Home | Tentang Kami | Kesaksian | Acara rohani | Link
 
Swara Surgawi
Video Streaming
Gratis CD Sabda
Alkitab Elektronik
Hollypower.net
E-mail Gratis
E-card
Kartu Ucapan Kristiani
 
eXTReMe Tracker
  DERAP REMAJA


derap remaja adalah bahan pembinaan untuk remaja. disusun secara tematis.
setiap tema didasarkan satu bacaan alkitab.
dilengkapi pula dengan metode penyampaian.
telah terbit edisi 21. satu edisi per enam bulan.
para penulis derap remaja 2007 : pdt. addi soselia patriabara,
pdt. tri santoso, pdt. natan kristiyanto,  pdt. widi artanto, pdt. didik tridjatmiko,
pdt.waskito wibowo, anna marsiana, pdt. tabita kartika christiani
kontak: widi artanto, samirono baru 72 komp. lpps, yogyakarta, 55281.
telp.(0274) 514721-551592 fax. 0274) 543001
 e-mail: w_artanto@yahoo.com

Harga Rp. 20.000,-
Cara pengiriman ongkos cetak:
1. Lewat POS WESEL dengan memakai blangko yang dilampirkan
dalam surat pengantar
2. Lewat Bank ke TAHAPAN BCA cab. Sudirman Yogyakarta
No. 0371994881 a.n. Widi Artanto.
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
 

       Bagaimana menggunakan Derap Remaja?

Seni Hidup



desember 2007

AIDS dan Advent

Magnificat Maria: Tugas di Balik Berkat

Di Manakah Dia?

Mempercayakan Diri Pada Kasih Allah

Amnesia vs. Anamnesis

 


desember 2007minggu 4
Mempercayakan Diri Pada Kasih Allah

bacaan: yohanes 3:1-21 (nas. 16)
bahan: pematang bambu berbentuk V
 

                                                                                                                                                                 
                                                                                                                          
SEKILAS
Tujuan kehadiran Allah dalam peristiwa natal adalah untuk menyatakan kasih-Nya kepada manusia. Dengan kasih yang tak terhingga Allah ingin menyelamatkan manusia dari kebinasaan dan memberikan kehidupan kekal. Allah rindu agar manusia berada dalam relasi kasih dengan-Nya. Relasi kasih selalu melibatkan dua belah pihak: Allah dan manusia. Ketika Allah menyatakan kasih maka manusia harus merespon kasih itu. Dengan cara bagaimana? Mengasihi dan mempercayakan diri kepada Allah. Pelajaran ini mengajak remaja untuk membangun sikap percaya dan mengasihi Allah, sebagai respon akan cinta kasih Allah.

PENJELASAN TEKS
Mempertanyakan Kedaulatan Yesus

Secara naratif, perikop ini terletak setelah Yesus melakukan penyucian bait Allah. Dalam "menyucikan bait Allah" Yesus mengusir para pedagang dari bait Allah. Yesus ingin mengembalikan fungsi Bait Allah sebagai tempat ibadah, bukan menjadi sentra bisnis. Tindakan ini ditentang oleh orang-orang Yahudi (2:18). Kedaulatan Yesus dipertanyakan. Bukan hanya orang kebanyakan yang mempertanyakan kedaulatan Yesus, tetapi terutama juga para ahli Taurat (3:11-12). Dalam situasi itulah Nikodemus (seorang Ahli Taurat) pada waktu malam datang menemui Yesus. Keterangan waktu "pada waktu malam", menunjukkan bahwa Nikodemus menemui Yesus secara sembunyi-sembunyi. Mengapa? Mungkin supaya tidak ketahuan ahli Taurat yang lain. Hal ini semakin memperjelas adanya penolakan untuk mempercayai dan mengakui kedaulatan Allah dalam diri Yesus, di kalangan ahli Taurat.

Lahir Kembali Untuk Kerajaan Allah
Nikodemus melihat banyak tanda kehadiran Allah di dalam kehadiran Yesus. Ia mengakui Yesus sebagai Rabi yang diutus Allah. Yesus menanggapi pengakuan Nikodemus. Ia menuntun Nikodemus bukan hanya untuk mengakui dirinya sebagai seo¬rang rabi, melainkan sebagai "Anak manusia yang hadir sebagai Allah yang berdaulat". Ia adalah Anak Manusia yang turun dari Sorga dan kelak naik kembali ke Sorga (3:13). Dalam pemikiran orang Yahudi istilah "Anak Manu¬sia" selalu menunjuk pada sosok Mesianis. Itu berarti, Yesus adalah Sang Mesias!
Bagaimana bisa melihat Yesus sebagai Mesias? Bagaimana bisa melihat kerajaan Allah melalui kehadiran Yesus? Yesus mengatakan bahwa agar dapat melihat Kerajaan Allah maka orang harus dilahirkan kembali (ay. 3). Apa yang dimaksud Yesus tentang kerajaan Allah dalam konteks ini? Dan apa pula yang dimaksud dengan "lahir kembali?"
Yang dimaksud Kerajaan Allah adalah kedaulatan dan pemerintahan Allah yang dinyatakan melalui kehadiran Yesus. Keha¬diran Yesus adalah manifestasi kehadiran pemerintahan dan kedaulatan Allah. Yesus adalah Anak Tunggal Allah yang turun ke dunia. Ia hadir untuk menyatakan kasih dan menyelamatkan manusia dari kebinasaan. Ia datang untuk memberi kehidupan kekal. Sedangkan yang dimaksud "lahir kembali" adalah sikap percaya. Mempercayai Yesus sebagai Allah yang berdaulat, mengasihi dan menyelamatkan manusia dari kebinasaan.
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidupyang kekal.(Yoh3:16)

Makna Percaya

Kata "percaya" (TB LAI) adalah terje-mahan dari kata pisteuo, kata asalnya pistis. Bahasa Inggris mengenal dua istilah untuk menerjemahkan kata tersebut, yakni to believe dan to trust. To believe artinya mempercayai... sedangkan to trust artinya mempercayakan diri kepada....
Mempercayai... (seseorang/sesuatu) berbeda dengan mempercayakan diri kepada... (seseorang/sesuatu). Sikap percaya belum tentu berarti mempercayakan diri. Sebaliknya mempercayakan diri pasti disertai dengan sikap mempercayai.
Agaknya Yoh 3:16, berbicara tentang keduanya: mempercayai Yesus dan memper¬cayakan diri kepada Yesus. Itulah makna "lahir kembali": mengakui Yesus sebagai Mesias dan mempercayakan diri kepada-Nya. Yesus adalah Allah yang berdaulat. Ia yang empunya kerajaan surga dan dunia. Ia adalah manifestasi kehadiran dan pemerintahan Allah. Dalam pengakuan inilah maka terdapat kehidupan kekal dan kelepasan dari kebinasaan.

LANGKAH-LANGKAH PENYAMPAIAN
Percaya dan Mengerti, Mengerti dan Percaya

Tunjukkanlah lambang bilangan "3" (tiga), kepada remaja. Tanyakanlah kepada mereka mengapa lambang bilangan tersebut di namakan "tiga". Mengapa bukan "tujuh" atau yang lainnya. Tidak seorangpun dapat menjelaskan hal ini, bukan! Ketika belajar angka-angka kita hanya dapat menerima dan mempercayai ajaran guru kita bahwa lambang bilangan tersebut namanya tiga. Tapi toh faktanya dengan sikap itu kita jadi pintar matematika. (Lambang bilangan tiga di atas, dapat anda ganti dengan yang lain, misalnya: anda pegang telinga anda dan tanyakan mengapa benda itu disebut telinga, atau mengapa cabe, garam, terasi, digerus dan diaduk menjadi satu diberi nama sambal, dll).
Pakailah hasil percakapan di atas sebagai contoh untuk menjelaskan pentingnya percaya dan mempercayakan diri. Sikap mempercayai dan mempercayakan diri pada sang guru (dalam kasus di atas) membuat kita jadi pintar. Karena percaya maka kita menger¬ti rumus matematika dan selanjutnya karena mengerti kita makin percaya. Jadi ada lingkaran gerak antara percaya-mengerti dan mengerti-percaya. Hidup tumbuh dan berkembang melalui proses ini.

Percaya adalah Instrumen Penting dalam Kehidupan
Berikan tekanan dan pemaknaan pada sikap mempercayai dan mempercayakan diri. Sikap percaya dan mempercayakan diri ada¬lah instrumen penting yang dianugerahkan Tuhan agar hidup berkembang dan bertumbuh. Hidup akan mandeg jika instrumen ini tidak ada. Aplikasikan prinsip tersebut dalam sebuah relasi. Relasi suami-istri, pacaran, persahabatan antar dua pribadi, akan hancur jika tidak ada sikap di atas.
Kaitkan hal di atas dengan berita natal dan kekhasan iman Kristen. Inti berita natal adalah Allah yang mengasihi manusia. Respon yang tepat untuk kasih Allah yang hadir dalam diri Yesus adalah mempercayai dan mempercayakan diri kepada-Nya. "Barang siapa percaya tidak akan binasa melainkan beroleh hidup yang kekal". Inilah salah satu kekhasan iman Kristen: percaya pada kasih Allah di dalam Yesus. Trust in Jesus, adalah respon yang diharapkan bagi kasih karunia Allah dalam Yesus.

Jelaskan Makna Percaya dalam Yohanes 3
Jelaskan beda antara to believe dan to trust. Manfaatkan penjelasan teks di atas, juga manfaatkan ilustrasi di bawah ini. Ilustrasi ini menjelaskan bahwa banyak orang dapat mempercayai Sang pemain akrobat, tetapi gagal mempercayakan diri kepadanya.
Seutas tali baja direntangkan di antara dua gedung berlantai 3. Seorang pemain akrobat menyeberangi dua gedung tersebut dengan berjalan di atas seutas tali baja itu. Berkali-kali ia menyeberang dengan selamat. Kemudian ia bertanya kepa¬da hadirin: "Apakah hadirin, percaya bahwa ia dapat menyeberangi dua gedung tersebut dengan cara berjalan di atas seutas tali baja ? Semua orang berseru: Percaya! Sang pemain akrobat berseru: "Siapa percaya silakan angkat tangan anda?" Dengan serentak semua hadirin mengangkat tangan mereka, Lalu sang pemain akrobat berkata: "Kalau begitu saya akan menyeberang sekali lagi. Saya membutuhkan relawan untuk saya gendong dalam penyeberangan kali ini. Jika ada di antara hadirin yang bersedia silahkan maju kemari!" Mendengar ajakan ini maka semua tangan yang teracung diturunkan pelan-pelan dan semua hadirin pergi meninggalkan Sang pemain akrobat, kecuali seorang remaja pria.
Ia maju dan menyeberang dalam gendong-an sang pemain akrobat. Ia mengikuti semua instruksi penggendongnya. Mengangkat tangan kiri, mengendorkan jepitan kaki di pinggang peng¬gendongnya, dll. Semua geraknya dilakukan den¬gan secermat-cermatnya sesuai instruksi penggen¬dongnya. Maka mereka menyeberang dengan selamat.

RELEVANSI: PERCAYA ITU AKTIF

Berdasar kisah di atas, tariklah relevan-si dari makna percaya. Percaya berarti to trust. Mempercayakan diri kepada Yesus. Memper-cayakan diri itu aktif bukan pasif. Aktif bagai-mana? Aktif mengikuti instruksi Yesus, seper-ti halnya si remaja dalam ilustrasi di atas ber-gerak aktif sesuai dengan instruksi penggen¬dongnya. Percaya berarti memberi diri secara aktif dalam kehendak dan perkataan/Firman Allah. Menggerakkan kaki, tangan, pikiran, dan percakapan sesuai dengan kehendak Allah. Merespon kasih Allah di dalam Yesus dengan melakukan kehendak Yesus. Berikan-lah contoh-contoh konkrit tentang hal ini.

KEGIATAN
Tujuan dari aktivitas ini adalah belajar mempercayakan diri seorang kepada yang lain. Terutama agar remaja mempercayakan diri kepada Yesus.
1. Susunlah dua bilah bambu hingga menjadi pematang bambu berbentuk "V", (bisa juga menggambari lantai dengan cat dengan bentuk V). Usahakan ujung terbuka dari "V" tersebut berjarak sekitar 2 m. s/d 2,5 m. (tergantung postur tubuh rata-rata remaja).
2. Mintalah dua orang remaja berdiri berhadapan di ujung tertutup (sudut) pematang "V" tsb. Yang seorang berada di bilah bambu satu dan yang lain di bilah bambu 2.
3. Dengan posisi saling berhadapan dan saling menumpukkan kedua telapak tangan mereka seorang kepada yang lain, mintalah mereka menyusuri pematang tsb, dengan arah pergerakan dari sudut sempit pematang menuju pada ujung pematang "V" yang terbuka. (Pastikan bahwa jari-jari mereka tidak saling memegang dan mencengkeram. Hanya menempel dan bertumpu saja. Hal ini penting diperhatikan agar ketika mereka terjatuh, tidak ada yang terkilir atau celaka.)
4. Asumsinya, semakin perjalanan menuju ujung V yang terbuka, jarak di antara kedua remaja tersebut makin lebar. Itu berarti mereka harus semakin memperkuat tumpuan seorang dengan yang lain. Di sinilah dua remaja itu perlu mengembangkan sikap saling mempercayakan diri seorang dengan yang lain. Jika sikap ini berhasil mereka kembangkan, maka mereka akan berhasil menyusuri pematang tersebut. Sebaliknya mereka akan terjatuh dan gagal jika tidak ada sikap saling mempercayakan diri.
5. Ulangi aktivitas tersebut beberapa kali. Bebaskanlah remaja memilih pasangan masing-masing untuk mencoba aktivitas tsb.
                                                                                                                                                     
                                

Juli0107

Juli0207

Juli0307

Juli0407

Juli0507

Agustus0107

Agustus0207

Agustus0307

Agustus 0407

September 0107

September 0207

September 0307

September 0407

 September 0507

Oktober 0107

Oktober 0207

Oktober 0307

Oktober 0407

November 0107

November 0207

November 0307

November 0407

Desember 0107

Desember 0207

Desember 0307

     
  Sahabat Surgawi, Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 2002-2007,
Tim Sahabat Surgawi