Home | Tentang Kami | Kesaksian | Acara rohani | Link
 
Swara Surgawi
Video Streaming
Gratis CD Sabda
Alkitab Elektronik
Hollypower.net
E-mail Gratis
E-card
Kartu Ucapan Kristiani
 
eXTReMe Tracker
  DERAP REMAJA 2008


derap remaja adalah bahan pembinaan untuk remaja. disusun secara tematis.
setiap tema didasarkan satu bacaan alkitab.
dilengkapi pula dengan metode penyampaian.
telah terbit edisi 23. tahun XII
para penulis derap remaja 2008 : pdt. addi soselia patriabara,
pdt. tri santoso, pdt. widi artanto, pdt. didik tridjatmiko, pdt. wisnu sapto nugroho,
martin sutedja, pdt. tabita kartika christiani, margaritifera lystiakusumadewi
tata letak: abiya wyanto
kontak: widi artanto, samirono baru 72 komp. lpps, yogyakarta, 55281.
telp.(0274) 514721-551592 fax. 0274) 543001

Harga per eksemplar Rp. 20.000,-
Cara pengiriman ongkos cetak:
1. Lewat POS WESEL dengan memakai blangko yang dilampirkan
dalam surat pengantar
2. Lewat Bank ke TAHAPAN BCA cab. Sudirman Yogyakarta
No. 0371994881 a.n. Widi Artanto.
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank
.
 

Cara penggunaan Derap Remaja

Anatomi Materi

februari 2008


Minggu I: Yesus Diutus
Yohanes 5:19-47

Minggu 2: Yesus Pembebas
Lukas 7:18-23

Minggu 3: Yesus Hamba
Filipi 2:5-11 & Matius 20:26-27

Minggu 4: Yesus Sahabatku
Yohanes 15:9-17

 

Yesus Hamba
Filipi 2:5-11, Matius 20:26-27


Penjelasan Teks
Pengantar: Konteks Kehambaan Kristus dalam Surat Filipi

Nama kota "Filipi" diambil dari nama Raja Filipus II, ayahanda Alexander Agung. Pada masa Paulus, Filipi adalah sebuah kota Romawi yang cukup berpengaruh, di mana sebuah pangkalan militer yang cukup terkenal bermarkas. Sebagai kota pangkalan militer, hal pangkat, jabatan, hormat tentu menjadi nuansa kehidupan sehari-hari. Bah-kan mungkin saja persoalon siapa yang harus lebih dihormati sudah menjadi sesuatu yang secara otomatis diterima tanpa sikap kritis. Suasana kota yang hirarkhis ini dapat mempengaruhi kehidupan jemaat dan dapat menyebabkan konflik serta perpecahan.
Berbeda dengan konteks di Korintus di mana perpecahan jemaat sudah terjadi, di Filipi memang baru merupakan potensi. Sayangnya kita tidak banyak mendapat info mengenai peta potensi konflik di jemaat Filipi. Namun di pasal 4 kita mendapat se-dikit gambaran mengenai potensi konflik. Nampaknya ada dua tokoh penting yang berkontribusi dalam sejarah berdirinya jemaat Filipi. Keduanya perempuan, yaitu Euodia dan Sintikhe (4:2-3), Apakah kedua tokoh perempuan itu yang sedang membangun pengaruh diri untuk mendapatkan penghormatan yang lebih dari yang lain? Atau sebaliknya, orang-orang yang sudah terlanjur terbiasa dengan cara berpikir hi¬rarkhis itu yang tanpa sadar sedang membangun potensi konflik dengan mengagungkan yang satu lebih dari yang lain? Yang jelas Paulus melihal bahwa jika keduanya tidak mau sehati dan sepikir di dalam Tuhan, dan tidak mau saling merendahkan diri seperti Kristus, malah saling merendahkan, maka jemaat bisa terancam perpecahan.
Dalam konteks itulah hal kehambaan Kristus mendapat penekanan di pasal ke-2 surat ini.

Kristus yang Mengosongkan Diri
Paulus menyebut Yesus dengan gelar Kristus atau Mesias, yang berarti "yang diurapi" oleh Allah sendiri. Yesus membawa otoritas Allah dalam diri-Nya, sebab la memiliki "rupa Allah" dan "setara dengan Allah itu sendiri" (ayat 6), Adakah posisi yang lebih tinggi daripada Dia yang setara dengan Allah itu sendiri? Kata "rupa" di sini dalam bahasa aslinya juga berarti bentuk. Jadi Kristus adalah Allah sendiri, sebab la setara dengan Allah.
Namun dalam keserupaan dan kesetaraan-Nya dengan Allah ilu, justru Yesus mau merendahkan diri yang serendah-rendahnya, sampai pada mengosongkan dirinya. Hal mengosongkan diri, dalam bahasa Yunani kenosis dipahami sebagai sebuah tindakan perendahan diri yang terendah-rendahnya. Tindakan ini membuat seseorang nyaris menjadi bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa lagi. Bayangkan, dari serupa dan setara dengan Allah dan adalah Allah itu sendiri, menjadi bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa lagi.

Kristus yang Menempatkan Diri sebagai Hamba
Ketika seseorang dikatakan dalam rupa Allah, maka dengan kata lain dia adalah juga Allah itu sendiri. Allah yang men¬gosongkan diri mengambil wujud dan rupa manusia.


Tetapi tampaknya mengambil rupa manusia saja tidaklah cukup untuk menggambarkan perendahan diri Kristus. Sang Kristus menempatkan diri-Nya sebagai hamba, posisi yang paling rendah dalam struktur sosial yang ada di antara manusia, Dan ini memang sesuai dengan prinsip Yesus sendiri. Seperti tampak dalam sabda-Nya, "Barangsiapa yang ingin menjadi besar... hendaklah ia menjadi pelayan dan barang¬siapa ingin menjadi terkemuka, hendaklah dia menjadi hamba" (Matius 20:26-27).
Ini memang merupakan sebuah pembalikan paradigma berpikir yang selama ini ada di antara masyarakat pada umumnya, dan tentunya di kota pangkalan militer seperti Filipi, di mana yang berpangkat otomatis berkuasa, terkemuka, dihormati dan dilayani. Yesus membalikkan paradigma ini; ajaran Yesus adalah semakin tinggi pangkot, kuasa, dan pengaruh seseorang seharusnya membuat orang itu menjadi semakin rendah diri dan melayani. Kristus menjadikan diri-Nya dan hidup-Nya sebagai contoh hidup. Dia pun merendahkan diri sebagai hamba.

Ketaatan Seorang hamba, taat sampai maut ,bahkan di kayu salib
Kehambaan Kristus bukan hanya dalam kata-kata. Yesus benar-benar menunjukkannya dalam sikap hidup. Ingat pepatah dalam pelajaran minggu lalu; action speaks louder than word, perbuatan lebih nyaring dari kata-kata.

Bahan yang diperlukan:
Lembar pertanyaan "Tantangan Bertukar Peran" sebanyak jumlah remaja.
Fokus:
Minggu lalu remaja telah belajar tentang Yesus Pembebas. Dikatakan dalam Fokus pelajaran minggu lalu bahwa hal Yesus Pembebas ini sering kalah populer dari dimensi Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Demikian pula topik kita kali ini, Ye¬sus sebagai Hamba, juga tidak terlalu populer dibanding gelar Yesus yang lain sebagai Tuhan, Penebus, Juru Selamat, Raja di atas segala raja, dlsb. Pelajaran kali ini mengajak remaja untuk melihal dan memahami makna Yesus sebagai hamba. Remaja juga diajak untuk meneladani sikap kehambaan Yesus dalam kehidupan sehari-hari.




|derap des 0507|derap jan 0108 |derap jan 0208 | derap jan 0308 |
| derap jan 0408 | derap feb 0108 | derap feb 0208 |

 
  Sahabat Surgawi, Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 2002-2007,
Tim Sahabat Surgawi