | Acara rohani | Link
 
Swara Surgawi
Video Streaming
Gratis CD Sabda
Alkitab Elektronik
Hollypower.net
E-mail Gratis
E-card
Kartu Ucapan Kristiani
 
eXTReMe Tracker
  DERAP REMAJA


derap remaja adalah bahan pembinaan untuk remaja. disusun secara tematis.
setiap tema didasarkan satu bacaan alkitab.
dilengkapi pula dengan metode penyampaian.
telah terbit edisi 21. satu edisi per enam bulan.
para penulis derap remaja 2007 : pdt. addi soselia patriabara,
pdt. tri santoso, pdt. natan kristiyanto,  pdt. widi artanto, pdt. didik tridjatmiko,
pdt.waskito wibowo, anna marsiana, pdt. tabita kartika christiani
kontak: widi artanto, samirono baru 72 komp. lpps, yogyakarta, 55281.
telp.(0274) 514721-551592 fax. 0274) 543001
 e-mail: w_artanto@yahoo.com

Harga Rp. 20.000,-
Cara pengiriman ongkos cetak:
1. Lewat POS WESEL dengan memakai blangko yang dilampirkan
dalam surat pengantar
2. Lewat Bank ke TAHAPAN BCA cab. Sudirman Yogyakarta
No. 0371994881 a.n. Widi Artanto.
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
 

       Bagaimana menggunakan Derap Remaja?

Seni Hidup


juli 2007

Mengisi Waktu Luang

Memasuki Lingkungan Baru

Retret

Rekreasi

Sekolah yang Menghidupkan

 


juli2007minggu4

Rekreasi
bacaan: amsal 11:17
bahan: tikar atau koran untuk : alas relaksasi, balon, tali rafia, sarung atau daster, peluit
 

                                 
                                 
                                          

SEKILAS
Semua orang tentu pernah merasa jenuh jika terus menerus melakukan sesuatu yang rutin. Kejenuhan membuat kita tidak produktif; kreativitas menjadi tumpul dan emosi-emosi negatif bermunculan. Jika sudah demikian kondisinya, maka kita tidak dapat melakukan tanggung jawab hidup dengan baik. Salah satu jalan keluar dari persoalan di atas adalah dengan berekreasi. Pada pelajaran ini remaja diajak memahami bahwa tujuan rekreasi bukan sekedar kegiatan bersantai dan hura-hura, melainkan memulihkan diri sebagai ciptaan yang lebih fungsional sesuai design penciptanya.

PENJELASAN TEKS
Orang yang murah hati (khe'sed) berbuat baik kepada diri sendiri (nephesh), tetapi orang yang kejam menyiksa badannya sendiri(aw'kar sha'er). (Amsal 11:17)

Orang yang Beriman Adalah Orang yang Merawat Hidupnya
Orang Yahudi memahami hidup seba¬gai anugerah Tuhan. Tuhan adalah pemilik kehidupan. Urusan nyawa dan darah adalah hak Tuhan. Manusia tidak boleh membunuh sesamanya atau membunuh dirinya sendiri. Tugas manusia adalah merawat nyawa sendiri dan nyawa sesamanya. Manusia harus merawat hidupnya agar tetap berkualitas. Itu sebabnya Amsal 11:17 menyebut orang yang merawat hidupnya sebagai orang yang murah hati. Kata khe'sed dalam bahasa Ibrani, yang oleh TB LAI diterjemahkan "murah hati", bisa juga bisa diterjemahkan dengan kata penuh kasih setia atau penuh iman. Jadi merawat diri sendiri agar tetap berkualitas merupakan tindakan iman. Orang beriman adalah orang yang tidak membiarkan hidupnya menjadi rusak. Jika kualitas hidupnya mulai menurun maka ia harus bersegera memperbaikinya kembali, agar dapat berfungsi sesuai dengan tujuan Tuhan. Jika kejenuhan atau stres menggerogoti hidup, kreativitas anjlok dan kemampuan menanggungjawabi hidup tidak lagi memadai, maka ia harus melakukan upaya re-creation; artinya: mencipta ulang. Memulihkan diri kembali sebagai sebagai ciptaan baru. Inilah makna rekreasi. Apa yang perlu di re-kreasi?

Bukan Sekedar Badan, Melainkan Seluruh Hidup
Kata Ibrani nephesh yang oleh TB LAI diterjemahkan dengan badannya sendiri, diterjemahkan oleh KJV his own soul. Agaknya terjemahan KJV lebih tepat. Nephesh berarti nafas, jiwa, atau hidup. Jadi Amsal 11:17 tidak hanya berbicara tentang melakukan kebaikan terhadap badan/tubuh saja, melainkan terhadap totalitas hidup. Menjaga jiwa dan raga agar tetap segar dan prima. Inilah hakikat rekreasi. Dengan kualitas hidup seperti itu, maka manusia dapat menjalankan fungsinya secara bertanggung jawab kepada Tuhan, Sang Pemberi Hidup.

Orang Kejam Merusak Diri Sendiri
Penulis Amsal menyebut orang yang tidak menyayangi diri sendiri sebagai orang yang kejam (Ibr. akzariy). Kata ini bisa juga diterjemahkan sebagai orang lalim. Lalim artinya bengis, tidak adil, dan tidak punya belas kasihan. Orang lalim menyiksa badannya sendiri. Istilah menyiksa badannya sendiri diterjemahkan LAI dari aw'kar sha'er. Selain dapat diterjemahkan sebagai badan, kata sha'er bisa juga diterjemahkan dengan darah. Dalam pemahaman orang Yahudi, darah adalah hak Tuhan. Maka frase menyiksa badan sendiri, juga mengandung pengertian meng-aniaya sesuatu yang menjadi milik Tuhan. Itu berarti bertindak melawan Sang Pemilik Hidup dengan cara merusak seluruh hidup.

LANGKAH-LANGKAH PENYAMPAIAN
1. Di awal khotbah/renungan, tanyakanlah kepada Remaja:
a. Apa yang terlintas dalam pikiran dan perasaan mereka ketika mendengar kata rekreasi. (besar kemungkinan mereka akan mendefinisikan sebagai aktivitas bersantai, berpergian, bertamasya dan bernikmat-nikmat diri).
b. Minta mereka menceritakan apa hasil yang mereka peroleh dan rasakan setelah berekreasi seperti dimaksud dalam point a. (senang, lelah, duit habis, atau )
2. Mintalah remaja menerjemahkan arti kata REKREASI atau RE-CREATION. Diskusikan: apa maknanya dan untuk apa aktivitas itu perlu di lakukan. Jelaskan bahwa re-creation berarti mencipta ulang, atau suatu proses memulihkan diri agar kita dapat hidup secara bertanggung jawab kepada Tuhan. Kita diciptakan Tuhan untuk memenuhi suatu fungsi tertentu. Jadi rekreasi adalah suatu aktivitas yang bertujuan agar ciptaan dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Relaks, santai, dan bernikmat-nikmat diri bukan sebagai tujuan akhir, melainkan melayani suatu tujuan yang lebih mulia, yakni: memulihkan diri sebagai ciptaan yang lebih fungsional sesuai design penciptanya. Tentang kecenderungan menjadikan kenikmatan sebagai tujuan akhir, Epikurus pernah mengingatkan: "Kenikmatan yang sejati, tidak hanya mengajak kita bertanya: apakah kita menikmatinya pada waktu itu? Tetapi juga: apakah akibat dari semua itu? Kenikmatan yang hanya kita nikmati pada waktu ia berlangsung, tetapi membawa bencana dan petaka pada akhirnya, itu bukan kenikmatan. Itu perangkap setan!"
4. Dengan memanfaatkan penjelasan teks di atas, jelaskan bahwa salah satu ciri orang beriman adalah murah hati terhadap diri sendiri (bukan memanjakan diri Iho!). Kita mesti menjaga dan merawat hidup agar memiliki kualitas yang baik. Jika hidup kita digerogoti kejenuhan atau stres, hingga kulitasnya makin melorot, maka berekreasilah. Tuhan tidak menginginkan kita terus-menerus memaksa diri habis-habisan, hingga kualitas hidup malah merosot. Segera segarkan kembali diri kita hingga menjadi "ciptaan baru". Menyegarkan hidup tidak harus mahal. Banyak cara bisa dilakukan. Seperti olah raga, bermain, relaksasi melihat alam, atau melakukan sesuatu yang positif namun tidak biasa kita lakukan (diferensiasi). Apa yang perlu disegarkan? Bukan saja soal fisik tetapi mesti menyentuh seluruh hidup. Pada bagian ini tekankanlah bahwa tujuan bermurah hati kepada diri sendiri adalah agar hidup kita menjadi hidup yang memiliki kualitas yang baik. Hidup yang baik adalah hidup yang berguna bagi Tuhan, sesama, diri sendiri dan seluruh ciptaan.

5. Ceritakan kisah tentang "Tali Busur Mesti Lentur" (terlampir). Tekankan bahwa agar berfungsi dengan baik maka tali busur tidak harus selalu direntangkan. Jika selalu direntangkan maka ia justru akan kehilangan kelenturan dan fungsinya.
6. Akhiri dengan Kegiatan (pilih salah satu).

KEGIATAN
RELAKSASI

Tujuan dari kegiatan ini adalah melatih
remaja agar bisa melakukan relaksasi.
Ajak remaja melakukan relaksasi bersama- sama (bisa juga dibagi dalam beberapa kelompok kecil)
- Ambillah posisi duduk yang santai.
- Tarik nafas panjang dan hembus kembali perlahan-lahan melalui hidung. Ulangi sampai 10 kali atau lebih.
- Rebahlah dan pejamkan mata.
- Kemudian pembimbing mengucapkan dengan lambat dan teratur: Sekarang kencangkan semua otot pada tubuhmu; bengkokkan jari-jari kakimu, tekan gigimu, kepalkan tangan dan tahan dalam beberapa detik; lemaskan, bayangkan semua otot mengendor; mulailah dari jari kaki sampai ujung kepala, hingga tubuh merasa relaks; buka matamu.
- Setelah itu tanyakan apa yang dirasakan remaja: Apakah kamu merasa relaks?

SEPAKBOLA BALON
1. Pembimbing memberi informasi kepada remaja bahwa mereka akan berekreasi dengan bermain sepak bola balon.
2. Para remaja diminta membagi diri dalam dua regu. Seluruh anggota regu satu diberi pita merah dan anggota regu dua diberi pita biru, untuk kenakan pada lengan.
3. Kepada seluruh peserta diberikan masing-masing 1 balon untuk ditiup dan kemudian diikat dengan tali rafia pada pergelangan kakikiri.
4. Agar lebih seru, bagikan juga sarung atau daster kepada peserta untuk dikenakan selama bermain.
5. Setiap anggota regu bertugas menginjak balon lawan hingga meletus. Regu yang lebih banyak meletuskan balon lawan dan mempertahankan balonnya sendiri agar tidak meletus adalah pemenangnya.
6. Tiuplah peluit panjang sebagai aba-aba, awal dan akhir pertandingan.
                                     

TALI BUSUR MESTI LENTUR

Ini hanyalah sebuah dongeng. Seorang sahabat raja mampir ke istana. Ia mengenakan pakaian berburu karena selepas dari istana sang raja ia akan terus berburu ke hutan

Namun sesampai di istana sang raja, ia terkejut setengah mati. Mengapa? ia melihat sang raja bercelana pendek, sedang bermain-main dengan seekor burung, mengajaknya bicara dan bernyanyi. Sang raja tampak seperti anak kecil dan sangat tidak berwibawa.

Tidak tahan melihat pemandangan itu sang sahabat berkata: "Raja sahabatku, anda orang terkenal. Anda adalah penguasa negri ini. Anda mestinya harus selalu tampil elegan dan berwibawa. Mengapa anda justru tampil seperti ini, seperti anak kecil dan ....ah...apa nanti kata dunia? Mengapa anda merusak citra sendiri?

Dengan tenang Sang Raja balik bertanya:
"Sobat, engkau memegang busur. Apakah busur panah itu harus terus menerus engkau regangkan talinya?
Selalu siap untuk meluncurkan anak panah setiap saat?"

“Sudah pasti Tidak! Bila terus menerus diregangkan ia justru akan kehilangan kelenturannya. Ia justru tidak akan dapat meluncurkan anak panah dengan cepat dan tepat. Ia menjadi tidak berguna!"
jawab sang sahabat.

"Nah sekarang engkau mengerti maksudku. Seperti busur itu, begitulah manusia. Bila ia selalu regang dan tegang, tak pernah santai, ia tidak akan pernah dapat menjalankan fungsinya dengan baik.
Tak pernah cepat dan tepat! Benar bukan?" sahut sang raja.
 

                                                                  

Juli0107

Juli0207

Juli0307

 
  Sahabat Surgawi, Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 2002-2007,
Tim Sahabat Surgawi