|
derap remaja
adalah bahan pembinaan untuk remaja. disusun secara tematis.
setiap tema didasarkan satu bacaan alkitab.
dilengkapi pula dengan metode penyampaian.
telah terbit edisi 21. satu edisi per enam bulan.
para penulis derap remaja 2007 : pdt. addi
soselia patriabara,
pdt. tri santoso, pdt. natan kristiyanto, pdt. widi
artanto, pdt. didik tridjatmiko,
pdt.waskito wibowo, anna marsiana, pdt. tabita kartika
christiani
kontak: widi artanto, samirono baru 72 komp. lpps, yogyakarta,
55281.
telp.(0274) 514721-551592 fax. 0274) 543001
e-mail: w_artanto@yahoo.com
Harga Rp. 20.000,-
Cara pengiriman ongkos cetak:
1. Lewat POS WESEL dengan memakai blangko yang dilampirkan
dalam surat pengantar
2. Lewat Bank ke TAHAPAN BCA cab. Sudirman Yogyakarta
No. 0371994881 a.n. Widi Artanto.
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
|
|

SEKILAS
Liburan kerap kali disambut dengan sukacita oleh sebagian
besar remaja. Hanya saja, tidak semua remaja begitu. Banyak
juga yang menyambut dengan sedih. Karena dengan liburan,
berarti mereka tidak punya kegiatan. Kehilangan kontak
dengan teman. Waktu kemudian lebih banyak dilakukan di rumah.
Nonton, main PS, dan sejenisnya. Tentu saja, lama-lama bisa
bikin bete kan? Uring-uringan dan malah menimbulkan konflik
dengan anggota keluarga lain. Pelajaran ini dirancang agar
remaja memikirkan dengan baik apa yang dapat mereka lakukan
di waktu luang. Dengan itu, waktu luang menjadi lebih
bermanfaat dan menyenangkan.
PENJELASAN TEKS
Entah mengapa Daud tidak turut perang. Teks Alkitab
menyatakan: "...pada waktu raja-raja biasanya maju berperang..."
(ay 1). Daud dibandingkan dengan raja lain yang biasanya
maju berperang. Mengapa? Kemungkinannya, Daud merasa
kekuatan Yoab dan bala tentaranya sudah cukup untuk
menghadapi raja-raja lain. Kalau anak buah bisa
menyelesaikan, untuk apa boss turun tangan? Kemungkinan itu
agaknya mendekati kenyataan. Teks Alkitab mengatakan: "Mereka
memusnahkan bani Amon dan mengepung kota Raba...". Yoab dan
pasukannya memang dapat diandalkan.
Sementara itu, di istana, waktu luang Daud tersedia cukup
banyak. Dalam kesendiriannya, Daud berjalan-jalan di atas
atap istananya yang datar. Memang, kebanyakan rumah pada
waktu itu beratap datar. Banyak kegiatan dapat dilakukan di
atap rumah. Salah satunya tentu saja berjalan-jalan. Daud
menatap sekeliling kerajaannya. Pasti rasa bangga menyeruak
hatinya. Di wilayah luas itu Daud boleh dikatakan menjadi
pemimpin yang berhasil.
Mengapa Daud sendiri? Tidaklah jelas. Apakah seluruh anggota
keluarga Daud berperang? Rasanya tidak juga. Yang pasti di
waktu luangnya, Daud melakukan kegiatan dalam kesendirian.
Betapa tidak menyenangkan, bukan? Hidup rasanya hampa ketika
seorang merasakan kesendirian. Sudah pasti Daud membutuhkan
hiburan, hal yang menyenangkan dirinya.
Tiba-tiba pandangan matanya terhenti. Sebab, dilihatnya
seorang perempuan cantik tengah mandi. Daud, seperti umumnya
manusia, gampang tergoda. Sekalipun dikenal sebagai tokoh
besar, Alkitab tidak menutupi kenyataan kemanusiaan Daud.
Dalam kerinduan akan hiburan, bukankah ini bak pucuk dicinta
ulam tiba? Maksud hati ingin berleha-leha barang sejenak
menjadi berubah. Ia pun berusaha mengenali perem¬puan
tersebut. Informasi yang ia dapat, perempuan itu bernama
Batsyeba, istri Uria. Uria adalah salah satu tentara pasukan
Daud.
Perkenalan berlanjut pada hubungan terlarang. Batsyeba
dikatakan baru saja mem-bersihkan diri dari kenajisannya.
Artinya, ia baru selesai haid. Jadi, ia berada di masa subur.
Itulah sebabnya, hasil hubungan terlarang berakibat fatal.
Batsyeba mengandung. Maksud hati meluangkan waktu barang
sebentar, tapi apa daya bencana menghantar.
RELEVANSI
Liburan sering terasa tidak menyenangkan, khususnya buat
mereka yang tidak punya acara khusus. Kita merasa sendirian.
Kehilangan gelak tawa dan canda teman-teman. Pada saat itu
kita mencari jalan keluar.
Tak jarang jalan keluarnya tidak produktif. Kita
menghabiskan waktu untuk bermain game, hingga menjadi candu
dan tak mau beranjak darinya. Kita bermalas-malasan sambil
nonton TV. Hal itu kerap kali memancing konflik. Misalnya
saja, dimarahi
orang tua karena main game terus. Atau rebutan saluran TV
dengan adik. Padahal, jika dipersiapkan dengan baik, waktu
luang dapat bermanfaat. Misalnya merancang kursus bahasa
Inggris dengan melibatkan anggota jemaat yang pandai
berbahasa Inggris.
LANGKAH-LANGKAH PENYAMPAIAN
1. Tanyakan kepada remaja, adakah di antara mereka yang
senang atau yang tidak senang dengan liburan panjang
kenaikan kelas? Pisahkan kelompok yang senang dengan
kelompok yang tidak senang.
Mintalah mereka membuat alasan mengapa mereka senang atau
tidak senang. Mintalah salah satu anggota kelompok itu
menjadi juru bicara. Jika semua orang merasa senang,
bertanyalah lebih tajam. Apakah yang mereka lakukan saat
liburan? Apakah yang mereka lakukan itu produktif atau tidak
buat mereka?
2. Liburan adalah kenyataan yang tidak dapat ditolak. Yang
penting direnungkan, bagaimana cara mengisi waktu luang di
saat liburan panjang itu. Memikirkan hal itu amat penting
buat remaja, agar waktu luang yang ada termanfaatkan dengan
baik. Waktu luang dapat dimanfaat jika memang telah
dipersiapkan dengan baik.
Tanpa itu, waktu akan terbuang dengan cuma-cuma. Bahkan
dapat menimbulkan persoalan lain. Cobalah bayangkan, kalau
kita menghabiskan waktu hanya dengan nonton film, betapa
membosankannya.
Peluang konflik dengan anggota keluarga lain pun besar.
3. Daud memiliki waktu luang. Hanya, Daud tidak terlalu
mempersiapkan diri dengan baik. Akhirnya ia pun terjatuh
dalam dosa (lihat Penjelasan Teks). Tentu kita tidak ingin
waktu luang kita berakhir dengan persoalan.
4. Mempersiapkan diri menjelang masa liburan amat penting.
Berikan contoh yang sederhana. Misalnya, di waktu liburan
keluarga kita ingin pergi ke rumah nenek dengan membawa
kendaraan sendiri. Tetapi semua sibuk hingga tidak sempat
mempersiapkan kendaraan. Ketika perjalanan panjang
berlangsung, mesin panas karena air radiator habis. Rencana
liburan jadi tidak menyenangkan bukan?
|
 |
KEGIATAN
Diskusi Mengisi Liburan Panjang
Ajaklah remaja urun rembug (brainstorming)
tentang rencana liburan mereka. Berikan kepada
usulan mereka aspek positif dan negatif dari usul
mereka. Juga kemung-kinan-kemungkinan yang bisa
membuat usulan itu berjalan atau sebaliknya.
Misalnya, menata buku di Perpustakaan Gereja. Untuk
itu dibutuhkan katalogisasi. Tanyakan adakah yang
bisa melakukannya? Dan sebagainya. Atau usul rencana
lain. Merancang kursus bahasa Inggris. Tanyakan,
berapa remaja yang mau ikut? Apakah ada anggota
jemaat yang pandai berbahasa Inggris yang bersedia
mengajar? Apakah orang itu memiliki waktu untuk
mengajar remaja? Dan sebagainya. |
|