 |
 |
|
|
 |
 |
|
|
|
|
|
 |
|
derap remaja adalah bahan
pembinaan untuk remaja.
disusun secara tematis.
setiap tema didasarkan satu
bacaan alkitab.
dilengkapi pula dengan
metode penyampaian.
telah terbit edisi 23. tahun
XII
para penulis derap remaja
2008 : pdt. addi soselia
patriabara,
pdt. tri santoso, pdt. widi
artanto, pdt. didik
tridjatmiko, pdt. wisnu
sapto nugroho,
martin sutedja, pdt. tabita
kartika christiani,
margaritifera
lystiakusumadewi
tata letak: abiya wyanto
kontak: widi artanto,
samirono baru 72 komp. lpps,
yogyakarta, 55281.
telp.(0274) 514721-551592
fax. 0274) 543001
Harga per eksemplar Rp.
20.000,-
Cara pengiriman ongkos cetak:
1. Lewat POS WESEL dengan
memakai blangko yang
dilampirkan
dalam surat pengantar
2. Lewat Bank ke TAHAPAN BCA
cab. Sudirman Yogyakarta
No. 0371994881 a.n. Widi
Artanto.
Segera kirimkan
pemberitahuan pengiriman
bank.
|
|
|
|
|
Juli 2008 |
|
Minggu 1:
Mamonisme
Lukas 16:13
(baca juga I Timotius 6:6-10)
Minggu 2:
Hedonisme
I Korintus 15:20-34
Minggu 3:
Narsisisme
Matius 22:34-40
(baca juga II Samuel 14:25-26, 18:9-10)
Minggu 4:
Kekerasan
Kejadian 4:23-24, I Samuel 18:6-11
|
Hedonisme
I Korintus 15:20-34 |
|
Penjelasan Teks
Korintus adalah sebuah kota kuno di Yunani. Pada masanya kota ini dikenal sebagai kota metropolitan karena dijadikan pusat dan jalur perdagangan antar negara. Selain sebagai pusat perdagangan, Korintus juga terkenal sebagai kota yang dipenuhi kaum intelektual. Kalangan intelektual yang memiliki pengaruh kuat adalah golongan/penganut Epikuros yang mengajarkan bahwa kebahagiaan dapat dicapai melalui pemborosan yang berlebih-lebihan untuk pemuasan diri. Pandangan seperti ini didasari oleh pemahaman mereka bahwa hidup ini hanya satu kali. Kehidupan setelah kematian (kebangkitan orang mati) tidak dikenal dalam ajaran Epikuros. Dalam pengertian modern, pengajaran golongan Epikuros ini disebut dengan hedonisme. Hedonisme berasal dari kata hedone yang artinya kesenangan atau kenikmatan. Hidup ini hanya satu kali, karena itu bersenang-senanglah, nikmatilah hidup sepuas-puasnya. Untuk mencapai kepuasan, jalan apapun bisa ditempuh yang penting senang.
Rupanya jemaat Korintus bimbang dengan adanya 2 ajaran di sekitar mereka. Ajaran pertama: ajaran kaum hedonis yang menolak ajaran kebangkitan. Ajaran kedua adalah ajaran Kristen yang mengajarkan adanya kebangkitan orang mati. Bagi kalangan hedonis, kebangkitan orang mati adalah ajaran yang ganjil. Untuk menjawab kebimbangan jemaat di Korintus itulah Rasul Paulus mengirimkan surat pastoral untuk meyakinkan jemaat bahwa kebangkitan orang mati adalah hal yang nyata dengan bukti kebangkitan Kristus. la dibangkitkan dari antara orang mati sebagai yang sulung (ayat 20). Karena itu, mereka yang hidup dalam persekutuan dengan Kristus akan dibangkitkan pada waktu kedatanganNya (ayat 23). Bagi Rasul Paulus, jika tidak ada kebangkitan orang mati, sia-sialah semua jerih lelah perjuangannya memberitakan injil. Perlawanan terhadap ajaran hedonis dinyatakan Paulus dengan mengatakan: "Jika tidak ada kebangkitan orang mati, marilah kita makan dan minum sebab besok kita mati". Karena kebangkitan hal yang nyata, maka hidup pada masa kini menjadi penting dan berharga. Ungkapan "marilah makan dan minum" menunjukkan aji mumpung karena ketidak berdayaan kalangan hedonismemperjuangkan masa depan. Orang Kristen dipanggil supaya memaknai kebangkitan sebagai upaya berjuang untuk kehidupan masa mendatang. Jika Kristus tidak bangkit, sia-sialah hidup dan pengharapan kita pada Kristus (ayat 19). Kritik Rasul Paulus terhadap kalangan hedonis: mereka tidak memiliki harapan hidup dan masa depan sebab yang dipikirkan dan diperbuat hanya kesenangan, kegembiraan, keinginan pada saat ini. Nasihat praktis Rasul Paulus kepada jemaat Korintus untuk menghadapi ajaran kaum hedonis adalah:"jangan sesat, pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik". Nasihat ini dimaksud oleh Rasul Paulus agar jemaat Korintus tidak bergaul dengan sembarang orang. Suasana kota metropolis yang memberikan banyak tawaran menarik bisa membuat orang Kristen tanpa sadar tertarik bahkan hanyut menikmati kesenangan-kesenangan sesaat tanpa memikirkan resiko buruk yang akan terjodi pada masa depan.
Langkah-langkah Penyampaian
1. Pertama, diawali dengan penjelasan makna hedonisme yaitu model dan sikap hidup yang bertujuan mewujudkan kepuasan dan kesenangan sekalipun untuk mendapatkannya dilakukan dengan berbagai cara. Dalam menikmati kepuasan itu, kaum hedonis tidak memikirkan masa depan hidupnya. Yang terpenting adalah kepuasan "saat ini dan disini".
2. Langkah berikutnya, terangkan kepada remaja pandangan Rasul Paulus bahwa hidup kita tidak terbatas hanya saat ini. Masih ada masa depan. Kebangkitan orang mati adalah bukti bahwa masa depan adalah hal yang nyata. Karena itu janganlah kebiasaan yang baik rusak karena pergaulan yang buruk. Gaya hidup hedonis bukan jawaban untuk masa depan, sebab yang dipikirkan dan dilakukan hanya kesenangan pada masa kini. (I Korintus 15:20-34).
3. Ajaklah remaja memperhatikan bagaimana gaya hidup mereka saat ini? Apakah pengaruh berbagai sarana komunikasi, hiburan, transportasi, media saat ini membuat mereka tergantung pada semua itu dan menjadikan semua itu sebagai tujuan hidup? Pembimbing memberikan penjelasan dengan memperhatikan nasihat Rasul Paulus dalam perikop ini.
Akhiri dengan mengajak remaja memasuki kegiatan bersama (lihat kegiatan kreatif di bawah ini).
Kegiatan Kreatif
Bentuklah beberapa kelompok, satu kelompok terdiri dari 3-4 orang. Setiap kelompok menerima sejumlah koran dan majalah bekas, kertas dan alat-alat yang diperlukan. Koran dan majalah bekas yang dipilih dan dipersiapkan harus berisi berita atau gambar-gambar yang sesuai dengan topic kali ini.
1. Kelompok I dan II membuat daftar prioritas hidup. Manakah kebutuhan dan manakah yang disebut dengan keinginan. Prioritas dibuat dengan bentuk Kliping. Mintalah kelompok menerangkan perbedaan antara kebutuhan dan keinginan dengan kliping yang dibuatnya.
2. Kelompok III dan IV membuat kolase tentang gaya hidup hedonis yang berkembang di Indonesia saat ini. Mintalah kelompok menerangkan mengapa gaya hidup hedonis terjadi.
3. Kelompok V dan VI membuat kliping tentang akibat yang timbul dari gaya hidup hedonis.
Setelah masing-masing kelompok selesai mintalah masing-masing kelompok mendiskusikannya dalam pleno. Tiap-tiap kelompok dipersilahkan saling menanggapi. Pada bagian akhir, pembimbing dapat mengajak remaja membandingkan kehidupannya dengan firman Tuhan yang sudah disampaikan.
Catatan:
Bila tugas di atas dinilai terlalu berat, dapat disederhanakan dengan membagi remaja dalam 4-5 kelompok dan masing-masing kelompok diberi tugas yang sama yaitu membuat kolase berjudul "HEDONISME MERAMBAH DUNIA". Dalam pleno, setiap kelompok diminta menerangkan kolase yang dihasilkan kelompok masing-masing.
|
Bahan yang diperlukan :
Kertas, majalah bekas, koran bekas, lem, gunting, spidol/ alat tulis.
Fokus:
Bergembiralah engkau hari ini, puaskanlah nafsumu, besok engkau akan mati. Pernahkah Anda mendengar pepatah itu? Kaum hedonis menyerukan kata-kata tadi karena mereka memiliki pandangan bahwa hidup ini hanya satu kali, jadi buatlah menjadi senang dengan memuaskan semua hasrat dan keinginan. Tujuan hidup adalah kesenangan dan kenikmatan materi, bersenang-senang, pestapora, dan plesiran adalah hal yang harus dilakukan demi kepuasan diri. Bagaimana dengan kita? Dengan spontan kita bisa berkata:"Tidak". Tetapi tunggu dulu, kita mesti melakukan pemeriksaan diri, apakah hedonisme jauh dari diri kita atau justru menjadi style kita (tanpa kita sadari). Pelajaran ini dirancang untuk membantu remaja melihat bahaya hedonisme dan bagaimana menyikapinya. |
Ilustrasi
KORBAN HEDONISME
Seorang ibu meratap dan menangis di depan sebuah ranjang rumah sakit. Di atas ranjang itu tergeletak anaknya yang (divonis oleh dokter) mengalami pembengkakan jantung dan mengarah kepada gagal jantung karena terlalu tambun. Anaknya masih berumur 19 tahun tetapi beratnya sudah lebih dari 100 kg. Orang tuanya tidak pernah mengira, penyakit yang sering disebut-sebut penyakit orang dewasa itu menimpa anaknya yang masih remaja. Mereka meratapi kesalahan mereka sendiri. "Kami sebenarnya hanya ingin membuat anak kami senang dan bisa menikmati apa yang tidak pernah kami terima dari orang tua kami dahulu", lalu mereka membiarkan dan bahkan selalu memberi uang kalau anaknya mau makan apa saja. Sebenarnya, orang tua mereka dahulu tidak bisa selalu memberikan apa yang diminta karena situasi ekonomi negeri ini di era 60-70-an dalam keadaan sulit dan memprihatinkan. Sekarang, situasi sudah berubah. Modernisasi menawarkan junk food (makanan sampah) siap saji ala Amerika, dan produk kuliner yang menarik hati tapi pasti berdampak buruk bagi kesehatan manusia kalau diasup berlebihan (ice cream, kue dan roti model baru dan aneka permen, dll). Kalau sudah terlanjur tergeletak, penyesalan tidak banyak berguna. Yang lebih penting adalah kesadaran baru untuk melawan hedonisme dengan hidup wajar dan sehat. Sehat itu Murah, kata dr. Handrawan Nadesul dalam bukunya dengan judul yang sama. Ah, kalau saja ibu itu dan suaminya sudah mengenal buku ini sejak dahulu. Sayang buku ini baru terbit 2007.
WE DO NOT LIVE IN ORDER TO EAT BUT WE EAT IN ORDER TO LIVE
Kita hidup bukan untuk makan tetapi makan untuk hidup |
|
|
|derap des 0507|derap
jan 0108 |derap jan 0208 | derap jan 0308 |
|
derap jan 0408 | derap feb 0108 | derap feb 0208 | derap feb 0308 |
| derap feb 0408 |
derap maret 0108 | derap maret 0208 | derap maret 0308 |
| derap maret 0408 |
derap maret 0508 | derap april 0108 | derap april0208 |
| derap april0308 | derap april0408 | derap mei 0108 | derap mei 0208 |
| derap mei0308 | derap mei0408 | derap juni 0108 | derap juni 0208 |
| derap juni 0308 |
derap juni 0408 | derap juni 0508 | derap juli 0108 |
|
|
|
 |
 |
|
|
|
|