 |
 |
|
|
 |
 |
|
|
|
|
|
 |
|
derap remaja adalah bahan
pembinaan untuk remaja.
disusun secara tematis.
setiap tema didasarkan satu
bacaan alkitab.
dilengkapi pula dengan
metode penyampaian.
telah terbit edisi 23. tahun
XII
para penulis derap remaja
2008 : pdt. addi soselia
patriabara,
pdt. tri santoso, pdt. widi
artanto, pdt. didik
tridjatmiko, pdt. wisnu
sapto nugroho,
martin sutedja, pdt. tabita
kartika christiani,
margaritifera
lystiakusumadewi
tata letak: abiya wyanto
kontak: widi artanto,
samirono baru 72 komp. lpps,
yogyakarta, 55281.
telp.(0274) 514721-551592
fax. 0274) 543001
Harga per eksemplar Rp.
20.000,-
Cara pengiriman ongkos cetak:
1. Lewat POS WESEL dengan
memakai blangko yang
dilampirkan
dalam surat pengantar
2. Lewat Bank ke TAHAPAN BCA
cab. Sudirman Yogyakarta
No. 0371994881 a.n. Widi
Artanto.
Segera kirimkan
pemberitahuan pengiriman
bank.
|
|
|
|
|
Oktober 2008 |
|
Minggu 7:
Keluarga dan "Keluarga"
Roma 16:1-16
Minggu 2:
Merayakan Tuhan di Tengah Keluarga
Yohanes 12:1-8
Minggu 3:
Kritik dan Teguran Sebagai Bentuk Pelayanan
Kejadian 37:1-11
Minggu 4:
Merangkak Dulu Baru Berjalan
Lukas 2:41-52
|
Keluarga dan "Keluarga
Roma 16:1-16
|
Penjelasan Teks
Roma 16 adalah bagian penutup surat Paulus kepada jemaat di Roma. Bagian ini berisi tentang "seruan kasih" Paulus kepada Jemaat. Dalam seruan kasih itu Paulus ; meminta jemaat untuk saling menerima dan membantu layaknya umat Allah. Jemaat diminta untuk hidup saling "bersalam-salaman dengan cium kudus". Cium kudus pada masa itu dilakukan dengan tindakan saling merangkul, dan mencium pipi kiri dan kanan. Ini adalah simbol persaudaraan. Di dalamnya termuat kesediaan berbagi dan saling melibatkan diri. Jadi nasihat untuk bersalaman dengan cium kudus mengandung makna saling mengikatkan diri sebagai keluarga Allah yang saling mengasihi. Umat Allah adalah keluarga di dalam Yesus. Tidak ada orang asing dalam keluarga Kristus. Di dalam Dia semua orang bersaudara dalam satu Bapa. Teologi persaudaraan ini secara eksplisit diungkapkan Paulus dalam surat Efesus.
Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah. (Efesus2:19)
Prinsip teologis ini diajarkan dan dilakukan oleh Paulus dimanapun ia berada. Sebagai contohnya dalam Roma 16 ini, Paulus menyebut banyak nama yang dianggapnya sebagai keluarga dalam Kristus. Ada ikatan kasih yang kuat, akrab dan hangat diantara mereka. Beberapa nama yang layak diekspos adalah sbb:
- Jemaat diminta menyambut dan membantu Febe yang datang dari Kengkrea. Paulus memberi sustakai epistolai: semacam surat rekomendasi bahwa Febe adalah diaken yang telah menolong banyak orang termasuk dirinya.
- Priska dan Akwila: teman sekerja yang telah mempertaruhkan nyawa untuk Paulus. Mereka memiliki hati yang terbuka dan selalu membuka pintu rumahnya bagi murid-murid Tuhan (I Kor 16:19). Rumah mereka difungsikan sebagai gereja: pusat persekutuan dan pelayanan. Dari rumah mereka terpancar hubungan persahabatan dan persekutuan kasih yang hangat, akrab dan kuat. Paulus, Priska dan Akwila tinggal serumah ketika melayani di Korintus.(Kis18:18).
- Yunias adalah seorang wanita yang sempat dipenjarakan bersama dengan Paulus karena tugasnya sebagai seorang "rasul" Kristus. Dalam situasi sosial saat itu jarang seorang wanita diberi peran sebesar itu. Namun dalam kasih Kristus semua itu dimungkinkan. Tidak ada seorangpun yang dianggap lebih rendah dari yang lain. Wanita tidak lebih rendah dari pria, karena mereka adalah keluarga Kristus.
- Seisi rumah Aristobulus. Di Roma isi rumah tidak saja menggambarkan keluarga dan teman-teman, tetapi juga termasuk budak-budak. William Barclay menjelaskan bahwa Aristobulus adalah cucu Herodes Agung yang tidak sedikitpun mewarisi kekuasaan Herodes. la seorang prajurit biasa, namun bersahabat dengan Kaisar Claudius. Ketika ia mati hamba-hamba dan budaknya menjadi milik Kaisar, namun mereka diberi kebebasan untuk membentuk golongan sendiri yang kemudian dikenal dengan nama: "isi rumah Aristobulus". Jadi ungkapan ini menunjuk pada mantan budak-budak Aristobulus. Kelompok inipun menjadi keluarga bagi Paulus.
- Trifena dan Trifosa (latin) adalah saudara kembar yang bekerja keras membanting tulang bagi pekerjaan Tuhan. Nama Trifena dan Trifosa artinya cantik dan lembut. Si cantik dan si lembut bekerja membanting tulang. Ini adalah sebuah paradoks. Jadi maksud Paulus adalah bahwa mereka bekerja keras bagi Tuhan tanpa mempedulikan diri sendiri.
Dalam pujian yang diletakkan di belakang nama-nama di atas, jelas tergambar bagaimana kehangatan, keakraban dan kuatnya persekutuan kasih di antara mereka. Tidak ada hubungan sedarah dan sedaging di antara mereka. Bahkan mereka berasal dari latar belakang suku bangsa, kelas sosial dan gender yang berbeda. Namun karena dibakar oleh kasih Kristus, mereka dapat hidup dalam persekutuan kasih layaknya sebuah keluarga.
Jadi hubungan keluarga yang sejati akan terbangun manakala setiap pihak bersedia memberi diri kepada pihak lain dalam persekutuan kasih yang akrab, hangat dan kuat.
Langkah-langkah Penyampaian
1. Tanyakan kepada remaja apa yang mereka pikirkan jika mendengar kata keluarga. Apakah unsur yang paling penting dan harus ada dalam sebuah keluarga? Beri kesempatan remaja mengungkapkan pendapatnya.
2. Tekankan bahwa ikatan darah bukanlah satu-satunya unsur terpenting bagi terciptanya keluarga. Unsur terpenting terciptanya keluarga adalah persekutuan kasih. Kesediaan untuk saling mengasihi dan bahkan mengorbankan diri demi kelangsungan hidup bersama agar lebih manusiawi.
3. Tunjukkan kepada remaja bahwa sekalipun Paulus tidak menikah dan tidak mempunyai anak dan cucu, ternyata toh punya keluarga. Paulus memiliki banyak anggota keluarga. Ikatan kekeluargaan di antara mereka didasarkan pada kasih Kristus. Dalam hubungan kasih yang kuat, akrab dan hangat mereka saling memberi diri habis-habisan. (lihat penjelasan Teks).
4. Relevansikan berita di atas dengan menekankan bahwa:
a. Jika tanpa ikatan darah para tokoh dalam surat Roma bisa hidup menjadi satu keluarga yang saling mengasihi, maka sangat ironis jika mereka yang memiliki ikatan darah tidak bisa hidup sebagai keluarga yang saling mengasihi. Berikan dorongan kepada remaja untuk mensyukuri anugerah Allah jika mereka memiliki Bapak, Ibu, saudara-saudara dan keluarga dalam ikatan darah. Rayakanlah hidup berkeluarga dengan persekutuan kasih yang memancar kepada masyarakat.
b. Doronglah juga remaja untuk menghayati panggilan hidup menggereja sebagai perwujudan keluarga Allah. Setiap orang percaya dipanggil untuk mengikatkan diri sebagai anggota persekutuan keluarga Allah. Ajak mereka mensyukuri karya Allah yang mengikatkan saudara seiman sebagai keluarga.
c. Namun pada pihak lain rasa syukur itu tidak boleh menjelma menjadi sikap eksklusif (hanya bisa membangun persaudaraan dengan yang sedarah, seetnis dan segolongan, seagama saja). Ada panggilan yang lebih luas yang harus mereka perankan mengatasi ikatan-ikatan eksklusif.
Rasa syukur itu perlu dinyatakan dengan kesediaan membangun persekutuan kasih yang hangat, akrab dan kuat, sehingga rumah mereka menjadi rumah yang memiliki pintu yang terbuka (inklusif) bagi mereka yang membutuhkan kasih sayang. Jika melihat tetangga disekeliling kita membutuhkan kasih sayang,
doronglah remaja untuk menjalankan prinsip "cium kudus" dalam kasih.
d. Keluarga harus menjadi basis persekutuan dan sekaligus basis pelayanan cinta kasih bagi masyarakat. Demikian pentingnya peranan keluarga di tengah masyarakat dan negara, hingga Paus Pius XI berkata: The Family is more
sacred than the state. (Keluarga lebih sakral dari pada negara). Itu sebabnya remaja diundang untuk merayakan hidup berkeluarga dalam kasih Kristus.
Motivasilah remaja untuk mengembangkan inklusifitas hidup berkeluarga dengan belajar dari sikap Suster Theresa di Calcutta yang memperlakukan setiap orang yang lapar dan terasing sebagai keluarga dan saudara yang dikasihi dengan segenap hati.
6. Ajaklah remaja mengikuti kegiatan kreatif "Ironi-ironi Keluarga" seperti di bawah ini.
7. Akhiri pemberitaan Firman dengan mengajak remaja menyanyikan lagu: Dalam Yesus Kita Bersaudara, KJ 249 Serikat Persaudaraan atau NKB 133 (pilih salah satu).
Kegiatan Kreatif
IRONI-IRONI KELUARGA
1. Bagikanlah sejumlah koran/majalah yang memuat berita tentang keluarga kepada remaja.
2. Dalam kelompok-kelompok kecil mintalah mereka membuat kliping gambar/berita tentang keluarga. Utamakan berita tentang "ironi-ironi keluarga".
3. Mintalah mereka memberikan komentar reflektif (lisan/tertulis).
4. Pajanglah kliping itu di ruang kebaktian remaja selama sebulan.
|
Bahan yang diperlukan:
Sejumlah koran, majalah, kertas karton, dan spidol.
Fokus:
"Keluarga” adalah sekelompok orang yang hidup dalam pertalian hubungan yang kuat dan hangat. Hubungan kasih yang erat, kuat dan hangat itulah yang membuat keluarga menjadi bermakna. Jika keakraban, kehangatan dan jalinan kasih yang kuat sirna, maka ikatan darah tidak berarti apa-apa. Sebaliknya kendati tidak ada hubungan darah, namun jika sekelompok orang hidup dalam jalinan kasih yang akrab, hangat dan kuat, maka mereka bisa menjadi "keluarga". Remaja Kristen dipanggil untuk membangun jalinan kasih yang hangat, akrab dan kuat di tengah keluarga dan lingkungan hidupnya.
|
|
|
|derap des 0507|derap
jan 0108 |derap jan 0208 | derap jan 0308 |
|
derap jan 0408 | derap feb 0108 | derap feb 0208 | derap feb 0308 |
| derap feb 0408 |
derap maret 0108 | derap maret 0208 | derap maret 0308 |
| derap maret 0408 |
derap maret 0508 | derap april 0108 | derap april0208 |
| derap april0308 | derap april0408 | derap mei 0108 | derap mei 0208 |
| derap mei0308 | derap mei0408 | derap juni 0108 | derap juni 0208 |
| derap juni 0308 |
derap juni 0408 | derap juni 0508 | derap juli 0108 |
| derap juli 0208 |
derap juli 0308 | derap juli 0408 | derap agustus 0108 |
| derap agustus 0208 |
derap agustus 0308 | derap agustus 0408 |
| derap agustus 0508 |
derap September 0108 | derap September 0208|
| derap September 0308 | derap September 0408 |
|
|
|
 |
 |
|
|
|
|