Home | Tentang Kami | Kesaksian | Acara rohani | Link
 
Swara Surgawi
Video Streaming
Gratis CD Sabda
Alkitab Elektronik
Hollypower.net
E-mail Gratis
E-card
Kartu Ucapan Kristiani
 
eXTReMe Tracker
  DERAP REMAJA


derap remaja adalah bahan pembinaan untuk remaja. disusun secara tematis.
setiap tema didasarkan satu bacaan alkitab.
dilengkapi pula dengan metode penyampaian.
telah terbit edisi 21. satu edisi per enam bulan.
para penulis derap remaja 2007 : pdt. addi soselia patriabara,
pdt. tri santoso, pdt. natan kristiyanto,  pdt. widi artanto, pdt. didik tridjatmiko,
pdt.waskito wibowo, anna marsiana, pdt. tabita kartika christiani
kontak: widi artanto, samirono baru 72 komp. lpps, yogyakarta, 55281.
telp.(0274) 514721-551592 fax. 0274) 543001
 e-mail: w_artanto@yahoo.com

Harga Rp. 20.000,-
Cara pengiriman ongkos cetak:
1. Lewat POS WESEL dengan memakai blangko yang dilampirkan
dalam surat pengantar
2. Lewat Bank ke TAHAPAN BCA cab. Sudirman Yogyakarta
No. 0371994881 a.n. Widi Artanto.
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
 

       Bagaimana menggunakan Derap Remaja?

Seni Hidup


juli 2007

Mengisi Waktu Luang

Memasuki Lingkungan Baru

Retret

Rekreasi

Sekolah yang Menghidupkan

 


juli2007minggu3

Retret
bacaan: markus 6:30-34, 45-46   bahan: -
 

                                 
                                 
SEKILAS
Retret adalah kesempatan untuk menarik diri dari kesibukan sehari-hari, belajar mengolah hidup rohani, sehingga kita bisa menyadari diri, menemukan jati diri, dan mengenal diri kita lebih jauh; juga mengenal Tuhan dan sesama. Kesadaran diri dalam kaitan relasi dengan Tuhan dan sesama inilah yang menjadi modal awal pegangan atau prinsip hidup kita selanjutnya. Mungkin ada penguatan, teguran, pembaharuan, penyegaran, dsb. melalui retret. Melalui pelajaran ini remaja mengenal makna dan tujuan retret yang sesungguhnya.

PENJELASAN TEKS
Konteks cerita ini adalah Yesus mengutus keduabelas murid-Nya untuk menyerukan pertobatan dan untuk menyatakan kuasa Allah (Markus 6:7-13). Perikop Markus 6:30-34 menceriterakan apa yang terjadi setelah keduabelas murid atau rasul-rasul (artinya: yang diutus) itu kembali dari tugas mereka. Setelah mendengar laporan murid-murid-Nya mengenai apa yang mereka lakukan dan ajarkan, Yesus mengajak mereka pergi ke tempat sunyi, menghindari orang banyak, agar dapat beristirahat. Tempat sunyi itu terletak di seberang danau, sehingga Yesus mengajak murid-murid-Nya naik perahu. Jaraknya kira-kira 4 mil (6 km) jalan air atau 10 mil (15 km) jalan darat.
Namun rencana ini gagal karena orang banyak yang melihat Yesus dan murid-murid-Nya menuju ke tempat sunyi itu dengan perahu, langsung menuju tempat yang sama melalui jalan darat. Akhirnya : Yesus mengajar dan bahkan memberi mereka makan, sebab hati Yesus tergerak oleh belas kasihan. Namun demikian, bukan berarti Yesus meremehkan rencana pergi ke tempat sunyi. Setelah selesai memberi makan 5000 orang, Yesus memerintahkan murid-murid-Nya naik perahu. Sedang Yesus sendiri pergi ke bukit untuk berdoa - suatu kebiasaan yang sering dilakukan Yesus (Markus 1:35; Lukas 5:16).
Rencana Yesus dan murid-murid-Nya yang tidak kesampaian itu merupakan rencana untuk melakukan retret, yaitu berada di tempat sunyi untuk beristirahat dari pekerjaan yang melelahkan yang telah mereka lakukan. Dengan beristirahat, mereka dapat merenungkan apa yang telah mereka lakukan, dan memperoleh kesegaran, kekuatan, dan semangat yang baru untuk kembali bekerja. Beristirahat bukan hanya secara fisik, tapi juga merenungkan karya Tuhan yang telah mereka alami selama mengajar dan menyembuhkan. Dengan demikian mereka menyadari dari, oleh, dan kepada siapa mereka melakukan semua itu.
Manusia membutuhkan waktu yang khusus untuk mengundurkan diri dari kesibukan pekerjaan, agar dapat merenung¬kan siapa diri mereka di hadapan Tuhan dan sesama serta dunia. Dengan kembali kepada "fitrah" di hadapan Tuhan dan sesama serta dunia, manusia semakin dapat hidup dengan benar dan menjadi berkat bagi dunia. Inilah manfaat retret yang sesungguhnya.

LANGKAH-LANGKAH PENYAMPAIAN
1. Tanyakan kepada remaja apakah mereka pernah mengikuti acara retret, baik yang diadakan oleh gereja maupun sekolah. Tanyakan kepada mereka, apa yang mereka lakukan selama retret. Jelaskan bahwa kadang-kadang gereja memakai istilah retret tapi isinya ceramah-ceramah, latihan kepemimpinan, dsb. Acara-acara seperti ini tidak tepat diberi nama retret; semestinya disebut pembinaan. Lalu apakah retret itu?
2. Jelaskan pengertian retret yang sesung-guhnya. Menurut definisi wikipedia, retret adalah suatu kesempatan untuk "sementara waktu menjauhkan diri sendiri dari lingkungan biasanya." Retret adalah kesempatan untuk menarik diri dari kesibukan sehari-hari, belajar mengolah hidup rohani, sehingga kita bisa menyadari diri, menemukan jati diri, dan mengenal diri kita lebih jauh; juga mengenal Tuhan dan sesama. Kesadaran diri dalam kaitan dengan relasi dengan Tuhan dan sesama inilah yang menjadi modal awal pegangan atau prinsip hidup kita selanjutnya. Mungkin ada penguatan, teguran, pembaharuan, penyegaran, dsb. melalui retret.
3. Jelaskan lebih detil pengertian retret tersebut:
- menarik diri dari kesibukan sehari-hari: meninggalkan dunia harian, baik yang rutin yaitu pekerjaan sehari-hari, maupun hiruk-pikuk dunia (TV, shopping, hobby, HP, iPod, game, dll.).
- belajar mengolah hidup rohani: masuk dalam kesunyian hening, tenang, untuk berefleksi atas perjalanan hidup.
- menyadari diri, menemukan jati diri, mengenal diri: hasil refleksi atas per¬jalanan hidup adalah kesadaran diri, penemuan jati diri, dan pengenalan diri (siapakah aku di hadapan Tuhan, sesama, dan dunia ini).
- mengenal Tuhan, sesama dan dunia: bagaimana relasi kita dengan Tuhan, sesama, dan dunia.
4. Ajak remaja membaca Markus 6:30-34, dengan nas ayat 31. Jelaskan rencana Yesus dan murid-murid-Nya untuk melakukan "retret" yaitu pergi ke tempat sunyi untuk beristirahat dan merenung (lihat Penjelasan Teks di atas). Jelaskan bahwa sekalipun rencana itu akhirnya tidak terlaksana, setelah mengajar dan memberi makan 5000 orang, Yesus pergi ke tempat sunyi untuk berdoa seorang diri.
5. Tekankan kepada remaja pentingnya melakukan retret. Jelaskan bahwa ada orang-orang yang workalholic (gila kerja, gila belajar), sehingga tak ada waktu untuk beristirahat dan merenungkan siapa dirinya. Hal ini tidak sehat, sebab mereka dapat terjebak pada rutinitas tanpa makna dan tujuan hidup. Juga waktu untuk mendengar suara Tuhan dalam ketenangan dan keheningan menjadi sangat kurang. Padahal manusia sangat membutuhkan waktu untuk keluar dari rutinitas, kembali kepada Tuhan, agar dengan segar ia dapat melanjutkan kehidupannya dengan sikap yang terus menerus diperbaharui.

KEGIATAN
1. Ajak remaja melakukan doa meditatif. Ciptakan suasana yang benar-benar sunyi, tak ada musik (kebiasaan pemain musik tertentu mengiringi saat teduh dan doa dengan musik perlu diubah). Jika memungkinkan, kegiatan ini dilakukan di taman yang indah dan segar, tapi tenang (tidak ada orang-orang lain/umum).Minta remaja menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya perlahan-lahan. Laku¬kan pernafasan ini beberapa kali, sampai mereka merasa tenang.
2. Ajak remaja merenungkan siapa dirinya di hadapan Tuhan. Kemudian ajak mereka merenungkan siapa diri mereka dalam hubungan dengan orang lain dan dunia. Mungkin ada beban-beban persoalan, kebencian, dll. Atau ada kerinduan untuk menjangkau dan mengasihi sesama dan dunia. Doa meditatif dilakukan sekitar 10 menit.
3. Setelah itu bagi remaja dalam kelompok-kelompok kecil (@ 4-5 orang). Mintalah mereka berbagi (sharing) pengalaman mereka selama doa meditatif.
                                                                                                                                    

                                 

Juli0107

     
 
  Sahabat Surgawi, Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 2002-2007,
Tim Sahabat Surgawi