 |
 |
|
|
 |
 |
|
|
|
|
|
 |
|
derap remaja adalah bahan
pembinaan untuk remaja.
disusun secara tematis.
setiap tema didasarkan satu
bacaan alkitab.
dilengkapi pula dengan
metode penyampaian.
telah terbit edisi 23. tahun
XII
para penulis derap remaja
2008 : pdt. addi soselia
patriabara,
pdt. tri santoso, pdt. widi
artanto, pdt. didik
tridjatmiko, pdt. wisnu
sapto nugroho,
martin sutedja, pdt. tabita
kartika christiani,
margaritifera
lystiakusumadewi
tata letak: abiya wyanto
kontak: widi artanto,
samirono baru 72 komp. lpps,
yogyakarta, 55281.
telp.(0274) 514721-551592
fax. 0274) 543001
Harga per eksemplar Rp.
20.000,-
Cara pengiriman ongkos cetak:
1. Lewat POS WESEL dengan
memakai blangko yang
dilampirkan
dalam surat pengantar
2. Lewat Bank ke TAHAPAN BCA
cab. Sudirman Yogyakarta
No. 0371994881 a.n. Widi
Artanto.
Segera kirimkan
pemberitahuan pengiriman
bank.
|
|
|
|
|
Oktober 2008 |
|
Minggu 7:
Keluarga dan "Keluarga"
Roma 16:1-16
Minggu 2:
Merayakan Tuhan di Tengah Keluarga
Yohanes 12:1-8
Minggu 3:
Kritik dan Teguran Sebagai Bentuk Pelayanan
Kejadian 37:1-11
Minggu 4:
Merangkak Dulu Baru Berjalan
Lukas 2:41-52
|
Merangkak Dulu Baru Berjalan
Lukas 2: 41-52
|
Penjelasan Teks
Pertumbuhan Yesus hingga remaja tidak lepas dari peran Yusuf dan Maria selaku "orang tua"-Nya. Pada Luk. 2: 21 dijelaskan bahwa ketika berusia 8 hari Yesus dibawa Yusuf dan Maria ke Yerusalem untuk disunatkan dan diserahkan kepada Tuhan. Dalam Luk 2: 41-42 kembali diinformasikan bahwa ketika Yesus berusia 12 th, Yusuf dan Maria membawa Yesus ke Yerusalem untuk merayakan Paskah. Dalam usia 13 th, seorang remaja Israel dianggap sudah dewasa dalam ketentuan-ketentuan agama. Mereka mempunyai tanggung jawab penuh untuk menaati seluruh hukum Taurat dan disebut sebagai "Anak Taurat". Jadi tindakan Yusuf dan Maria di atas menunjukkan keseriusan mereka secara bertahap membina berbagai aspek kehidupan, guna menghantar Yesus untuk menjadi "Anak Taurat". Aspek apa saja?
1. Aspek Otak dan Batin
Yesus tumbuh menjadi remaja yang cerdas. Pada usia 12 th Yesus bersoal jawab dengan para alim-ulama (ayat 47). Dalam dialog itu kecerdasan-Nya mengagumkan banyak orang di Yerusalem. la bukan saja cerdas tetapi juga berhikmat. la tahu memilih prioritas dalam hidup. Ketika orang-tua-Nya "kehilangan" Dia, dan dalam kebingungan kemudian menemukan-Nya di bait Allah, maka Yesus berkata: "Mengapa kamu mencari aku? Tidakkah kamu tahu bahwa aku harus berada di dalam rumah Bapaku?". Yesus tahu persis apa dan siapa yang menjadi prioritas hidup-Nya. Hikmat Yesus makin bertambah dan la makin dikasihi Allah (ayat 52). Hikmat adalah kemampuan untuk mengambil keputusan dan tindakan secara tepat. Hikmat ini diperoleh seseorang karena bergaul akrab dengan Allah: Sang Sumber hikmat. Jadi Yesus bertumbuh menjadi remaja yang memiliki kecerdasan pikir dan kecerdasan rohani. Kelak ketika dewasa, terbukti bahwa keputusan dan tindakan Yesus, selalu penuh hikmat.
2. Aspek Fisik & Perasaan
Dalam asuhan orang tuanya Yesus bertumbuh secara fisik menjadi makin besar. Perasaan Yesuspun dibangun dengan penuh cinta. Yusuf dan Maria sangat gelisah ketika menyadari bahwa Yesus "tertinggal" di Yerusalem. Disusurinya kembali jalan-jalan menuju Yerusalem. Ditempuhnya jarak yang jauh dan melelahkan untuk menemukan Yesus kembali (ayat 44-45). Kegelisahan itu menunjukkan betapa erat hubungan cinta kasih di antara mereka. Cinta selalu merindukan kedekatan. Ketika mereka berbeda pendapat dan Maria serta Yusuf tidak mengerti tindakan Yesus, mereka tidak memarahi-Nya dengan keras. Maria menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya. (ayat 51). "Menyimpan dalam hati" artinya: mepergumulkan dan merenungkan. Maria melihat perbedaan pendapat sebagai keunikan. Cinta selalu menghargai perbedaan dan keunikan. Selanjutnya Yesus pulang bersama keluarga-Nya dan hidup dalam kehangatan kasih sayang. Kehangatan kasih sayang itulah yang ikut mewarnai pertumbuhan perasaan Yesus. Ketika dewasa, perasaan Yesus sangat peka terhadap orang lain. Alkitab mencatat bahwa hati-Nya penuh dengan belas kasihan. Banyak orang merasakan cinta kasih Yesus.
3. Aspek Sosial
Perjalanan dari Galilea ke Yerusalem memakan waktu 4-5 hari. Sedangkan perayaan Paskah itu sendiri dilaksanakan selama 7 hari. Biasanya perjalanan panjang itu dilaksanakan secara berombongan dan arak-arakan. Dengan demikian perjalanan dan perayaan Paskah itu merupakan sarana bersosialisasi. Dalam rombongan itu kepedulian dan keakraban dibangun secara alamiah. Di Yerusalem kemungkinan besar mereka menginap di penginapan. Yesus saat itu harus meninggalkan rumahnya sendiri. Bagi anak berusia 12 th, meninggalkan rumah bisa berarti keluar dari zona nyaman. la dituntut untuk beradaptasi dan menempatkan diri secara tepat ditengah lingkungan yang baru. Dinamika pergaulan dan kehidupan sosial seperti itu berpengaruh pada cara Yesus memperlakukan dan menghargai sesamanya. Yesus makin dikasihi manusia (ayat 52). Pernyataan ini menunjukkan kualitas pertumbuhan aspek sosial Yesus. Akhirnya buah dari pembinaan diri secara bertahap, menyeluruh dan ber-kesinambungan dalam diri Yesus diformulasikan penulis Injil Lukas dalam kalimat: "Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.(Luk 2:52). Bertambah besar-Nya, bertambah hikmat- Nya, dan makin dikasihi Allah dan manusia adalah bahasa lain dari bertumbuh secara utuh dan menjadi berkat. Yesus bertumbuh secara fisik, pikiran, perasaan dan kerohanian-Nya hingga menjadi pribadi yang utuh dan dewasa. Itulah buah dari sebuah proses pembentukan diri yang dilakukan sejak dini, bertahap dan berkelanjutan. Yesus menjelma menjadi pribadi yang penuh kharisma, penuh integritas dan menjadi berkat bagi Tuhan dan manusia.
Langkah-langkah Penyampaian
l.Mulailah pemberitaan Firman dengan pertanyaan:
a. Siapa diantara remaja yang mau menjadi orang pintar tetapi tidak punya
teman?
b. Atau punya banyak teman tapi diri sendiri bodoh?
c. Atau punya banyak teman, pintar tetapi sakit-sakitan?
Pertanyaan-pertanyaan di atas akan menyadarkan bahwa semua aspek harus
bertumbuh seimbang dalam diri remaja.
Aspek jasmani, rohani, pikiran, perasaan, individual dan aspek sosial harus bertumbuh secara seimbang dan utuh. Bagaimana bisa bertumbuh secara utuh? Remaja harus bersedia membina dan melatih diri secara bersengaja dan berkelanjutan.
2. Ajaklah remaja belajar dari Yesus dan keluarga-Nya ( lihat penjelasan teks).
Tekankan bahwa di dalam dan melalui keluarga-Nya Yesus bersedia dibentuk
dan membentuk diri-Nya untuk rnengalami pertumbuhan secara fisik, rohani, individual, sosial, pikiran dan perasaan secara seimbang dan berkelanjutan. Buahnya ketika dewasa Yesus menjadi sosok yang penuh kharisma. Dimana saja la hadir dan berkarya selalu menjadi berkat. la dikasihi Allah dan manusia. 3. Relevansikan bahwa Remaja perlu:
a. Menjaga pertumbuhan fisiknya dengan berolah raga, mengkonsumsi makanan
sehat, dan membiasakan diri dengan pola hidup yang teratur.
b. Belajar mengembangkan kecerdasan otak dan seluruh talentanya dengan
ketekunan belajar, berlatih dan tidak hidup bermalas-malasan.
c. Memilih pergaulan yang baik untuk pertumbuhan individual dan sosialnya.
d. Membangun spiritualitas dan kedekatan dengan Tuhan, melalui ibadah, membaca Alkitab, berdoa, memuji Tuhan dan melaksanakan kehendak-Nya.
e. Belajar mengasah ketajaman perasaan dengan melakukan cinta kasih kepada
segala makhluk. Pada akhir pelajaran, ajaklah remaja untuk mengenal aspek-aspek yang diperlukan dalam pertumbuhannya dan hambatan-hambatannya. Berikan dorongan kepada mereka agar dapat mengatasi kendala-kendala yang terjadi dalam kegiatan kreatif seperti di bawah ini:
Kegiatan Kreatif
"GROWING UP"
a. Mintalah Remaja mengisi daftar GROWING UP di bawah.
b. Mintalah mereka mensharingkan data mereka dalam kelompok kecil.
c. Hubungkan dengan Firman Tuhan bertahap, tidak bisa sekaligus.
Diperlukan usaha berlatih dan membentuk diri secara bersengaja dan berkesinambungan. Pertumbuhan dan pembentukan diri hingga mencapai kedewasaan yang utuh, tidak boleh berhenti hingga kita mati.
ASPEK |
YANG DAPAT DlLAKUKAN |
HAMBATAN |
ROHANI
SOSIAL
PIKIRAN
PERASAAN
FISIK |
|
|
|
Bahan yang diperlukan:
Tabel "Growing Up", alat tulis, kertas.
Fokus:
Setiap makluk hidup membutuhkan tahapan-tahapan pertumbuhan. Ibarat orang belajar berlari, harus dimulai dari proses merangkak, berdiri, berjalan dan baru berlari. Ada banyak aspek dalam kehidupan yang harus dikembangkan agar orang dapat bertumbuh secara utuh. Apa saja? Aspek; rohani dan jasmani, pikiran dan perasaan, sosial dan individual. Manusia yang sehat adalah manusia yang memiliki pertumbuhan dalam segala aspek tersebut secara seimbang. Remaja Kristen dipanggil untuk secara bersengaja dan berkelanjutan melatih dan mengembangkan diri menjadi pribadi yang utuh.
|
|
|
|derap des 0507|derap
jan 0108 |derap jan 0208 | derap jan 0308 |
|
derap jan 0408 | derap feb 0108 | derap feb 0208 | derap feb 0308 |
| derap feb 0408 |
derap maret 0108 | derap maret 0208 | derap maret 0308 |
| derap maret 0408 |
derap maret 0508 | derap april 0108 | derap april0208 |
| derap april0308 | derap april0408 | derap mei 0108 | derap mei 0208 |
| derap mei0308 | derap mei0408 | derap juni 0108 | derap juni 0208 |
| derap juni 0308 |
derap juni 0408 | derap juni 0508 | derap juli 0108 |
| derap juli 0208 |
derap juli 0308 | derap juli 0408 | derap agustus 0108 |
| derap agustus 0208 |
derap agustus 0308 | derap agustus 0408 |
| derap agustus 0508 |
derap September 0108 | derap September 0208|
| derap September 0308 | derap September 0408 | derap oktober 0108 |
| derap oktober 0208 |
derap oktober 0308 |
|
|
|
 |
 |
|
|
|
|