Home | Tentang Kami | Kesaksian | Acara rohani | Link
 
Swara Surgawi
Video Streaming
Gratis CD Sabda
Alkitab Elektronik
Hollypower.net
E-mail Gratis
E-card
Kartu Ucapan Kristiani
 
eXTReMe Tracker
  DERAP REMAJA 2008


derap remaja adalah bahan pembinaan untuk remaja. disusun secara tematis.
setiap tema didasarkan satu bacaan alkitab.
dilengkapi pula dengan metode penyampaian.
telah terbit edisi 23. tahun XII
para penulis derap remaja 2008 : pdt. addi soselia patriabara,
pdt. tri santoso, pdt. widi artanto, pdt. didik tridjatmiko, pdt. wisnu sapto nugroho,
martin sutedja, pdt. tabita kartika christiani, margaritifera lystiakusumadewi
tata letak: abiya wyanto
kontak: widi artanto, samirono baru 72 komp. lpps, yogyakarta, 55281.
telp.(0274) 514721-551592 fax. 0274) 543001

Harga per eksemplar Rp. 20.000,-
Cara pengiriman ongkos cetak:
1. Lewat POS WESEL dengan memakai blangko yang dilampirkan
dalam surat pengantar
2. Lewat Bank ke TAHAPAN BCA cab. Sudirman Yogyakarta
No. 0371994881 a.n. Widi Artanto.
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank
.
 

Cara penggunaan Derap Remaja

Anatomi Materi

januari 2008


Minggu 1: Mereka Mengerang, Allah Mendengarkan
Keluaran 1:14; 2:23-24

Minggu 2: Tersembunyi Ujung Jalan
Keluaran 17:1-7

Minggu 3: Ini Aku, Utuslah Aku!
Yesaya 6:1-13

Minggu 4: Janganlah Katakan: Aku ini Masih Muda
Yeremia 1:4-19
 

Jangan Katakan: Aku ini Masih Muda
Yeremia 1:4-19

Penjelasan Teks
Tuhan Tahu Kelemahan Yeremia, Tapi la Melengkapinya

Yeremia dipanggil Tuhan bukan karena kebetulan atau karena ketidaksengajaan. Yeremia dikenal, dikuduskan, dan ditetapkan untuk menjadi utusan Tuhan sejak ia berada dalam kandungan (Yeremia 1:5). Pemanggilan Yeremia ini merupakan sesuatu yang terencana. Tetapi rupanya Yeremia tidak percaya diri. la merasa malu karena keterbatasan dalam dirinya: masih muda dan tidak pandai bicara. Dalam bahasa Ibrani, kata "masih muda" adalah na'ar yang artinya: masa kanak-kanak atau muda belia. Kata itu dapat berarti umurnya belum mencapai umur rata-rata seorang nabi (pedoman Lewi, usia nabi antara 20-30 tahun). Agar Yeremia tidak merasa terbatas dan malu alas panggilannya, Tuhan memberikan motivasi dengan mengatakan, "Jangan katakan aku masih muda, sebab Aku telah mengutus engkau." Motivasi, dorongan semangat, dan keyakinan diberikan kepada Yeremia agar ia memahami bahwa Tuhan benar-benar telah menetapkannya. Supaya Yeremia semakin yakin dengan kemampuan yang dimilikinya, Tuhan menyentuh lidahnya dan menaruh perkataan-perkataan-Nya kedalam mulut Yeremia. Tuhan tahu apa yang dikeluhkan Yeremia, Tuhan tahu kelemahannya. Sentuhan-Nya adalah sentuhan untuk meyakinkan Yeremia bahwa la benar-benar urusan Tuhan yang pasti diperlengkapi oleh-Nya.

Penglihatan yang Meyakinkan (ayat 11-16)
Tuhan memberikan dua penglihatan kepada Yeremia sebagai cara untuk meyakinkan panggilan-Nya. Penglihatan pertama adalah pohon badam. Pohon badam adalah pohon yang pertama bersemi di musim semi, yang memiliki makna bahwa Tuhan akan memberitahukan segala sesuatu kepada Yeremia pertama kali dibandingkan dengan yang lain. Penglihatan kedua berupa sebuah periuk mendidih yang datang dari utara. Makna penglihatan itu adalah bahwa Tuhan akan memakai bangsa-bangsa dari utara (Babel) untuk menghukum Israel atas ketidaktaatan mereka kepada Tuhan. Penglihatan-penglihatan itu meyakinkan Yeremia bahwa Tuhanlah yang menetapkan dirinya menjadi utusan Tuhan bagi bangsanya dan bangsa-bangsa lain.

Semangat dari Tuhan (ayat 17-19)
Ayat 17-19 adalah bagian penutup dari panggilan Tuhan kepada Yeremia. Tuhan memberikan motivasi dengan penghargaan dan pengharapan. Motivasi bagi Yeremia diberikan agar ia dapat mengaktualisasikan dirinya sekalipun ia masih muda dan tidak pandai bicara. Tuhan akan menjadi benteng bagi Yeremia untuk melawan ketidaksetiaan Israel, karena itu Tuhan mengatakan supaya Yeremia tidak takut. Sekalipun resiko yang akan dihadapinya sebagai seorang nabi muda berat, namun karena Tuhan mendampingi Yeremia, ia tidak akan dikalahkan oleh siapapun.

Langkah-langkah Penyampaian
1. Tanyakan kepada remaja adakah yang minder/tidak percaya diri karena usianya yang masih muda? Hal-hal apa yang membuat mereka merasa tidak percaya diri dengan kemudaannya? Mintalah remaja menceritakan pengalaman-pengalaman keminderan mereka yang terkait dengan kemudaan usia.
2. Jelaskan bahwa perasaan yang sama juga ada pada diri Yeremia. Meskipun ia telah ditetapkan Tuhan untuk menjadi nabi-Nya, ia merasa takut karena kemampuannya terbatas. Terangkan kepada remaja bagaimana Tuhan memanggil Yeremia dan memberikan keyakinan bahwa Tuhan berkenan memanggil orang muda untuk berkarya dengan-Nya. Tuhan memberikan kebebasan kepada Yeremia mengaktualisasikan diri untuk "mengubah negerinya."
3. Jelaskan bahwa dalam usia yang muda, Yeremia dipanggil menjadi nabi Tuhan. Menjadi nabi berarti berkarya memberitakan kebenaran, Dalam konteks bangsa Israel yang tegar tengkuk, panggilan ini berat dan beresi ko. Tetapi Tuhan tidak akan tinggal diam, la akan menyertai Yeremia,
4. Ajaklah remaja melihat masa muda mereka. Tuhan berkenan menjadikan masa muda mereka untuk mewartakan kebenaran, Orang-orang muda adalah pemilik kehidupan, karena itu jangan katakan, "Aku masih muda" sebagai alasan untuk diam dan tidak berbuat yang terbaik bagi dirinya dan orang-orang di sekitarnya. Renungan dapat diakhiri dengan membacakan kisah orang-orang muda yang mengubah dunia.

Bahan yang diperlukan:
Kisah Bruder Roger

Fokus:
"Belum tua belum boleh bicara" -itulah bunyi sebuah iklan yang memperlihatkan bahwa orang-orang muda seringkali kurang dipercaya. Akibat kurang dipercaya, orang muda pun sering bersikap pesimis dan minder. Banyak anak muda mengatakan, "Aku masih muda, belum banyak pengalaman," atau "Aku masih muda, tidak memiliki pengetahuan yang cukup, sehingga aku belum bisa apa-apa." Apakah benar usia muda berarti tidak dapat berkreasi? Melalui pelajaran ini, remaja diajak untuk meninggalkan sikap pesimis dan minder, sebab Tuhan mengasihi dan memanggil orang muda untuk berkreasi.


Orang Muda yang Mengubah Dunia
(Bruder Roger)


Pada tahun 1940, pada usia 25 tahun, Bruder Roger meninggalkan tempat kelahirannya di SWIS untuk tinggal di Perancis, negara dari mana ibunya berasal. Selama beberapa tahun ia telah mengemban di dalam dirinya suatu panggilan untuk memulai sebuah komunitas di mana rekonsiliasi (rujuk kembali) di antara umat Kristiani diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebuah komunitas di mana "kebaikan hati akan merupakan suatu hal untuk dilakukan, dan di mana cinta kasih akan merupakan jantung hati dari segalanya." la menginginkan agar komunitas ini hadir di tengah-tengah kesengsaraan zaman. Itulah sebabnya ia menetapkan tempat tinggalnya di kota kecil Taize, di Burgundy, hanya beberapa kilometer dari garis demarkasi yang memisahkan Perancis rnenjadi dua bagian di tahun-tahun awal peperangan. Di sanalah ia dapat menyembunyikan para pangungsi (khususnya orang-orang Yahudi), yang telah pergi meninggalkan daerah yang diduduki dengan pengertian bahwa mereka dapat menemukan tempat perlindungan di rumahnya. Setelah perang berakhir, beberapa orang bruder yang lain bergabung bersa manya, dan pada hari raya Paskah tahun 1949, bruder-bruder pertama melakukan komitmen untuk hidup dalam selibat, berbagi harta hidup, dan hidup secara sederhana. Saat ini komunitas Taize setiap tahun dibanjiri ribuan anak muda dari barbagai penjuru dunia dan berbagai macam denominasi gereja. Mereka marasakan kedamaian, persekutuan, dan persaudaraan sejati di antara mereka dan antara mereka dengan Tuhan.

Sumber dari http://www.taize.fr/en



|derap des 0507|derap jan 0108 |derap jan 0208 | derap jan 0308 |

 
  Sahabat Surgawi, Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 2002-2007,
Tim Sahabat Surgawi