Home | Tentang Kami | Kesaksian | Acara rohani | Link
 
Swara Surgawi
Video Streaming
Gratis CD Sabda
Alkitab Elektronik
Hollypower.net
E-mail Gratis
E-card
Kartu Ucapan Kristiani
 
eXTReMe Tracker
  DERAP REMAJA

SENI HIDUP


Sepanjang tahun 2007 ini Derap Remaja mengangkat tema *Seni Hidup" - suatu pengalaman kongkret kehidupan remaja pada khususnya, dan manusia pada umumnya, yaitu hidup yang penuh dengan suka dan duka.
Berbeda dari masa kanak-kanak, ketika sebagian besar anak lebih banyak menghayati kegembiraan dan kurang menghayati penderitaan, pada masa remaja seorang akan memahami dan merasakan baik kegembiraan maupun penderitaan. Hidup ini sesungguhnya merupakan perpaduan suka-duka, sukses-gagal, sehat-sakit dsb. Remaja perlu belajar bahwa hidup tak selalu "baik-baik saja." Kesukaran, persoalan, pergumulan, penderitaan merupakan bagian dari kenyataan hidup. Namun untunglah hidup ini tidak selalu penuh derita. Ada banyak saat di mana remaja mengalami kegembiraan, kepuasan, candatawa, jatuh cinta, dan sebagainya.
Selain pengalaman nyata dalam hidup sehari-hari, remaja juga seringkali mengalami perubahan emosional yang tak dapat mereka jelaskan. Misalnya tiba-tiba mereka merasa sangat gembira dan ingin mengajak tertawa semua orang; tapi kemudian mereka dilanda kesedihan yang tak dapat dijelaskan pula, yang menyebabkan mereka ingin menangis sejadi-jadinya. Masa pancaroba seperti ini wajar dalam perkembangan diri seorang remaja. Mereka perlu mengenali diri dan perkembangannya, agar tidak bingung menghadapi emosi yang berubah-ubah.
Sikap apakah yang semestinya dimiliki remaja pada saat menghadapi suka dan duka? Saat suka: bersyukur kepada Tuhan; menikmati dan membagikan sukacita itu dengan orang lain. Saat duka melanda, kepasrahan dan pengharapan kepada Tuhan mengalahkan keputusasaan. Jadi dalam suka maupun duka remaja tetap memandang kepada Tuhan sumber gembira dan kekuatan.
Remaja tidak diarahkan untuk melarikan diri dari kenyataan dunia ini. Pelarian sementara, yang berupa kecanduan narkoba, atau hidup tak mau tahu dengan situasi sebenarnya, bukanlah sikap yang tepat dalam menghadapi kesukaran dan penderitaan. Demikian pula pelarian yang berupa kerinduan segera masuk surga dan meninggalkan dunia fana bukanlah sikap yang tepat. Semua itu menunjukkan keengganan manusia menghadapi dan mengatasi penderitaan. Jika dibiarkan, remaja dapat bersikap acuh tak acuh terhadap kenyataan hidup pribadi dan dunia - suatu sikap yang tidak mendatangkan berkat bagi sesama.
Remaja Kristen perlu diarahkan untuk memiliki sikap positif menghadapi apapun juga kenyataan hidup ini, agar mereka dapat menjadi penolong bagi teman sebaya yang juga mengalami kenyataan dan pengalaman yang sama. Peer counseling seperti ini sangat dibutuhkan, sebab remaja biasanya lebih dekat dengan teman sebaya dari pada dengan orang tua atau pembimbing. Apalagi intensitas pertemuan antar sahabat lebih besar dari pada dengan pembimbing remaja di gereja. Barangkali Komisi Remaja-Komisi Remaja dapat memikirkan program-program yang mengarah pada peer counseling bagi remaja, untuk memperlengkapi mereka saling menolong: dari, oleh, dan untuk remaja. Hal ini dapat menghindarkan para remaja dari kebingungan diri dan dari kecenderungan bergosip ria atas pengalaman orang lain.

 

  Sahabat Surgawi, Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 2002-2007,
Tim Sahabat Surgawi