|
derap remaja
adalah bahan pembinaan untuk remaja. disusun secara tematis.
setiap tema didasarkan satu bacaan alkitab.
dilengkapi pula dengan metode penyampaian.
telah terbit edisi 21. satu edisi per enam bulan.
para penulis derap remaja 2007 : pdt. addi
soselia patriabara,
pdt. tri santoso, pdt. natan kristiyanto, pdt. widi
artanto, pdt. didik tridjatmiko,
pdt.waskito wibowo, anna marsiana, pdt. tabita kartika
christiani
kontak: widi artanto, samirono baru 72 komp. lpps, yogyakarta,
55281.
telp.(0274) 514721-551592 fax. 0274) 543001
e-mail: w_artanto@yahoo.com
Harga Rp. 20.000,-
Cara pengiriman ongkos cetak:
1. Lewat POS WESEL dengan memakai blangko yang dilampirkan
dalam surat pengantar
2. Lewat Bank ke TAHAPAN BCA cab. Sudirman Yogyakarta
No. 0371994881 a.n. Widi Artanto.
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
|
|

SEKILAS
Andar Ismail dalam buku Selamat Ribut Rukun mengatakan
demikian: "Dalam pemahaman Kristiani, pemberian mengandung
penugasan. Hal itu tampak jelas dalam permainan kata bahasa
Jerman: gabe dan aufgabe, jadi dalam gabe (pemberian)
terkandung aufgabe (penugasan). Kalau Tuhan memberikan
sesuatu, dalam pemberian itu terkandung penugasan atau
tanggung jawab."
Maka sungguh kita bersyukur kalau Tuhan memberikan kita
berkat dan berbagai karunia serta kelebihan dalam hidup ini.
Kita tidak kemudian memakai semua itu hanya untuk diri
sendiri, melainkan memberi diri untuk memenuhi tugas
panggilan yang Tuhan berikan kepada kita.
Lewat pelajaran ini remaja akan belajar dari sikap Maria
ketika ia menerima berkat dan menyiapkan diri untuk
melakukan tugas di balik berkat yang ia terima tersebut.
PENJELASAN TEKS
Perikop hari ini terkenal sebagai Magnificat (bahasa Latin,
baca: manyifikat) Maria, artinya: kidung atau pujian Maria.
Maria menaikkan pujian kepada Tuhan yang telah memberinya
berkat luar biasa sekaligus menerima tugas untuk menjadi ibu
bagi Sang Juruselamat.
Dari teladan Maria kita belajar beberapa hal:
(1). Allah dapat memanggil siapapun untuk menjadi mitra
kerja-Nya (ay. 46-48)
- Ia bisa memakai malaikat (artinya: messenger, penyampai
pesan)
- tapi bisa juga memakai Maria, seorang perempuan perawan
biasa dan sederhana.
Kalau kita memperhatikan kondisi perempuan pada masa itu
yang tidak dihargai sebagai manusia (cenderung dipandang
sebagai mahluk kelas dua, di bawah laki-laki, tidak berguna,
kerap disisihkan), jelas panggilan dan tugas yang Allah
embankan kepada Maria merupakan anugerah yang sangat luar
biasa. Betapa tidak, Maria bersyukur dan memuliakan Tuhan
karena di tengah kerendahannya sebagai perempuan, ia
dipanggil untuk tugas yang luar biasa.
Jadi tidak perlu minder atau merasa tidak mampu dengan tugas
pelayanan yang dipercayakan kepada kita. Tuhan bisa
memanggil dan memakai siapa saja untuk menjadi alat di
tangan-Nya dan Ia sendiri yang akan memampukan dan
memperleng-kapi kita dengan berbagai berkat-Nya.
(2). Cara kerja Allah seringkali melampaui akal pikiran
kita (ay. 49-55)
Dalam pasal 1:30-37 dikisahkan berita yang dibawa malaikat
Gabriel amat mengejutkan Maria: ia beroleh kasih karunia di
hadapan Allah, yaitu dipilih jadi alat di tangan-Nya atau
mitra kerja-Nya untuk kelahiran Yesus ke dunia.
Caranya? Maria akan mengandung walaupun masih perawan dan
melahirkan seorang anak laki-laki saat Roh Kudus turun ke
atasnya dan kuasa Allah yang Mahatinggi akan menaunginya.
Sebagai bukti: Elisabet saudara Maria yang sudah tua dan
mandul sekalipun dimungkinkan oleh karya Allah untuk hamil,
maka Maria yang perawan pun dapat mengalami hal yang sama
karena TIDAK ADA YANG MUSTAHIL BAGI ALLAH.
Dalam perikop kita, ayat 49-55 mengisahkan betapa Allah yang
berkuasa itu melakukan perbuatan-perbuatan besar yang
tampaknya mustahil terjadi pada masa itu: menurunkan orang
berkuasa, meninggikan orang yang rendah, menolong yang lapar
dan terlupakan.
Ada banyak hal yang tidak dapat kita pikirkan tentang Allah
dan karya-Nya karena perbuatan Allah itu melampaui akal kita.
Maka yang perlu kita lakukan adalah berikan yang terbaik,
dan Allah akan menyempurnakan hal-hal yang tidak dapat kita
lakukan: "Let's do the best, and let God do the rest."
(3). Panggilan Allah butuh respon jawaban kita dan
kesiapan menanggung resiko serta konsekuensi (ay. 38)
- Kadang-kadang konsekuensi pelayanan itu melegakan seperti
yang dialami Elisabet (ia lega karena kemandulan yang
membawa aib telah dihapuskan).
- Namun tidak jarang, konsekuensi pelayanan itu menuntut
kita untuk berkorban seperti yang dialami Maria.
Ada resiko yang harus Maria tanggung: Yusuf bisa "menceraikan"
dirinya karena dianggap telah berzinah; Maria akan dicemooh
dan dijauhi masyarakat; bahkan bukan tidak mungkin kepadanya
akan dikenakan hukuman rajam sebagai perempuan yang berzinah.
Namun kita dapat meneladani sikap Maria ketika panggilan
pelayanan penuh resiko itu datang kepadanya: ia menerima
panggilan itu dengan tulus ikhlas dengan mengatakan: "Sesungguhnya
aku ini adalah hamba Tuhan, jadilah padaku menurut
perkataanmu itu (kehendak Tuhan)."
- Ia tahu siapa dirinya, yaitu hamba Tuhan; seorang hamba
harus siap sedia dan menerima apapun tugas yang diamanatkan
sang tuan.
- Maka dengan penuh keikhlasan, Maria mengatakan jadilah
kehendak-Mu, bukan kehendakku, itu artinya ia siap dengan
segala resikonya dan membayar harganya.
- Semua ia lakukan bukan untuk mendapat pujian bagi dirinya,
melainkan supaya Allah dimuliakan lewat hidupnya.
PENEGASAN
Dari kisah Maria kita belajar beberapa hal:
- pertama, Allah bisa memanggil siapa saja untuk
menjadi rekan sekerja-Nya di dunia ini; Ia tahu kelebihan
dan kekurangan kita, karenanya tidak perlu rendah diri dan
minder dengan kekurangan yang ada karena pada saatnya Allah
akan memperlengkapi kita dengan rupa-rupa berkat dan karunia
untuk memenuhi tugas panggilan menjadi rekan sekerja-Nya
tersebut.
- kedua, Allah punya kuasa yang luar biasa sehingga
perbuatan yang dilakukan kerap melampaui akal kita dan tidak
ada yang mustahil di tangan-Nya; Allah yang sama masih terus
bekerja sampai saat ini sehingga patut kita puji dan
muliakan.
- ketiga, untuk memenuhi panggilan Allah, ada resiko
atau harga yang harus kita bayar. Ingatlah setiap pemberian
pasti mengandung tanggung jawab atau penugasan. Belajar dari
teladan Maria, maka kita mensyukuri berkat yang diberikan
sekaligus siap melakukan tugas di balik berkat yang kita
terima itu sehingga nama Allah dimuliakan dan dipuji.
LANGKAH-LANGKAH PENYAMPAIAN
1. Ajak remaja berdiskusi: apa yang mereka pahami sebagai
berkat dan minta mereka menyebutkan apa saja yang mereka
pandang sebagai berkat dari Tuhan.
2. Lanjutkan dengan penjelasan bahwa dalam pemahaman
kristiani, setiap berkat pasti mengandung tugas dan tanggung
jawab sehingga tidak boleh dinikmati sendirian
3. Kemudian lanjutkan pemaparan dengan penjelasan teks.
4. Tambahi dengan penegasan bahwa sebagai anak-anak Tuhan
kita punya Tuhan yang bisa memanggil siapa saja untuk
menjadi rekan sekerja-Nya, Tuhan yang berkuasa untuk
melakukan perbuatan-perbuatan besar sehingga tidak ada yang
mustahil bagi-Nya serta menyiapkan diri untuk memenuhi
panggilan Tuhan lengkap dengan segala konsekuensi yang ada.
5. Kaitkan pembahasan teks itu dengan aplikasi dalam
kehidupan remaja, sertakan contoh-contoh yang menegaskan
betapa Tuhan tidak memandang muka untuk memanggil dan
memilih orang-orang untuk ikut dalam pelayanan.
6. Lanjutkan dengan kegiatan.
KEGIATAN
1. Bagi remaja dalam beberapa kelompok (anggota kelompok 4-5
orang).
2. Bagikan fotocopy teks KJ 439. Minta mereka untuk
mendiskusikan kata-kata lagu tersebut, terkhusus bagian
refreinnya.
3. Mintalah mereka saling bercerita dalam kelompok tentang
berkat-berkat yang mereka terima (dengan pemahaman baru) dan
digunakan untuk apa berkat-berkat tersebut.
4. Lalu bagikan kertas untuk tempat remaja tersebut
masing-masing untuk menuliskan tekadnya melakukan pelayanan
dengan berkat yang ia terima dan memuliakan Tuhan.
|