|
derap remaja
adalah bahan pembinaan untuk remaja. disusun secara tematis.
setiap tema didasarkan satu bacaan alkitab.
dilengkapi pula dengan metode penyampaian.
telah terbit edisi 21. satu edisi per enam bulan.
para penulis derap remaja 2007 : pdt. addi
soselia patriabara,
pdt. tri santoso, pdt. natan kristiyanto, pdt. widi
artanto, pdt. didik tridjatmiko,
pdt.waskito wibowo, anna marsiana, pdt. tabita kartika
christiani
kontak: widi artanto, samirono baru 72 komp. lpps, yogyakarta,
55281.
telp.(0274) 514721-551592 fax. 0274) 543001
e-mail: w_artanto@yahoo.com
Harga Rp. 20.000,-
Cara pengiriman ongkos cetak:
1. Lewat POS WESEL dengan memakai blangko yang dilampirkan
dalam surat pengantar
2. Lewat Bank ke TAHAPAN BCA cab. Sudirman Yogyakarta
No. 0371994881 a.n. Widi Artanto.
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
|
|

SEKILAS
Kata harmonis berasal dari kata harmoni yang artinya selaras
atau serasi. Keserasian dan keselarasan tidak sama dengan
keseragaman. Dengan kata lain, harmoni dalam keluarga tidak
berasal dari usaha penyeragaman, tetapi berasal dari
kesediaan masing-masing anggota untuk saling memahami dan
menerima perbedaan. Harmoni dalam keluarga ibarat simfoni
dalam musik. Sebuah nyanyian dinyanyikan dalam 3 suara atau
lebih dapat menghasilkan harmoni. Perbedaan-perbedaan suara
yang dipadukan itu ternyata manis dan indah didengar.
Melalui pelajaran ini, remaja diajak merenungkan makna hidup
bersama dalam keluarga agar menjadi bagian keluarga yang
bersedia saling mendengar dan menerima keluarganya apa
adanya untuk mewujudkan keluarga yang manis.
PENJELASAN TEKS
Harmoni diawali dengan penerimaan
Rasul Paulus menggambarkan kesediaan saling menerima seorang
di antara yang lain dengan gambaran tubuh manusia. Tubuh
tidak hanya sekedar terdiri dari tangan atau kaki saja,
melainkan terdiri dari berbagai bagian yang berbeda. Tangan,
kaki, mata, telinga, hidung, perut, dan sebagainya. Dalam
berbagai bentuknya itu, tubuh adalah suatu kesatuan yang
harmoni, ajaib dan indah karena semua yang berbeda itu dapat
berko-ordinasi satu dengan yang lain, sehingga terjalin
kerjasama yang harmonis. Sebagai contoh, meskipun mata
terletak di atas dan kaki terletak di bawah ternyata dapat
bekerja sama dengan baik ketika kita berjalan kaki.
Mata melihat jalan-jalan yang akan kita lalui dan kaki
melangkah dalam perjalanan kita, sehingga tidak terantuk dan
jatuh. Bagian- bagian tubuh yang bekerja sama akan
meng-hasilkan banyak hal yang indah dan luar biasa, meskipun
bagian-bagian tubuh itu berbeda-beda.
Bagaimanakah jika tubuh tidak bekerja sama? Jika tubuh tidak
bekerja sama dengan baik, maka tubuh kita akan mengalami
gangguan atau kelumpuhan. Bayangkanlah kita sedang lapar dan
tangan tidak mau diajak kompromi menyuapi mulut kita. Lebih
parah lagi, mulut membungkam tidak mau menerima makanan.
Maka bisa dibayangkan, tanpa harmoni, kehidupan akan mati.
Itu berarti setiap bagian tubuh perlu saling memperhatikan
dan bekerja sama.
Keluarga ibarat tubuh yang berbeda-beda bentuk dan sifatnya
tetapi saling membutuhkan dan saling tergantung satu
terhadap yang lain. Perbedaan dalam keluarga adalah
kenyataan. Karakter antara papa dan mama tidak mungkin sama.
Hoby antara kakak dengan adik, meski bisa sama tetapi banyak
bedanya. Cita-cita juga tidaklah selalu sama. Masing-masing
anggota keluarga juga memiliki kelebihan dan kekurangannya
masing-masing. Penerimaan terhadap kekuatan dan kelemahan
akan menjadi kekuatan dalam keluarga, sehingga dari harmoni
akan menjadi sinergi.
Harmoni Menjadi Sinergi
Sinergi adalah kekuatan gabungan. Apa yang berbeda, jika
disatukan menjadi kekuatan yang luar biasa. Dua tangan akan
mengangkat lebih kuat daripada satu tangan, Tetapi tidak
mungkin tangan mengangkat tanpa dukungan pinggang, kaki, dan
bahkan seluruh organ tubuh lain.
Tangan akan menggaruk punggung atau kepala yang gatal. Mata,
tangan, mulut, hidung, perut bekerja sama menjadikan
kenikmatan saat makan. Karena itu mata tidak akan mengatakan
aku tidak butuh tangan. Kaki tidak akan mengatakan aku tidak
butuh perut. Rambut mengatakan aku tidak butuh mata. Rasul
Paulus menegaskan sesungguhnya semua anggota tubuh saling
membutuhkan. Demikianlah hakikat kehidupan bersama, termasuk
dalam keluarga.
Harmoni adalah sinergi jika di dalamnya terdapat keinginan
saling memahami kebutuhan, saling memahami tujuan
masing-masing anggota. Itu juga berarti ada kehidupan yang
saling memperhatikan, saling mendengarkan dan saling
mengerti. Keluarga yang manis adalah keluarga yang harmonis.
Sebab dalam keharmonisan terjadi sinergi atau kerja sama
yang saling mem-bangun dan saling menguatkan.
LANGKAH-LANGKAH PENYAMPAIAN
1. Ajak remaja memperhatikan senar gitar. Setiap senar
berbeda-beda besar dan sua-ranya (bunyikan senar itu satu
per satu). Keindahan gitar tidaklah terletak pada senar yang
besar atau senar yang kecil. Tetapi ketika semua senar itu
dibunyikan dengan serasi. Mintalah seseorang memainkan gitar.
Lalu nyanyikan sebuah lagu dengan diiringi gitar.
Diskusikanlah keindahannya.
2. Perbedaan adalah sebuah kenyataan, termasuk dalam
keluarga. Ibarat satu tubuh yang memiliki banyak anggota,
demikian juga keluarga. Masing-masing memiliki karakter yang
berbeda, kemampuan yang tidak sama. Masing-masing memiliki
kelemahan dan kekuatannya sendiri. Ajaklah remaja
menyebutkan kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan dalam
masing-masing anggota keluarga. Dari masing-masing kelemahan
dan kekuatan yang ada jika disinergikan akan menjadi
kekuatan yang besar.
3. Masukilah pembahasan teks I Korintus 12: 14-26 (lihat
Penjelasan Teks) dengan me-nunjukkan kepada remaja bahwa
harmoni dalam keluarga ibarat tubuh dengan masing-masing
anggotanya yang bekerja sama meskipun dalam berbagai bentuk
dan sifatnya.
4. Kunci keberhasilan sinergi adalah kesediaan. Apakah
bersedia memahami, mendengar, memperhatikan? Jika jawabannya
ya, maka sinergi akan terjadi. Akhiri renungan dengan
mengajak remaja berdoa secara bersahutan seperti yang
diajarkan Kardinal Merry de Vall (bahan telah dibagikan di
awal acara):
Doa Mohon Kerendahan Hati
(Keterangan P: Pemimpin, R: Remaja)
P : Yesus yang lemah lembut dan rendahhati:
R : dengarkanlah aku.
P : Dari keinginan untuk dihargai
R : Bebaskanlah aku ya Yesus
P : Dari keinginan untuk dipuji
R : Bebaskanlah aku ya Yesus
P : Dari keinginan untuk terangkat martabatku
R : Bebaskanlah aku ya Yesus
P : Dari keinginan untuk dimintai nasihat
R : Bebaskanlah aku ya Yesus
P : Dari keinginan untuk jadi terkemuka
R : Bebaskanlah aku ya Yesus
P : Dari ketakutan untuk dihina
R : Bebaskanlah aku ya Yesus
P : Dari ketakutan untuk direndahkan
R : Bebaskanlah aku ya Yesus
P : Dari ketakutan untuk diabaikan
R : Bebaskanlah aku ya Yesus
P : Dari ketakutan untuk dijelekkan namaku
R : Bebaskanlah aku ya Yesus
P : Dari ketakutan untuk dilupakan
R : Bebaskanlah aku ya Yesus
P : Dari ketakutan untuk diejek
R : Bebaskanlah aku ya Yesus
P : Dari ketakutan untuk dinodai
R : Bebaskanlah aku ya Yesus
P : Dari ketakutan untuk dituduh
R : Bebaskanlah aku ya Yesus
KEGIATAN
Bernyanyi dalam Harmoni
1. Kegiatan ini dapat melibatkan pemimpin Paduan Suara.
2. Pilihlah lagu dengan 4 suara yang sederhana.
3. Mintalah pemimpin Paduan Suara melatih remaja menyanyikan
lagu itu dengan 4 suara.
4. Tanyakan komentar mereka. Tekankan bahwa menyanyi dengan
4 suara tidak mudah, tetapi hasilnya indah.
|
 |
|