 |
 |
|
|
 |
 |
|
|
|
|
|
 |
|
derap remaja adalah bahan
pembinaan untuk remaja.
disusun secara tematis.
setiap tema didasarkan satu
bacaan alkitab.
dilengkapi pula dengan
metode penyampaian.
telah terbit edisi 23. tahun
XII
para penulis derap remaja
2008 : pdt. addi soselia
patriabara,
pdt. tri santoso, pdt. widi
artanto, pdt. didik
tridjatmiko, pdt. wisnu
sapto nugroho,
martin sutedja, pdt. tabita
kartika christiani,
margaritifera
lystiakusumadewi
tata letak: abiya wyanto
kontak: widi artanto,
samirono baru 72 komp. lpps,
yogyakarta, 55281.
telp.(0274) 514721-551592
fax. 0274) 543001
Harga per eksemplar Rp.
20.000,-
Cara pengiriman ongkos cetak:
1. Lewat POS WESEL dengan
memakai blangko yang
dilampirkan
dalam surat pengantar
2. Lewat Bank ke TAHAPAN BCA
cab. Sudirman Yogyakarta
No. 0371994881 a.n. Widi
Artanto.
Segera kirimkan
pemberitahuan pengiriman
bank.
|
|
|
|
|
Nopember 2008 |
|
Minggu 1:
Liturgi: Bendungan atau Sungai?
Amos 5:21-24
Minggu 2:
Duta Bagi Kristus
2 Korintus 5:16-21
Minggu 3:
Bersaksi dan Melayani - Dua Sisi dari Satu Mata Uang
Matius 10:5-8
Minggu 4:
Bersaksi dan Melayani dengan Kompak
Filipi 2:19-30
Minggu 5:
Diakonia
Kisah Para Rasul 6:1-6
|
Diakonia
Kisah Para Rasul 6:1-6
|
Penjelasan Teks
Perikop ini merupakan bagian yang menggambarkan perkembangan jemaat Kristen yang paling awal. Jumlah murid semakin bertambah, sehingga ada persoalan dalam hal perhatian (bantuan) terhadap janda-janda. Pada masa itu janda-janda biasanya menjadi miskin jika suami-suami mereka tidak meninggalkan banyak warisan; sebab waktu itu tidak biasa perempuan bekerja. Pada banyak ayat dalam Alkitab janda-janda sering disebutkan bersama-sama dengan anak-anak yatim, sebagai kelompok yang harus dibantu.
Di rumah-rumah ibadah orang Yahudi (sinagoga) ada kebiasaan pengumpulan uang dan barang-barang keperluan hidup sehari-hari, yang dilaksanakan setiap Jumat pagi. Siangnya uang dan barang-barang itu didistribusikan. Bagi yang membutuhkan bantuan tetap, distribusi itu mencukupi kebutuhan hidup seminggu (14 kali makan). Pengumpulan dana ini disebut kuppah yang berarti keranjang. Di samping itu ada pengumpulan dana untuk kebutuhan mendesak dan tidak rutin, yang disebut tamhui atau baki.
Rupanya jemaat Kristen Yahudi memelihara kebiasaan sinagoga itu. Namun persoalan dalam jemaat perdana ini muncul, berkenaan dengan distribusi bantuan kepada janda-janda yang dianggap kurang adil. Saat itu jemaat terdiri dari orang-orang Yahudi yang tetap tinggal di Palestina dan berbahasa Aram, dan orang-orang Yahudi yang tinggal di luar Palestina sehingga mereka berbahasa Yunani. Waktu itu janda-janda Yahudi berbahasa Yunani merasa diabaikan dalam pembagian bantuan.
Rasul-rasul tidak dapat terlibat dalam pelaksanaan pembagian bantuan kepada janda-janda, sebab mereka mau berkonsentrasi pada doa dan pelayanan Firman. Maka dipilihlah 7 orang untuk "pelayanan meja," yang terdiri dari orang-orang Yahudi berbahasa Yunani (Stefanus, Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas, Nikolaus). Kata "pelayanan meja" di sini sebenarnya dalam bahasa asli Kisah Para Rasul merupakan kata kerja bahasa Yunani, yaitu "diakonein," yang kata bendanya adalah "diakonia."
John Calvin, salah seorang reformator, menjadikan "diaken" sebagai suatu jabatan gerejawi. Maka di gereja-gereja Protestan Calvinis ada jabatan diaken di samping penatua dan pendeta (ketiganya membentuk Majelis Jemaat). Tapi di GKI akhir-akhir ini jabatan diaken ditiadakan karena pekerjaan diakonia dianggap tugas panggilan seluruh anggota jemaat.
Pada masa kini diakonia tidak cukup hanya dilakukan secara karitatif seperti pembag ian sembako dll., yang habis dalam waktu singkat. Dibutuhkan diakonia reformatif yang membaharui kehidupan seseorang; misalnya dengan memberikan beasiswa, atau keterampilan dan lapangan pekerjaan. Demikian juga dibutuhkan diakonia transformatif yang mengubah situasi dan struktur masyarakat atau kekuasaan; misalnya memperjuangkan perubahan peraturan yang merugikan orang miskin, mengubah cara hidup yang merusak alam, dll. Istilah yang sering dipakai adalah "jangan cuma beri ikan, tapi berilah kail; namun juga hak untuk mengail"
Langkah-langkah Penyampaian
1. Tanyakan kepada remaja pelayanan sosial apa yang pernah dilakukan gereja atau komisi remaja. Diharapkan mereka dapat menyebutkan contoh-contoh pelayanan sosial karitatif seperti pembagian sembako, pengobatan gratis, nasi murah, posko bencana alam, perkunjungan ke panti asuhan dll. Tanyakan pula apakah seluruh anggota jemaat, termasuk remaja, terlibat di dalamnya - ataukah dilakukan hanya oleh orang-orang tertentu.
2. Jelaskan bahwa pelayanan sosial merupakan salah satu tugas panggilan gereja, yang disebut “pelayanan meja" atau diakonia. Jadi gereja tidak hanya mengurus hal-hal "rohani" sebab yang rohani dan jasmani tidak bisa dipisahkan. Tugas ini sudah ada sejak,gere|a perdana. Ajak remaja membaca Kisah Para Rasul 6:1-6 dan jelaskan hal-hal penting dari perikop ini (lihat PenjelasanTeks di atas).
3. Jelaskan bahwa di gereja-gereja Protestan Calvinis ada jabatan Diaken yang sejajar dengan Penatua dan Pendeta dalam membentuk Majelis Jemaat. Tapi di GKI tidak ada lagi karena diakonia adalah tugas seluruh anggota jemaat (lihat Penjelasan Teks di atas).
4. Ajak remaja membicarakan bentuk-bentuk diakonia yang selama ini sudah dilaksanakan oleh gereja. Apakah itu cukup? Tunjukkan situasi nyata masyarakat di sekitar gereja. Apakah kebutuhan masyarakat? Jelaskan bahwa diakonia tidak hanya bersifat karitatif, tapi juga reformatif dan transformatif. Berikan contoh-contoh masing-masing jenis diakonia.
5. Bagi remaja dalam beberapa kelompok kecil. Tiap kelompok diberi tugas merencanakan diakonia karitatif, reformatif, dan transformatif yang mampu mereka lakukan saat ini; dan juga kerinduan mereka untuk melakukannya pada masa depan sesuai cita-cita mereka.
Kegiatan Kreatif
Remaja merencanakan dan melaksanakan kegiatan diakonia yang nyata. Arahkan supaya jangan hanya diakonia karitatif, tapi juga reformatif dan transformatif.
|
Bahan yang diperlukan:
Kertas dan alat tulis.
Fokus:
Bisa jadi istilah "Diakonia" tidak begitu populer di kalangah anak muda. Mungkin mereka lebih terbiasa dengan istilah "pelayanan sosial" Bentuk pelayanan sosial yang paling sering dilakukan gereja adalah pelayanan karitatif, seperti membagi sembako; menolong korban bencana alam pada hari-hari pertama; mengunjungi panti asuhan. Melalui pelajaran ini remaja mengerti bahwa diakonia memiliki banyak bentuk, tidak hanya karitatif; selanjutnya mereka dapat merencanakan bentuk-bentuk diakonia yang tepat bagi masyarakat di sekitarnya.
|
|
|
|
|derap des 0507|derap
jan 0108 |derap jan 0208 | derap jan 0308 |
|
derap jan 0408 | derap feb 0108 | derap feb 0208 | derap feb 0308 |
| derap feb 0408 |
derap maret 0108 | derap maret 0208 | derap maret 0308 |
| derap maret 0408 |
derap maret 0508 | derap april 0108 | derap april0208 |
| derap april0308 | derap april0408 | derap mei 0108 | derap mei 0208 |
| derap mei0308 | derap mei0408 | derap juni 0108 | derap juni 0208 |
| derap juni 0308 |
derap juni 0408 | derap juni 0508 | derap juli 0108 |
| derap juli 0208 |
derap juli 0308 | derap juli 0408 | derap agustus 0108 |
| derap agustus 0208 |
derap agustus 0308 | derap agustus 0408 |
| derap agustus 0508 |
derap September 0108 | derap September 0208|
| derap September 0308 | derap September 0408 | derap oktober 0108 |
| derap oktober 0208 |
derap oktober 0308 | derap oktober 0408 |
| derap nopember 0108 | derap nopember 0208 | derap nopember 0308 |
| derap nopember 0408 |
|
|
|
 |
 |
|
|
|
|