 |
 |
|
|
 |
 |
|
|
|
|
|
 |
|
derap remaja adalah bahan
pembinaan untuk remaja.
disusun secara tematis.
setiap tema didasarkan satu
bacaan alkitab.
dilengkapi pula dengan
metode penyampaian.
telah terbit edisi 23. tahun
XII
para penulis derap remaja
2008 : pdt. addi soselia
patriabara,
pdt. tri santoso, pdt. widi
artanto, pdt. didik
tridjatmiko, pdt. wisnu
sapto nugroho,
martin sutedja, pdt. tabita
kartika christiani,
margaritifera
lystiakusumadewi
tata letak: abiya wyanto
kontak: widi artanto,
samirono baru 72 komp. lpps,
yogyakarta, 55281.
telp.(0274) 514721-551592
fax. 0274) 543001
Harga per eksemplar Rp.
20.000,-
Cara pengiriman ongkos cetak:
1. Lewat POS WESEL dengan
memakai blangko yang
dilampirkan
dalam surat pengantar
2. Lewat Bank ke TAHAPAN BCA
cab. Sudirman Yogyakarta
No. 0371994881 a.n. Widi
Artanto.
Segera kirimkan
pemberitahuan pengiriman
bank.
|
|
|
|
|
Juli 2008 |
|
Minggu 1:
Mamonisme
Lukas 16:13
(baca juga I Timotius 6:6-10)
Minggu 2:
Hedonisme
I Korintus 15:20-34
Minggu 3:
Narsisisme
Matius 22:34-40
(baca juga II Samuel 14:25-26, 18:9-10)
Minggu 4:
Kekerasan
Kejadian 4:23-24, I Samuel 18:6-11
|
Kekerasan
Kejadian 4:23-24, I Samuel 18:6-11
|
|
PenjelasanTeks
Kejadian 4 berisi 2 kisah pembunuhan. Kisah pembunuhan pertama dilakukan oleh kakak terhadap adik (Kain membunuh Habel), kisah pembunuhan kedua dilakukan oleh Lamekh cucu buyut Kain terhadap seorang laki-laki yang memukulnya hingga bengkak. Dari kisah ini, apakah yang kita pelajari?
1. Kekerasan adalah lingkaran setan (Kejadian 4:23-24)
Tujuan kekerasan adalah menimbulkan kerusakan. Untuk mencapai tujuan yang
demikian, maka sifat dari kekerasan adalah keinginan untuk menghancurkan terus menerus (lingkaran setan) dan menimbulkan dendam. Hal ini terlihat dalam kisah Lamekh ketika ia membunuh seorang laki-laki yang melukainya. Pembunuhan terhadap seorang laki-laki itu dilakukannya untuk membalas dendam akibat ia dilukai oleh laki-laki itu.
Jika tanpa sebab, Lamekh tidak akan melakukan pembunuhan. Dari kisah ini jelas bahwa kekerasan tidak akan berhenti begitu saja melainkan akan terus bergulir mencari obyek sebagai korban. Jika obyek korban telah didapatkan, maka obyek yang telah menjadi korban akan mencari obyek yang lain pula sebagai korban berikutnya. Perilaku seperti ini akan terjadi terus menerus dalam
sebuah lingkaran kekerasan. Bagaimanakah menghentikan kekerasan? Tuhan tidak menghendaki tindak kekerasan. Karena itu la memutuskan mata rantai kekerasan. Kepada Kain Tuhan mengatakan; "Dibalaskan tujuh kali lipat" bagi mereka yang membunuh Kain. Dalam hal ini, Tuhan mematahkan balas dendam dan permusuhan yang bisa dilakukan oleh orang lain terhadap Kain. Demikian juga terhadap Lamekh. Mereka yang akan membunuh Lamekh akan dibalaskan tujuh puluh kali lipat. Bagaimanapun bentuk lingkaran kekerasan, lingkaran itu harus dipatahkan agar tidak berputar kembali. Tuhan melakukan intervensi dengan mengatakan pembunuh Lamekh akan dibalaskan tujuh kali Iipat supaya pembunuhan sebagai bentuk kekerasan tidak berkelanjutan dan tidak menjadi tindak kekerasan yang lebih besar.
2. Kekerasan terjadi karena ada niat dan ada kesempatan (I Samuel 18:6-11) Unggul dibandingkan orang lain adalah keinginan dalam diri banyak orang. Keinginan semacam ini menjadikan manusia berkompetisi agar kepadanya diberikan predikat terbaik. Kedengkian, iri hati, kebencian dan ketidakberdayaan diri muncul dalam diri orang-orang yang merasa kalah dan ia akan berusaha mencari kambing hitam untuk menjadi korban pelampiasan. Saul benci, marah dan dengki ketika ia merasa diremehkan. Setelah Daud mengalahkan orang Filistin, ia disambut dengan sorak-sorai orang-orang Israel yang berseru: "Saul mengalahkan beribu-ribu orang tetapi Daud mengalahkan berlaksa-laksa orang". Tarian dan sambutan orang-orang Israel itu membuat Saul menjadi marah dan ia mendengki Daud. Amarah dan kedengkian Saul adalah awal dari tindakan kekerasan yang dilakukannya terhadap Daud. Kekuatan amarah itu melahirkan niat untuk membunuh Daud. Keahliannya memainkan tombak membuatnya semakin yakin bahwa dengan tombaknya Daud akan mati tertancap di dinding. Niat itu dilakukan ketika ia memiliki kesempatan. Pada keesokan harinya, ketika Daud bermain kecapi untuk menghiburnya. la melemparkan tombak ke arah Daud, tetapi ia mengelaknya hingga dua kali. Kekerasan terjadi ketika ada niat pelakunya dan niat itu terlaksana ketika ada kesempatan. Karena itu agar kekerasan tidak terjadi, hidup harus selalu dipenuhi dengan niat yang baik. Mematahkan iri hati, dendam, kejengkelan, kebencian dan berfikir positif adalah sikap yang dikedepankan. Sikap seperti ini disebut peace style.
Langkah-langkah Penyampaian
I.Tanyakan kepada remaja, apakah kekerasan itu dan diskusikanlah. Setelah itu pendamping remaja memberikan penjelasan bahwa kekerasan berbeda dengan pendisiplinan. Kekerasan adalah tindakan merusak/ menghancurkan. Kekerasan bisa dilakukan dengan berbagai cara seperti kata-kata yang kasar, tekanan fisik dan psikologis. Bentuk - bentuk kekerasan: KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga), bullying (kenakalan remaja) juga perusakan obyek lain seperti perusakan rumah, mobil dan sebagainya yang disebut sebagai kekerasan terhadap properti.
2. Kekerasan cenderung menimbulkan pembalasan. Balas dendam melahirkan balas dendam, seperti pepatah yang sering diucapkan banyak orang: "Pembalasan lebih kejam daripada perbuatannya itu sendiri". Hal ini menunjukkan bahwa budaya kekerasan tidak akan berhenti dengan sendirinya. Pendamping bisa menjelaskan bagaimana Tuhan menghen-tikan lingkaran kekerasan dengan mengambil kisah Kain dan kisah Lamekh. Manfaatkan penjelasan teks.
3. Kekerasan dilakukan karena ada niat dan ada kesempatan. Terangkan niat Saul untuk membunuh Daud. Niat itu terlaksana ketika ada kesempatan. Manfaatkan penjelasan teks.
4. Terangkan pada remaja bahwa Tuhan mematahkan rantai kekerasan dan ajaklah remaja untuk melawan kekerasan dengan niat dari dalam (innerpeace style):
- membuang kedengkian, iri hati, kebencian
- menggantinya dengan pengampunan
- dan mewujudkan perilaku anti kekerasan dari tutur kata dan perbuatan.
Ilustrasi yang tersedia dapat dipakai untuk menegaskan tugas panggilan kita sebagai manusia dalam ikut melawan kekerasan tanpa balas dendam.
5. Ajaklah remaja masuk ke dalam kegiatan kreatif seperti di bawah ini.
Kegiatan Kreatif
1. Mintalah remaja membuat poster anti kekerasan. Mereka bekerja sama membuat poster itu dalam kelompok-kelompok kecil.
2. Tempelkan poster-poster yang telah di buat itu di dinding atau tempat yang disediakan oleh gereja sebagai majalah dinding.
3. Jika masih ada waktu ajaklah remaja membuat pembatas buku dari kertas karton yang tersisa. Isinya serupa dengan poster yang dibuat.
4. Ajaklah mereka untuk bertekad anti kekerasan dan mohon bertolongan Tuhan dalam mempraktekkannya.
Ilustrasi
KEKUATAN TANPA KEKERASAN
Ketika masih remaja, umur 16 tahun, Dr. Arun Gandhi, cucu Mahatma Gandhi pernah melakukan kesalahan dan berbohong kepada ayahnya sendiri. la diberi tugas untuk memasukkan mobil ke sebuah bengkel dan kemudian menjemput ayahnya di suatu jalan pada jam 5 sore. Arun tertarik untuk nonton bioskop selama mobil itu diperbaiki tapi ia lupa waktu dan nonton sampai dua kali tayang. Baru jam 6 sore ia menjemput ayahnya. "Kenapa engkau terlambat?"
Karena malu untuk mengakui bahwa ia terlambat karena nonton film sampai dua
kali, Arun menjawab, "Tadi, mobilnya belum siap sehingga saya harus menunggu!" Padahal, ternyata tanpa sepengetahuannya, ayahnya sudah menelpon bengkel mobil itu.
Apa yang dilakukan sang ayah? Kekerasan? Pukulan? Hukuman? Tidak! Ayahnya berkata,
“Ada sesuatu yang salah dalam membesarkan engkau sehingga kau tidak memiliki keberanian untuk menceritakan kebenaran menghukum kesalahan ayah ini, ayah akan pulang ke rumah dengan berjalan kaki sejauh 18 mil dan memikirkan kesalahan ayah ini baik-baik." Dan itu dilakukan dengan sungguh-sungguh sehingga Arun harus melihat penderitaan ayahnya selama dua jam lebih. la harus mengendarai mobil pelan-pelan di belakang ayahnya yang berjalan kaki pulang ke rumah.
"Sejak itu, saya tidak pernah akan berbohong lagi", kata Dr. Arun Gandhi dalam ceramahnya di Universitas Puerto Rico. "Seandainya ayah menghukum saya sebagaimana banyak orang tua melakukannya, saya tidak akan pernah belajar tentang kekuatan tanpa kekerasan. Saya akan menderita atas hukuman itu dan melakukan hal yang sama lagi. Tetapi dengan satu tindakan tanpa kekerasan yang sangat luar biasa, saya merasa kejadian itu baru saja terjadi kemarin. Itulah kekuatan tanpa kekerasan".
(dikutip dan diringkas dari sumber internet)
Bahan yang diperlukan:
Kertas karton, gunting, cat air, alat gambar/tulis.
Fokus:
Kita pernah dihebohkan dengan tayangan beberapa stasiun TV tentang aksi kekerasan oleh sebuah geng motor di Bandung. Ih... sungguh ngeri melihatnya. Untuk masuk menjadi anggota geng motor harus "dibaiat" atau diplonco dengan dipukul, ditendang, direndam di sungai. Menurut salah satu anggota geng itu, tendangan dan pukulan yang dilakukan oleh senior kepada yunior bukanlah bentuk kekerasan tetapi cara untuk mendisiplinkan anggota. Menurutnya hal seperti itu berjalan secara turun-temurun. Senior bebas melakukan kekerasan terhadap yunior sebagai bentuk pembalasan yang dilakukan oleh seniornya pada masa lalu. Jika ada geng lain atau orang diluar geng yang dianggap mengganggu, mereka juga tidak segan untuk melakukan tawur, pembunuhan, perampasan. Contoh ini adalah salah satu kasus kekerasan di sekitar kita. Apakah kekerasan itu? Menurut Barbara Krahe, kekerasan adalah pemberian tekanan intensif terhadap orang maupun property dengan tujuan menghukum, merusak, atau mengontrol. Lalu bagaimana mematahkan budaya kekerasan itu? Jangan kemana-mana, di pelajaran ini kita akan belajar apakah kekerasan itu dan bagaimana kita mematahkannya.
|
Kalau kekerasan dibiarkan terjadi maka seluruh dunia akan menjadi buta.
(Gandhi)
Rupanya Gandhi ingat hukum balas dendam yang dikritik Yesus, "mata ganti mata ''
Nah, kalau diteruskan bukankah dunia juga akan jadi ompong karena,
"gigi ganti gigi....".
Yesus tidak ingin kita hidup dalam dunia yang buta dan ompong. "Kasihilah musuhmu dan doakanlah orang yang menganiaya kamu!"

|
|
|derap des 0507|derap
jan 0108 |derap jan 0208 | derap jan 0308 |
|
derap jan 0408 | derap feb 0108 | derap feb 0208 | derap feb 0308 |
| derap feb 0408 |
derap maret 0108 | derap maret 0208 | derap maret 0308 |
| derap maret 0408 |
derap maret 0508 | derap april 0108 | derap april0208 |
| derap april0308 | derap april0408 | derap mei 0108 | derap mei 0208 |
| derap mei0308 | derap mei0408 | derap juni 0108 | derap juni 0208 |
| derap juni 0308 |
derap juni 0408 | derap juni 0508 | derap juli 0108 |
| derap juli 0208 |
derap juli 0308 |
|
|
|
 |
 |
|
|
|
|