Home | Tentang Kami | Kesaksian | Acara rohani | Link
 
Swara Surgawi
Video Streaming
Gratis CD Sabda
Alkitab Elektronik
Hollypower.net
E-mail Gratis
E-card
Kartu Ucapan Kristiani
 
eXTReMe Tracker
  DERAP REMAJA 2008


derap remaja adalah bahan pembinaan untuk remaja. disusun secara tematis.
setiap tema didasarkan satu bacaan alkitab.
dilengkapi pula dengan metode penyampaian.
telah terbit edisi 23. tahun XII
para penulis derap remaja 2008 : pdt. addi soselia patriabara,
pdt. tri santoso, pdt. widi artanto, pdt. didik tridjatmiko, pdt. wisnu sapto nugroho,
martin sutedja, pdt. tabita kartika christiani, margaritifera lystiakusumadewi
tata letak: abiya wyanto
kontak: widi artanto, samirono baru 72 komp. lpps, yogyakarta, 55281.
telp.(0274) 514721-551592 fax. 0274) 543001

Harga per eksemplar Rp. 20.000,-
Cara pengiriman ongkos cetak:
1. Lewat POS WESEL dengan memakai blangko yang dilampirkan
dalam surat pengantar
2. Lewat Bank ke TAHAPAN BCA cab. Sudirman Yogyakarta
No. 0371994881 a.n. Widi Artanto.
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank
.
 

Cara penggunaan Derap Remaja

Anatomi Materi

Juli 2008


Minggu 1:
Mamonisme
Lukas 16:13
(baca juga I Timotius 6:6-10)

Minggu 2:
Hedonisme
I Korintus 15:20-34

Minggu 3:
Narsisisme
Matius 22:34-40
(baca juga II Samuel 14:25-26, 18:9-10)

Minggu 4:
Kekerasan
Kejadian 4:23-24, I Samuel 18:6-11


Narsisisme
Matius 22:34-40
(baca juga II Samuel 14:25-26,18:9-10)

Apakah Narsisisme itu?
Istilah narsisisme berasal dari mitos Yunani tentang seorang pria yang sangat tampan sehingga tidak hanya perempuan saja yang jatuh cinta kepadanya, namun juga beberapa Dewi. Pria itu bernama Narsiscus. Suatu hari ia berjalan-jalan di hutan dan sampai ke sebuah danau. Karena ia letih, ia hendak mencuci mukanya dengan air danau itu. Namun alangkah terkejutnya Narsiscus ketika dilihatnya ada "seseorang" muncul dari dalam danau. "Orang" itu sangat tampan dan elok wajahnya, la tidak sadar bahwa orang itu adalah wajahnya sendiri. Ketika ia berpindah ke bagian danau yang lain, "seseorang" itu menampakkan diri lagi. Lama-kelamaan Narsiscus jatuh cinta pa da "orang" itu. Setiap hari kerjaannya hanya duduk di atas sebuah kolam sambil mengagumi bayangan wajahnya sendiri di atas permukaan air. Setiap kali ia meraba wajah "orang" itu dengan mencelupkan tangannya ke air, wajah orang itu hilang dan baru muncul kembali ketika air menjadi tenang. Akhirnya Narsisscus memberanikan diri mencari "orang" itu ke dalam danau. Karena ia tidak bisa berenang, akhirnya Narsiscus tenggelam dan mati. Nama narsisme diambil dari Narsiscus yang mencintai dirinya sendiri dan mati karena cinta pada diri sendiri yang berlebihan.

PenjelasanTeks
Ajaran Sehat
Ajaran Tuhan Yesus tentang kasih kepada Tuhan dan sesama adalah ajaran untuk hidup sehat. la mengajak semua pendengarnya memiliki kepribadian yang sehat dengan mencintai sesama sebagai keseimbangan hidup. Ajaran tentang kasih kepada Allah dan sesama, dijabarkan Tuhan Yesus setelah orang-orang Farisi mendengar bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki bungkam karena tidak berhasil mencobai-Nya. Karena itu seorang ahli Taurat mencobai Dia dengan pertanyaan:"Hukum mana yang terutama dalam hukum Taurat?". Kalau kita perhatikan, pertanyaan itu muncul bukan karena ketidak tahuan ahli Taurat itu, tetapi karena keinginan untuk menjatuhkan dengan mencobai Yesus. Keinginan untuk menjatuhkan orang lain, curiga dan benci bukanlah perilaku yang sehat karena dalam cinta diri seseorang cenderung menganggap orang lain remeh. Jawab Yesus kepada orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu" dan hukum yang kedua:"Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri". Jawaban Yesus adalah jawaban untuk hidup sehat yang diwujudkan dengan mencintai Tuhan dengan segenap diri dan mencintai sesama seperti mencintai diri sendiri.

Mencintai sesama seperti mencintai diri sendiri
Mengapa mencintai sesama harus seperti mencintai diri sendiri? Seorang yang tidak bisa mencintai diri tidak dapat mencintai sesamanya. Sebaliknya seseorang yang tidak bisa mencintai sesamanya, tidak dapat mencintai dirinya secara utuh. Cinta kepada sesama dan kepada diri sendiri harus seimbang. Tetapi yang menjadi persoalan adalah: banyak orang mencintai dirinya sendiri secara berlebih sehingga banyak orang memperalat sesamanya demi kenikmatan diri dan kepuasan diri. Jawaban Yesus agar cinta kepada sesama seperti cinta kepada diri sendiri mengajak kita melihat bahwa kita bukan makhuk individual. Kita adalah makhluk sosial yang hidup berdampingan dengan orang lain. Kita tidak dapat hidup secara utuh tanpa orang lain atau dengan kata lain kita barulah lengkap karena diperlengkapi orang lain. Jadi sikap hidup mementingkan diri, merasa diri paling baik, merasa diri paling penting, merasa diri paling unik dan istimewa dibandingkan sesama adalah wujud pribadi yang tidak sehat sebab dalam situasi seperti itu tidak ada keseimbangan. Karena itu ajakan Tuhan Yesus dengan mengatakan:"kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri" adalah ajakan kepada kita untuk hidup sehat.

Langkah-langkah Penyampaian
1. Awali dengan membacakan cuplikan kisah Narcissus atau kisah Absalom dalam II Samuel 14:25-26, 18:9-10. Absalom memiliki ketampanan yang tidak ada bandingnya di seluruh Israel. Dari ujung kaki hingga ujung rambutnya semua tidak bercacat. la memuja dirinya dengan memberikan perawatan fisik. Tetapi pada akhir hidupnya ia mati karena rambut indahnya tersangku tdi pohon terbantin.
2. Tanyakan kepada remaja, apakah yang terjadi jika seseorang terlalu memuja diri, menganggap diri lebih dari orang lain, merasa paling dibanding dengan orang lain? Persilahkan remaja menanggapi apa yang mereka pahami. Tunjukkan bahwa hal itu bukan hal yang sehat, bahkan bisa mematikan (bisa ditambahi ilustrasi sungai dan empang).
3. Ajaran Yesus dalam Injil Matius 22:34-40 adalah ajaran untuk kita agar hidup sehat dengan mencintai Tuhan dengan seluruh hidup dan mencintai sesama seperti mencintai diri sendiri. Dengan hidup saling mencinta, manusia akan saling memperlengkapi, saling menyempurnakan. Uraikan pokok-pokok dalam penjelasan teks.
4. Ajaklah remaja untuk mengenali perbedaan antara mengasihi diri dan mementingkan diri (narsis) dengan masuk ke dalam kegiatan kreatif di bawah ini.

Kegiatan Kreatif
1. Remaja diminta menuliskan perbedaan mengasihi diri dan mementingkan diri dalam kolom yang disediakan (terlampir)
2. Diskusikan dampak dari mengasihi diri dan narsis.
3. Mintalah remaja membuat komitmen untuk mengasihi diri sebagai upaya untuk mewujudkan kasih kepada sesama.


Bahan yang diperlukan :
Kertas,alat tulis.

Fokus:
Seperti apakah narsisisme itu? Berikut ini
gambaran kecil tentang orang yang
disebut narsis:
- Merasa diri sangat penting dan ingin dikenal oleh orang lain
- Merasa diri paling unik dan paling istimewa
- Merasa diri paling baik
- Suka memuja diri sendiri dan mementingkan diri.
Narsisme adalah gejala penyakit psikologis, Spencer A Rathus dan Jeffrey S. Nevid dalam bukunya, Abnormal Psychology mengatakan bahwa orang yang narsis memandang dirinya dengancara yang berlebihan. Mereka senang sekali menyombongkan dirinya dengan memusatkan perhatian hanya pada diri sendiri serta berharap orang lain memberikan pujian. Supaya tidak disebut sebagai dan menjadi orang yang tidak sehat karena mengidap gejala narsis, remaja diajak untuk belajar dari Tuhan Yesus, bagaimana melawan perilaku narsis dengan kasih

Ilustrasi
Sungai dan Empang
Di sebelah sebuah sungai, terdapat sebuah empang. Mereka berdampingan. Suatu hari empang berkata kepada sungai: "Wah sungai, alangkah kasihan dirimu. Setiap hari sejak pagi, siang, malam hingga pagi lagi engkau tidak pernah berhenti. Mengalir dari hilir ke hulu mengikuti ketinggian tanah. Kalau aku menjadi dirimu, aku tidak mau melakukannya karena hal itu pasti melelahkan. Bukan hanya melelahkan, kamu juga tidak bisa memikirkan dirimu sendiri bahkan engkau selalu mengalami banyak gangguan seperti guncangan perahu, angin bahkan manusia yang memanfaatkanmu sangat banyak. Lihatlah diriku, berbeda denganmu. Aku seumpama putri nan cantik jelita yang berhias di atas sebuah permadani. Tidak repot, tidak ada yang mengganggu dan aku bisa memikirkan diriku terus menerus". Mendengar hal itu, sungai berkata:"Empang sahabatku, memang saat ini dirimu sangat nyaman karena engkau hanya memikirkan dirimu sendiri, sedangkan aku lelah karena selalu mengalir sepanjang hari. Ketahuilah, aku mengalir bukan hanya untuk diriku dan kesenanganku tetapi juga untuk petani, nelayan, sawah, perkebunan. Kebahagian mereka mendapatkan aliranku adalah kesukacitaanku dan aku yakin mereka akan selalu mengenangku sepanjang masa. Sedangkan dirimu, karena hanya memikirkan diri sendiri pasti hanya dikenal saat ini saja".
Pada akhirnya, karena empang itu tidak mengalirkan air kemanapun, airnya menjadi keruh, membusuk dan mengering, hingga tidak dikenal lagi. Sedangkan sungai, karena ia terus mengalir, banyak orang memanfaatkannya dan merawatnya sehingga ia mengalir, terus mengalir, dikenang banyak orang.

Mengasihi diri
Mementingkan diri (Narsis)
1.
2.
3.

1.
2.
3.

Orang yang terlalu mencintai diri sendiri itu bagaikan seekor jago yang menyangka bahwa matahari terbit hanya untuk mendengarkan kokoknya

- George Elliot

|derap des 0507|derap jan 0108 |derap jan 0208 | derap jan 0308 |
| derap jan 0408 | derap feb 0108 | derap feb 0208 | derap feb 0308 |
| derap feb 0408 | derap maret 0108 | derap maret 0208 | derap maret 0308 |
| derap maret 0408 | derap maret 0508 | derap april 0108 | derap april0208 |
| derap april0308 | derap april0408 | derap mei 0108 | derap mei 0208 |
| derap mei0308 | derap mei0408 | derap juni 0108 | derap juni 0208 |
| derap juni 0308 | derap juni 0408 | derap juni 0508 | derap juli 0108 |
| derap juli 0208 |

 
 
Sahabat Surgawi, Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 2002-2007,
Tim Sahabat Surgawi