 |
 |
|
|
 |
 |
|
|
|
|
|
 |
|
derap remaja adalah bahan
pembinaan untuk remaja.
disusun secara tematis.
setiap tema didasarkan satu
bacaan alkitab.
dilengkapi pula dengan
metode penyampaian.
telah terbit edisi 23. tahun
XII
para penulis derap remaja
2008 : pdt. addi soselia
patriabara,
pdt. tri santoso, pdt. widi
artanto, pdt. didik
tridjatmiko, pdt. wisnu
sapto nugroho,
martin sutedja, pdt. tabita
kartika christiani,
margaritifera
lystiakusumadewi
tata letak: abiya wyanto
kontak: widi artanto,
samirono baru 72 komp. lpps,
yogyakarta, 55281.
telp.(0274) 514721-551592
fax. 0274) 543001
Harga per eksemplar Rp.
20.000,-
Cara pengiriman ongkos cetak:
1. Lewat POS WESEL dengan
memakai blangko yang
dilampirkan
dalam surat pengantar
2. Lewat Bank ke TAHAPAN BCA
cab. Sudirman Yogyakarta
No. 0371994881 a.n. Widi
Artanto.
Segera kirimkan
pemberitahuan pengiriman
bank.
|
|
|
|
|
januari 2008 |
|
Minggu 1: Mereka Mengerang,
Allah Mendengarkan
Keluaran 1:14; 2:23-24
Minggu 2: Tersembunyi Ujung
Jalan
Keluaran 17:1-7
Minggu 3: Ini Aku, Utuslah
Aku!
Yesaya 6:1-13
Minggu 4: Janganlah Katakan:
Aku ini Masih Muda
Yeremia 1:4-19
|
|
Mereka Mengerang, Allah
Mendengarkan
Keluaran 1:1-14 & Keluaran
2:23-24 |
|
Penjelasan Teks
Perlumbuhan bangsa Israel
di Mesir
Pa da mulanyo bangsa Israel
pergi ke Mesir karena Yusuf
mengajak Yakub, ayahnya, dan
saudara-saudaranya; karena
kekeringan yang melanda
Israel. Allah merestui Yakub
pergi dan berjanji akan
membuat Israel menjadi
bangsa yang besar di Mesir (Kejadian
46:1-4). Pada masa Yusuf
hidup, Israel menjadi bangsa
yang terhormat. Semakin hari
jumlah mereka menjadi banyak.
Sensus yang diceriterakan
pada Keluaran 1:1-7
menunjukkan setelah kematian
Yusuf dan sanak saudaranya,
jumlah orang-orang Israel
yang berada di Mesir
mengalami peningkatan yang
cukup tajam. Jumlah mereka
tak terbilang, makin hari
makin bertambah, sehingga
seluruh negeri dipenuhi
orang-orang Israal. Sebagai
golongan imigran, mereka
menjadi bangsa yang besar
dan tentu saja memiliki
kekuatan yang besar.
Kekuatan Israel yang
Besar adalah Ancamen bagi
Mesir:
Bertambah banyaknya orang
Israel di Mesir rupanya
menjadi ancaman bagi orang
Mesir. Ketika seorang raja
yang memerintah tidak
mengenal Yusuf dan tidak
mengetahui sejarah
keberadaan orang-orang
Israel, ia membuat kebijakan
khusus bagi orang-orang
Israel. Kebijakan itu
dilakukan dengan tujuan agar
jumlah bangsa Israel tidak
bertambah di negeri Mesir.
Raja Mesir takut jika
nantinya Israel menjadi "musuh
dalam selimut" terhadap
bangsa Mesir. Wujud
kebijakan yang diberlakukan
antara lain:
-
Menempatkan
pengawas-pengawas rodi
untuk menindas bangsa
Israel dengan kerja
paksa untuk mendirikan
kota-kota perbekalan.
-
Dengan bengis memaksa
orang Israel bekerja.
-
Memahitkan hidup bangsa
Israel dengan kejam.
Hal aneh yang terjadi adalah
makin Israel dipaksa, makin
bertambahlah jumlah dan
kekuatan mereka, sehingga
orang Mesir semakin merasa
takut terhadap Israel.
Mengapa haI ini terjadi?
Secara psikologis orang yang
sama-sama merasakan bera
tnya beban hidup akan mudah
bersolidaritas. Ketika hal
itu terjadi pada orang-orang
Israel, rupanya mereka
membangun solidaritas yang
kuat, sehingga mereka
beramai-ramai menyatakan
diri sebagai bangsa Israel.
Hal itu rupanya menjadi
salah satu hal yang ditakuti
oleh orang-orang Mesir.
Allah Mendengar,
Mengingat, Melihat, dan
Memperlihatkan
Perikop Keluaran 2:23-25
menyebutkan meskipun raja
pembuat "kebijakan" bagi
Israel telah lama
mati,tetapi "kebijakan" itu
tetap dilakukan oleh
penerusnya. Siapa yang tahan
jika setiap hari di paksa
melakukan pekerjaan yang
tidak disenangi? Israel
menjadi pekerja rodi. Mereka
tidak betah lagi menahan
beratnya perbudakan. Dalam
situasi yang berat itu,
mereka berseru-seru kepada
Allah, dan Allah
mendengarkan mereka yang
mengerang meminta
pertolongan. la ingat
perjanjianNya dengan
Abraham, Ishak, dan Yakub,
Jawaban Allah atas ratapan
Israel ternyata tidak
terlepas dari karya
perjanjian-Nya. Wujud
perhatian Allah pada Israel
ditunjukkan dengan proses
mendengar seruan dan erangan
Israel. Setelah Allah
mendengar, la mengingat
kembali perjanjian-Nya
dengan bapa leluhur Israel (Kejadian
50:24). Dengan mengingat
perjanjian-Nya, Allah
melihat kesulitan hidup yang
diderita umat-Nya dan la
bertindak bagi Israel.
Langkah-langkah Penyampaian
1. Mintalah remaja
menceritakan
pengalaman-pengalaman yang
dialaminya di tahun 2007.
Bagaimana perasaan mereka
ketika berhasil atau ketika
gagal. Ketika mereka
berhasil, apa yang mereka
lakukan? Ketika mengalami ke
gagalan, apa yang mereka
lakukan? Dari cerita-cerita
ini ajaklah remaja melihat
kehidupan bangsa Israel di
Mesir. Di Mesir mereka
pernah mengalami
keberhasilan, tetapi mereka
juga merasakan beratnya
kegagalan, yaitu ketika
mereka menjadi budak dan
diperlakukan tidak adil.
Israel tidak mengira bila di
Mesir mereka mengalami
perlakuan yang buruk dan
menyedihkan.
2. Dalam situasi seperti
itulah mereka mengerang,
berseru kepada Allah. Allah
mendengar seruan Israel,
mengingat perjanjian-Nya,
melihat kesulilan Israel,
dan memperhatikan keberadaan
Israel.
3. Bagaimana dengan kita
saat ini? Memasuki tahun
baru ini, kila diingatkan
bahwa Allah tetap mendengar,
mengingat, melihat, dan
memperhatikan kita. Tetaplah
berseru kepada-Nya. Jabarkan
juga kepada remaja, bahwa
jawaban Tuhan atas seruan
kita tidak seperti orang
makan cabe, begitu dimakan,
rasa pedas langsung dirasa.
Tuhan memperhatikan kita
dengan proses dan cara-Nya
sendiri.
4.Ajaklah remaja merenung
bagaimana perhatian Allah
pada masa lalu dan pastikan
bahwa pada masa kapanpun
Allah tetap memperhatikan
kita. Untuk mengakhiri,
ajaklah remaja menyanyikan
NK8 49:1 & 3 "Tuhan yang
Pegang".
Kegiatan: Memahami Proses
1. Makan gorengan dengan
lalapan cabe. Apa yang
dirasakan? langsung pedas
dan prosesnya sangat cepat.
Diskusikanlah cepatnya
iritasi yang diakibatkan
cabe dan rasa panas yang
langsung ditimbulkan.
2. Minum wedang jahe. Apa
yang dirasakan? Rasa pedas
dirasakan berproses dan
lama-kelamaan menghangatkan
badan. Diskusikanlah proses
yang terjadi.
3, Bagaimana dengan seruan
kita pada Allah, apakah
seperti makan cabe yang
langsung terasa pedasnya?
Ataukah perlu proses?
Bandingkan dengan minum
wedang jahe. Begitu diminum
panasnya tidak langsung
terasa, butuh proses untuk
merasakan kehangatannya.
 |
|
Bahan yang
diperlukan:
Tempe atau tahu
goreng, cabe,
minuman jahe (wedang
jahe).
Fotokopi nyanyian
NKB 49:1 & 3.
Fokus:
Mengerang tidak
mungkin dilakukan
oleh orang yang
sehat. Mengerang
hanya dilakukan oleh
orang-orang yang
sakit, terutama yang
dirasakan sudah
tidak tertahankan.
Mengerang ternyata
tidak hanya
dilakukan oleh orang
yang sakit fisiknya,
tetapi juga oleh
orang-orang yang
merasakan sakitnya
hidup yang
dijalaninya. Dalam
Perjanjian Lama,
kala mengerang atau
berseru adalah
ungkapan yang khas
yang dilakukan oleh
orang-orang miskin
karena keberadaan
hidup mereka yang
berat, tersisih, dan
tertindas (Keluaran
2:24; 3:6,9). Israel
pada masanya
mengalami hal ini.
Mereka berseru-seru,
seperti orang yang
tidak berdaya. Dalam
seruan dan erangan
itu, akhirnya mereka
menaruh pengharapan
kepada Allah. Israel
mengerang, Allah
mendengarkan dan
mengingat kembali
perjanjian-Nya
kepada umat-Nya.
Memasuki tahun yang
baru ini, remaja
merefleksikan
peristiwa-peristiwa
yang telah dialami
pada tahun
sebelumnya, agar
dapat memasuki tahun
baru ini dengan
penuh harapan. Apa
yang akan terjadi
pada hari esok tak
dapat dipastikan.
Melalui pelajaran
ini remaja mengerti
kepada siapakah
mereka harus berseru
dan "mengerang"
untuk memperoleh
pengharapan masa
depan.
|
|
|
 |
|
|derap des 0507| |
|
|
 |
 |
|
|
|
|