|
derap remaja adalah bahan
pembinaan untuk remaja.
disusun secara tematis.
setiap tema didasarkan satu
bacaan alkitab.
dilengkapi pula dengan
metode penyampaian.
telah terbit edisi 23. tahun
XII
para penulis derap remaja
2008 : pdt. addi soselia
patriabara,
pdt. tri santoso, pdt. widi
artanto, pdt. didik
tridjatmiko, pdt. wisnu
sapto nugroho,
martin sutedja, pdt. tabita
kartika christiani,
margaritifera
lystiakusumadewi
tata letak: abiya wyanto
kontak: widi artanto,
samirono baru 72 komp. lpps,
yogyakarta, 55281.
telp.(0274) 514721-551592
fax. 0274) 543001
Harga per eksemplar Rp.
20.000,-
Cara pengiriman ongkos cetak:
1. Lewat POS WESEL dengan
memakai blangko yang
dilampirkan
dalam surat pengantar
2. Lewat Bank ke TAHAPAN BCA
cab. Sudirman Yogyakarta
No. 0371994881 a.n. Widi
Artanto.
Segera kirimkan
pemberitahuan pengiriman
bank.
|
|
Penjelasan Teks
Penglihatan Yesaya
Yesaya menjadi nabi setelah
ia mendapat sebuah
penglihatan, yang terjadi
pada tahun 724 SM. la
berkarya setelah kematian
raja Uzia. Waktu itu Yesaya
berada di kuil tempat tabut
perjanjian disimpan. Yang
terlihat olehnya adalah
kehadiran Tuhan dengan ujung
jubah-Nya memenuhi bait suci.
Di sekeliling-Nya tampak
para Serafim yang bersayap
enam: dua sayap untuk
menutup muka, dua sayap
untuk menutup kaki dan dua
sayap untuk melayang-layang.
Serafim adalah makhluk
surgawi yang bertugas
menjaga bait suci. Mereka
berseru-seru, "Kudus, kudus,
kuduslah Tuhan semesta alam".
Setelah melihat Serafim dan
mendengar seruan-seruan itu,
Yesaya dikejutkan lagi
dengan bergoyangnya alas
ambang pintu yang
diakibatkan seruan para
Serafim, Bagi orang Israel,
salah satu fungsi ibadah di
bait suci adalah untuk
menemukan penglihatan dari
Tuhan. Penglihatan itu
memiliki kewibawaan besar
bagi karya nabi Yesaya.
Yesaya Dikuduskan
Kekudusan Tuhan diakui
Yesaya dengan membandingkan
dirinya yang najis dengan
Allah yang kudus, la seorang
najis dan tinggal di antara
bangsa yang najis. Kenajisan
bangsa Israel terlihat dalam
hidup mereka yang jauh dari
keadilan dan kabenaran (Yesaya
5:7). Kehadiran Tuhan
menakutkan Yesaya, tetapi
juga membuatnya kagum.
Pandangan orang Israel pada
umumnya mengatakan bahwa
pertemuan manusia dengan
Tuhan akan mematikan manusia
(Keluaran 33:20), karena itu
ketika Yesaya bertemu Tuhan
ia berkata, "Celakalah aku
sebab aku melihat Tuhan".
Namun, di Iuar dugaan Yesaya,
perjumpaannya dengan Tuhan
tidak membuatnya mati.
Sebaliknya, melalui
pertemuan itu Tuhan
menguduskannya. Yesaya
dikuduskan; artinya ia
dipisahkan dari dosa, agar
dapat hidup kudus meski di
tengah bangsa yang tidak
kudus.
Dikuduskan Untuk Menjadi
Mitra Tuhan
Tujuan Tuhan adalah mencari
mitra untuk mewartakan
firman-Nya kepada bangsa
Israel. Karena itu Tuhan
berkata:"Siapakah yang akan
Kuutus dan siapakah yang mau
pergi untuk Aku?" Yesaya
yang merasakan kemuliaan dan
pengampunan Tuhan mengatakan
dengan spontan, "Ini aku,
utuslah aku". Dengan jawaban
itu, Yesaya juga siap untuk
menyampaikan berita
kehancuran bangsa Israel
yang telah mengeraskan hati
terhadap Tuhan. Tugas lain
dari Yesaya, sang mitra
Allah, adalah mewartakan
penghukuman yang akan
dinyatakan kepada Israel
agar mereka hidup dalam
pertobatan. Melalui
penghukuman dan penghakiman
itu sesungguhnya Tuhan ingin
memurnikan Israel, seperti
Tuhan memurnikan bibir
Yesaya dengan bara api yang
disentuhkan ke bibirnya.
Yesaya dikuduskan untuk
menjadi mitra Tuhan agar
bangsanya kembali hidup
kudus. Pada masa kini,
setiap orang Kristen,
siapapun mereka, berapapun
usia mereka, apapun
pekerjaan mereka, semua
dipanggil Tuhan untuk hidup
kudus. Hidup kudus berarti
terpisah dari kehidupan
duniawi. Namun terpisah
dengan kehidupan duniawi
tidak berarti menjadi
eksklusif dan menutup diri.
Yesaya dikuduskan agar
terpisah dari kehidupan
duniawi, tetapi ia dipanggil
untuk bersaksi bagi dunia.
Hidup kudus berarti berani
tampil beda, yaitu berani
untuk tetap memegang dan
menjalani nilai-nilai moral,
kebenaran, dan kasih,
meskipun kawan-kawan di
sekitar kita mungkin
menganggap hal itu kuno,
Hidup kudus juga berarli
melakukan segala sesuatu
dengan sungguh-sungguh,
bukan asal-asalan. Menjadi
mitra Tuhan berarti setiap
perilaku, pekerjaan, studi,
dan apapun dilakukan dalam
kekudusan.
Langkah-langkah Penyampaian
1. Terangkan kepada remaja
arti menjadi mitra Tuhan.
Setiap orang Kristen,
siapapun mereka: pelajar,
mahasiswa, pegawai, pendeta,
penatua, apapun profesinya,
dipanggil menjadi mitra
Tuhan. Bagaimanakah Tuhan
merekrut manusia untuk
menjadi mitra-Nya? Terangkan
bagaimana Yesaya dipanggil
Tuhan (seperti dalam
penjelasan teks). Intinya
Tuhan menguduskan umat-Nya
agar menjadi utusan.
2. Bagaimana remaja Kristen
saat ini? Apakah mereka
merasakan Tuhan Yesus
menguduskan mereka dan
menetapkan mereka menjadi
utusan-Nya? Tekankan pada
remaja sesungguhnya melalui
kehidupan mereka yang kudus
(memegang nilai moral,
kebenaran, kasih dan
melakukan segala sesuatu
yang baik dengan
sungguh-sungguh), mereka
telah menjadi mitra Tuhan.
Mungkin teman-teman lain
akan mengejek ketika remaja
Kristen hidup jujur dan
benar. Itu adalah
konsekuensi hidup kudus (Yesaya
juga demikian).
3. Renungan ditutup dengan
mengajak remaja membangun
komitmen hidup kudus.
Komitmen itu ditulis dalam
selembar kertas, kemudian
dimasukkan dalam amplop,
lalu disimpan di dalam
Alkitab masing-masing.
Mintalah remaja melihat
komitmen yang ditulisnya itu
setiap dua minggu sekali
atau satu bulan sekali. Pada
tahun yang akan datang,
remaja diminta mengevaluasi
apakah komitmennya terwujud
dalam 1 tahun atau tidak.
|
Bahan yang
diperlukan:
Selembar kertas,
amplop, dan alat
tulis untuk setiap
remaja.
Fokus:
Tuhan melakukan
karya-Nya tidak
sendirian. la
melibatkan manusia.
Seperti seorang
tukang melakukan
rekrutmen untuk
mencari mitra kerja,
Tuhanpun melakukan
rekrutmen agar
manusia bersedia
menjadi mitra-Nya.
Siapakah yang
menyediakan diri
menjadi kawan
sekerja Allah?
Melalui pengalaman
Yesaya, remaja
diajak merenungkan:
seperti apakah kawan
sekerja Allah itu,
agar mereka bersedia
menjadi kawan
sekerja Allah dengan
mengatakan, "Ini aku,
utuslah aku."
|
|