 |
 |
|
|
 |
 |
|
|
|
|
|
 |
|
derap remaja adalah bahan
pembinaan untuk remaja.
disusun secara tematis.
setiap tema didasarkan satu
bacaan alkitab.
dilengkapi pula dengan
metode penyampaian.
telah terbit edisi 23. tahun
XII
para penulis derap remaja
2008 : pdt. addi soselia
patriabara,
pdt. tri santoso, pdt. widi
artanto, pdt. didik
tridjatmiko, pdt. wisnu
sapto nugroho,
martin sutedja, pdt. tabita
kartika christiani,
margaritifera
lystiakusumadewi
tata letak: abiya wyanto
kontak: widi artanto,
samirono baru 72 komp. lpps,
yogyakarta, 55281.
telp.(0274) 514721-551592
fax. 0274) 543001
Harga per eksemplar Rp.
20.000,-
Cara pengiriman ongkos cetak:
1. Lewat POS WESEL dengan
memakai blangko yang
dilampirkan
dalam surat pengantar
2. Lewat Bank ke TAHAPAN BCA
cab. Sudirman Yogyakarta
No. 0371994881 a.n. Widi
Artanto.
Segera kirimkan
pemberitahuan pengiriman
bank.
|
|
|
|
|
maret 2008 |
|
Minggu 1: Proklamasi dan Aksi
Lukas 4:16-21 (Nas:21)
Minggu 2:Yesus Diteguhkan dan Meneguhkan Murid-murid
Lukas 22:39-46
Minggu 3: Ya Bapa, Ampunilah Mereka
Lukas 23:33-43
Minggu 4: Hidup yang Berkemenangan
1 Korintus 15:54-58
Minggu 5: Aku Berubah
Galatia 2:15-21 (Nas: 19-20)
|
|
Proklamasi dan Aksi
Lukas 4:16-21 (Nat: 21)
|
Penjelasan Teks
Tuhan Yesus memiliki kebiasaan pergi ke rumah ibadah pada hari Sabat. Dalam acara ibadah tersebut, setiap pria yang telah dewasa berhak untuk membaca kitab para nabi, setelah lebih dahulu dibaca satu bagian dari Kitab Taurat. Dalam ibadah tersebut sudah terlebih dahulu dibaca sebuah ucapan yang disebut "Syema Israel..." (Dengarlah hai umat Israel), yang diambil dari Ulangan 6:4-9. Setiap orang yang membaca Kitab Suci harus berdiri untuk menghormati Kitab tersebut. Pada hari itu Yesus berdiri untuk membaca kitab Yesaya 61:1-2.
Setelah membaca ayat-ayat tersebut, la duduk dan berkhotbah. Yesus berkata, "Pada hari ini genaplah nat ini sewaktu kamu mendengarnya" (ay. 21 ). Dengan 'khotbah yang hanya satu kalimat ini Yesus menyatakan sebuah proklamasi pembebasan pada detik itu juga! Pada saat itu Yesus berkhotbah seperti seorang nabi. Namun demikian, dari isi khotbah-Nya, yang di-dasarkan pada Yesaya 61:1-2, la hendak menyatakan bahwa diri-Nya adalah seorang nabi yang bukan sekedar mewartakan, namun juga menjalankan, karya Al¬lah. Proklamasi pembebasan itu diwujudkan dalam aksi yang nyata.
"Roh Tuhan ada pada-Ku" (ay. 18a) menunjukkan bahwa karya yang dilakukan Yesus bukanlah kegiatan sosial semata-mata, melainkan karya Allah sendiri melalui Yesus.
Melalui proklamasi dan aksi yang dilakukan aleh Yesus ternyata keselamatan dan pembebasan itu bukan hanya mencakup jiwa, melainkan keselamatan manusia secara utuh, jasmani dan rohani. Seringkali orang merohanikan segala sesuatu: kesela¬matan rohani bagi orang yang miskin rohani, buta rohani, tawanan dan tertindas secara rohani (oleh dosa). Padahal jika kita me lihat karya Yesus, sasaran-Nya bukanlah pada masalah rohani semata, melainkan la benar-benar memberitakan kabar baik kepada manusia yang secara fisik benar-benar miskin, memberikan penglihatan kepada orang yang benar-benar buta secara fisik dan sebagainya. Yesus benar-benar telah menggenapi apa yang diproklamasikan-Nya.
Langkah-langkah Penyampaian
1. Ajak remaja membicarakan istilah NATO dan Iain-Iain (lihat bagian "Fokus" di atas). Minta remaja memberikan contoh-contoh kongkret dari pengalaman mereka tentang hal ini. Bisa juga ditambahkan ilustrasi tentang calo bis di terminal yang berteriak memberitahukan jurusan bis, namun ia sendiri tidak ikut pergi ke kota itu. Jadi ia hanya berbicara tapi tidak melakukan apa yang ia katakan.
2.Ajak remaja membaca Lukas 4:16-21. Jelaskan perikop ini dengan penekanan pada proklamasi dan aksi yang dilakukan oleh Yesus (lihat bagian "Penjelasan Teks" di atas).
3.Bicarakan dengan remaja, apakah proklamasi dan aksi Yesus ini masih relevan untuk masa kini, dan bagaimana wujudnya. Pakailah bagan seperti ini (dapat ditulis pada papan tulis):
Proklamasi (ay. 18-I9) |
Aksi masa kini |
| Kabar baik kepada orang-orang miskin |
|
| Pembebasan kepada orang-orang tawanan |
|
| Penglihatan bagi orang-orang buta |
|
| Pembebasan bagi orang-orang tertindas |
|
| Pemberitaan tahun rahmat Tuhan telah datang |
|
Contoh cara pengisian (ini hanya contoh, biarkan remaja mengembangkannya):
Proklamasi (ay. 18-19) |
Aksi masa kini |
| Kabar baik kepada orang-orang miskin |
-memberikan uang kepada pengemis
-membantu SPP (anak asuh)
-memberi pelajaran keterampilan
-mencarikan pekerjaan |
| Pembebasan kepada orang-orang tawanan |
-menguatkan orang agar berani berkata benar
-menguatkan orang agar berani mem bongkar kejahatan yang ia ketahui |
| Penglihatan bagi orang-orang buta |
-pengobatan gratis
-memberikan keterampilan/ pelajaran untuk orang cacat |
| Pembebasan bagi orang-orang tertindas |
-pembelaan terhadap orang-orang yang dirampas tanahnya dengan sewenang -wenang |
| Pemberitaan tahun rahmat Tuhan telah datang |
-penghapusan hutang luar negeri negara-negara miskin |
Bahan yang diperlukan:
Karton (kertas manila) dan spidol besar.
Kertas HVS (bisa bekas, asal yang satu sisi masih kosong) dan pen/ pinsil.
Jumlah masing-masing disesuaikan dengan jumlah kelompok kecil yang dibentuk (tiap kelompok kecil terdiri atas 5 orang; jadi kalau jumlah remaja 30 orang, siapkan masing-masing 6; kalau 50 orang, masing-masing 10 dsb.)
Fokus:
Seringkali kita mendengar orang memberi komentar kepada seseorang, "NATO," yang merupakan singkatan dari No Action Talk Only. Dalam bahasa Jawa ada istilah "jarkoni, bisa ujar ora bisa nglakoni," yang artinya cuma bisa ngomong tapi tak bisa melakukan. Ada lagi istilah "gajah diblangkoni, bisa kojah ora bisa nglakoni," yang artinya dapat berbicara yang indah-indah tapi tidak bisa melakukannya. Atau orang berkata, "Lakukan apa yang saya katakan, jangan lakukan apa yang saya lakukan." Semua istilah ini menunjuk pada orang yang hanya pandai berkata indah, tapi ia sendiri tidak melakukannya. Bagaimana dengan Yesus? la tidak NATO, sebab la melakukan apa yang la nyatakan. Proklamasi pembebasan untuk orang-orang miskin, cacat, dan sebagainya, diikuti dengan aksi yang nyata untuk menolong, menyembuhkan, dan memulihkan mereka. Melalui pelajaran ini remaja merasakan aksi Yesus yang membebaskan dalam hidupnya, sehingga mereka bersedia memberitakan karya Yesus itu kepada orang lain.
|
4. Tekankan bahwa remaja juga dipanggil untuk ikut ambil bagian dalam memberitakan kabar baik untuk orang-orang miskin, buta, tertindas dan sebagainya. Mungkin remaja merasa tidak mampu melakukannya karena mereka belum berpenghasilan Maka tekankan bahwa mereka dapat melakukan dua hal. Pertama, menolong orang lain dengan kemampuan yang mereka miliki (tidak harus dalam wujud memberikan uang, tapi juga kepandaian, perhatian, penghargaan dan sebagainya). Kedua, belajar yang sungguh-sungguh untuk mencapai cita-cita yang dapat menjadi berkat bagi orang lain. Tekankan bahwa pandai saja tidak cukup, jika kepandaian itu hanya untuk diri sendiri. Kepandaian adalah untuk menjadi berkat bagi orang lain.
5. Tutup dengan bersama-sama menyanyikan Kidung Jemaat 432 :
"Jika Padaku Ditanyakan"
Jika padaku ditanyakan apa akan kubritakan
pada dunia yang penuh penderitaan
'Kan kusampaikan kabar baik pada
orang-orang miskin, pembebasan bagi orang yang ditawan
Yang buta dapat penglihatan, yang tertindas dibebaskan;
sungguh tahun rahmat Tuhan sudah tiba
K'rajaan Allah penuh kurnia, itu berita bagi isi dunia
Jika padaku ditanyakan apa akan
kusampaikan pada dunia yang penuh dengan cobaan
Aku bersaksi dengan kata, tapi juga dengan karya
menyampaikan kasih Allah yang sejati
T'lah tersedia bagi kita pengampunan dan anug'rah
Kes'lamatan dalam Kristus Putera-Nya
K'rajaan Allah penuh kurnia, itu berita bagi isi dunia
|
Kegiatan
Minta remaja membagi diri dalam kelompok-kelompok kecil @ 5 orang, kemudian menuliskan kembali proklamasi ayat 18-19 dengan kalimat dan istilah mereka sendiri, Proklamasi ini sekaligus menunjukkan aksi yang akan mereka lakukan. Proklamasi remaja Kristen masa kini tersebut ditulis pada karton (kertas manila), Untuk menemukan kata-kata yang tepat, terlebih dahulu remaja membicarakan dan menuliskannya pada kertas HVS; setelah mantap baru ditulis di karton. Pasang karton-karton itu pada dinding agar semua dapat saling membaca.
|
|
|
|derap des 0507|derap
jan 0108 |derap jan 0208 | derap jan 0308 |
|
derap jan 0408 | derap feb 0108 | derap feb 0208 | derap feb 0308 |
| derap feb 0408 |
|
|
|
 |
 |
|
|
|
|