Home | Tentang Kami | Kesaksian | Acara rohani | Link
 
Swara Surgawi
Video Streaming
Gratis CD Sabda
Alkitab Elektronik
Hollypower.net
E-mail Gratis
E-card
Kartu Ucapan Kristiani
 
eXTReMe Tracker
  DERAP REMAJA 2008


derap remaja adalah bahan pembinaan untuk remaja. disusun secara tematis.
setiap tema didasarkan satu bacaan alkitab.
dilengkapi pula dengan metode penyampaian.
telah terbit edisi 23. tahun XII
para penulis derap remaja 2008 : pdt. addi soselia patriabara,
pdt. tri santoso, pdt. widi artanto, pdt. didik tridjatmiko, pdt. wisnu sapto nugroho,
martin sutedja, pdt. tabita kartika christiani, margaritifera lystiakusumadewi
tata letak: abiya wyanto
kontak: widi artanto, samirono baru 72 komp. lpps, yogyakarta, 55281.
telp.(0274) 514721-551592 fax. 0274) 543001

Harga per eksemplar Rp. 20.000,-
Cara pengiriman ongkos cetak:
1. Lewat POS WESEL dengan memakai blangko yang dilampirkan
dalam surat pengantar
2. Lewat Bank ke TAHAPAN BCA cab. Sudirman Yogyakarta
No. 0371994881 a.n. Widi Artanto.
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank
.
 

Cara penggunaan Derap Remaja

Anatomi Materi

Juni 2008


Minggu 1: Diutus Untuk Menjadi Garam dan Terang Dunia
Matius 5:13-16

Minggu 2: Jurang itu Makin Menganga
1 Raja-raja 17:7-24

Minggu 3: Mengapa Ia Lahir Buta?
Yohanes 9:1-41

Minggu 4: Maju Kena, Mundur Kena
Kejadian 11:1-9

Minggu 5: Awas, Globalisasi!
Wahyu 21:1-4

Jurang itu Makin Menganga
1 Rajaraja 17:7-24


Penjelasan Teks
Perikop ini berlatar belakang peristiwa kekeringan yang merupakan hukuman Tuhan sebagai akibat penyembahan Israel terhadap Baal (baca pasal 16:29-17:1). Elia adalah nabi yang diutus Tuhan untuk menyampaikan berita penghukuman itu. Namun ia sendiripun tak luput dari kesusahan akibat kekeringan itu, yakni sulit mendapat makanan dan minuman. Sekalipun demikian Tuhan memeliharanya dengan dua cara, yakni melalui burung gagak saat ia diperintahkan pergi ke tepi sungai Kerit (17:2-6), dan me¬lalui seorang janda saat ia diperintahkan pergi ke Sarfat (17:7-24).

Tidak Masuk Akal Bagi Manusia, Masuk Akal Bagi Tuhan
Ada lima hal yang tidak masuk akal manusia dalam kisah Elia dan janda di Sarfat ini.
1. Perintah Tuhan kepada Elia untuk pergi ke Sarfat
Sarfat termasuk wilayah Sidon. Sidon justru adalah asal ratu Izebel (16:31), istri raja Ahab, yang menyebabkan Ahab menyembah Baal dan seluruh Israel berdosa. Izebel pula yang berikhtiar akan membunuh Elia (19:2), dan membunuh Nabot serta merebut kebun anggurnya dengan cara yang sangat licik (pasal 21). Tidak masuk akal jlka Tuhan malah menyuruh Elia pergi ke sana. Bahayanya terlalu besar. Ayah Izebel adalah penguasa Sidon. Maka jika musuh anaknya ketahuan ada di daerah kekuasaannya, dengan mudah ia dapat menyerahkan Elia kepada Izebel. Namun toh Elia pergi juga. Baginya sudah cukup perintah Allah itu. la yakin akan dipelihara dengan cara Tuhan sendiri seperti saat ia berada di tepi Sungai Kerit.
2. Perintah Tuhan kepada seorang janda miskin untuk memberi Elia makan
Dari pihak Elia
la diperintahkan menemui seorang janda yang akan memelihara makan dan minumnya. Bisa jadi Elia membayangkan seorang janda kaya yang mendapat banyak warisan dari almarhum suaminya. Namun jangankan dari dekat, dari pintu gerbang kota saja sudah kelihatan tak ada tanda-tanda kekayaan pada diri sang janda. Mana ada janda kaya yang mengumpulkan kayu api (17:10) Dan ternyata, harta kekayaan sang janda hanya tinggal segenggam tepung dan sedikit minyak, Namun Elia beriman bukan pada apa yang dilihatnya, melainkan pada Allah yang memerintahkannya ke situ.
Dari pihak Janda Sarfat
Tiba-tiba ia kedatangan tamu dari jauh, seorang Yahudi, yang bukannya membawa oleh-oleh tapi malah meminta persediaan pangan terakhirnya, Bisa jadi ia bergumul, mengapa pria (pihak yang kuat) ini tega meminta makanan terakhir dari seorang wanita (pihak yang lemah) yang sedang kelaparan, punya anak yang kelaparan juga. Kalau demi kelanjutan hidup anaknya, mungkin ia rela memberikan bagiannya; tapi untuk seorang asing? Bisa juga sang janda berpikir jika Allah sang nabi sanggup membuat tepung dan minyak tak habis-habis, mengapa la tidak memberi saja makanan pada utusan-Nya? Kenapa harus minta padanya? Sama sekali tak masuk akal. Namun akhirnya ia menuruti perintah Elia. Bisa diartikan bahwa ia putus asa, toh makan atau tidak, sebentar lagi juga akan mati karena tak ada lagi makanan. Lebih baik berbuat baik sebelum mati. Namun kemungkinan berikut lebih positif. Iman sang janda sama kuatnya dengan iman Elia. la yakin Allah sang nabi tidak salah perin¬tah. Maka ia menuruti semuanya itu.
3. Tepung dan minyak yang tak habis-habis
Sangat tak masuk akal bahwa tepung yang segenggam itu setiap hari masih tetap ada segenggam, dan sedikit minyak dalam buli-buli masih terus ada setelah dipergunakan untuk membuat roti. Setiap hari cukup untuk makan tiga orang. Namun sejak perintah itu diberikan memang sudah tidak masuk akal. Itulah cara Allah memelihara Elia dan sang janda serta anaknya, orang-orang yang beriman kepadanya. Tak masuk akal bagi manusia, tapi masuk akal bagi Tuhan.
4. Kembalinya nyawa anak sang janda
Selang beberapa waktu putra sang janda meninggal. Satu-satunya milik yang paling berharga, yang akan menjamin masa tuanya, pergi. Kesedihannya tentu jauh melebihi kesusahan menghadapi kelaparan pada saat sebelumnya. Untuk anaknya dia rela mati. Tapi bila anaknya mati? Apalagi pada dasarnya ia mengira anaknya mati karena kesalahan-kesalahannya di masa lampau (17:18). Entah apakah kesalahan itu Alkitab tidak menuliskan. Namun sekali lagi Allah memelihara kehidupan. la menghidupkan anak itu (17:23). Dan oleh karena perbuatan-Nya itu, sang janda dari negeri kafir, tempat para penyembah Baal, dengan tulus mengaku percaya kepada Allah Israel. Suatu hal yang justru tidak dilakukan oleh Israel, umat Tuhan sendiri.

JURANG YANG DIJEMBATANI
Allah, Elia dan Janda Sarfat adalah tiga tokoh utama dari perikop ini. Posisi mereka masing-masing apabila digambarkan kira-kira seperti ini:
Janda Sarfat di sini berfungsi sebagai jembatan bagi Elia untuk melaksanakan kehendak Allah. Mereka tidak saling kenal; mereka hidup pada lokasi berjauhan. Namun atas kehendak Allah mereka harus bertemu, supaya satu sama lain dapat melanjutkan kehidupan. Melalui cara Tuhan yang seolah tak masuk akal, mereka dipertemukan. Tentu itu tak akan pernah terjadi apabila Elia tidak mau melintasi jarak yang ada. Juga tak akan pernah terjadi apabila Elia hanya berdiri di depan pintu gerbang kota dan memperhatikan sang janda mengumpulkan kayu bakar. PertoIongan Tuhan tak akan pernah dirasakan oleh keduanya apabila Elia tidak mendatangi sang janda dan sang janda tidak mau memberikan makanan terakhirnya dan menerima sang nabi di rumahnya. Kita tak akan pernah tahu bagaimana kondisi mereka selanjutnya kalau jurang diantara mereka semakin menganga karena tak ada satupun yang mau melintasi jembatan.
---------------------------------------------------------------------------------------
Langkah-langkah Penyampaian
1. Sediakanlah kertas kosong dan alat tulis. Minta remaja mencatat apa yang paling ia suka perhatikan saat ini. Jawaban-jawaban mereka memperlihatkan apakah perhatian mereka lebih banyak tertuju pada diri sendiri atau orang lain.
2. Jelaskan bahwa adalah wajar bila di usia remaja seseorang mulai memperhatikan dirinya sendiri: penampilannya, ketenangannya, dll. (sesuai jawaban-jawaban yang dicatat). Wajar pula bila mereka ingin diperhatikan. Namun sampaikan bahwa menjadi tidak wajar apabila sikap memperhatikan diri sendiri dan minta perhatian orang lain itu menjadi berlebihan. Misalnya ada remaja yang sampai memaksa dan membuat susah orang tuanya hanya karena keinginannya untuk memiliki sebuah HP atau membeli baju model terbaru demi mengikuti trend, sementara ia tahu kondisi orang tuanya tidak mampu atau sedang menghadapi kesulitan. Atau relasi pertemanan yang tidak seimbang, yang satu terlalu harus mau memperhatikan, mendengar, memahami yang lain.
Jelaskan bahwa jika itu terjadi berarti kita hanya minta diperhatikan tanpa mau memperhatikan orang lain. Kebutuhan orang lain menjadi tak terlihat karena sikap kita berlebihan dalam memperhatikan diri sendiri.
3. Ajak remaja membuka I Raja-Raja 17:7-24. Sampaikan penjelasan teks.
4. Sampaikan penegasan bahwa merupakan kewajiban bagi remaja Kristen untuk memberi perhatian pada sesamanya khususnya mereka
yang lemah dan tidak berdaya dan yang membutuhkan pertolongan kita.
Tidak cukup memperhatikan sambil
berdiam diri saja namun harus pergi dan memberi diri
. Saat ini orang semakin tidak peduli satu terhadap yang lainnya, namun remaja Kristen tidak boleh demikian.
5. Sebagai penutup ajak remaja melakukan kegiatan kreatif.
---------------------------------------------------------------------------
Kegiatan
Pergilah pada Mereka!
-Siapkanlah nasi bungkus sejumlah remaja yang hadir atau terserah pertimbangan pembimbing sendiri
-Setelah menyampaikan penegasan bagikanlah nasi bungkus kepada remaja masing-masing lalu bungkus
(bukan untuk dimakan oleh remaja sendiri lho ... ©). Terangkan bahwa nasi bungkus di sini berlaku sebagai simbol pemberian diri.
-Ajak remaja pergi ke luar dan mencari gelandangan dan pengemis di pinggir jalan, lalu minta mereka memberikan nasi kepada orang-orang tersebut. Saat memberikan mereka harus menatap orang yang diberinya, jadi tidak memberi sambil lalu, dan tidak boleh memperlihatkan rasa jijik.
-Minta mereka memperhatikan bagaimana reaksi dan raut wajah orang-orang yang diberi dan mencatatnya dalam hati.
-Minta remaja kembali ke tempat semula pada jam yang telah ditentukan, kemudian adakan sharing pengalaman bersama. Tanyakan bagaimana perasaan mereka. Boleh juga kalau mau langsung pulang (bila waktu tak memungkinkan), namun beri pesan sebelumnya bahwa sesampai remaja di rumah, sebelum tidur minta mereka meluangkan waktu untuk mengingat dan merenungkan kembali pengalaman tadi, kemudian bersyukur dan mendoakan orang yang diberinya nasi, serta komitmennya untuk hidup sebagai remaja Kristen yang memperhatikan
mereka yang miskin, lemah dan tak berdaya.
-Teknis pelaksanaan boleh diatur sendiri.

Catatan:
-Nasi kardus dimaksudkan untuk memberi rasa menghargai yang lebih kepada mereka yang diberi, dibandingkan sekedar nasi bungkus. Boleh juga bila diganti dengan sembako atau barang berguna lainnya.
-Alternatif pelaksanaan bisa dengan mengajak remaja iuran untuk membeli nasi kardus, jadi ada sesuatu yang mereka korbankan. Sehingga pada waktu membagi mereka akan lebih tersentuh.
-Alternatif kegiatan krealif lainnya bisa juga dengan mengajak remaja merancang barang berharga apa yang dimilikinya yang akan diberikan kepada orang/teman yang membutuhkan. Lalu Minggu berikutnya dibicarakan kembali, apakah remaja sudah melaksanakan dan bagaimana perasaan mereka setelah memberi.

Bahan yang diperlukan:
Kertas dan alat tulis sebanyak remaja yang hadir.
Nasi kardus sejumlah remaja yang hadir, untuk dibagikan kepada orang-orang miskin (bisa juga diganti sembako atau barang berguna lainnya).
Fokus:
Salah satu ciri remaja adalah suka memperhatikan dirinya sendiri. la memikirkan kebutuhan-kebutuhan pribadinya, senang memperhatikan penampilan fisiknya, memikirkan kegiatan-kegiatan yang disenanginya dan melakukannya bersama teman-temannya. la juga suka dan seringkali mengharap orang lain memperhatikannya. Jika perhatian dari orang lain dirasa kurang atau tidak ada, ia akan berusaha mencari perhatian dengan berbagai macam cara. Pelajaran kali ini mau mengajak remaja untuk tidak hanya memperhatikan dirinya sendiri, namun orang lain yang ada di sekitarnya juga, yang membutuhkan kehadirannya, khususnya orang yang miskin, lemah dan tidak berdaya, supaya remaja jangan membiarkan jurang [kaya-miskin] makin menganga.







|derap des 0507|derap jan 0108 |derap jan 0208 | derap jan 0308 |
| derap jan 0408 | derap feb 0108 | derap feb 0208 | derap feb 0308 |
| derap feb 0408 | derap maret 0108 | derap maret 0208 | derap maret 0308 |
| derap maret 0408 | derap maret 0508 | derap april 0108 | derap april0208 |
| derap april0308 | derap april0408 | derap mei 0108 | derap mei 0208 |
| derap mei0308 | derap mei0408 | derap juni 0108 |

 
 
Sahabat Surgawi, Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 2002-2007,
Tim Sahabat Surgawi