Home | Tentang Kami | Kesaksian | Acara rohani | Link
 
Swara Surgawi
Video Streaming
Gratis CD Sabda
Alkitab Elektronik
Hollypower.net
E-mail Gratis
 
eXTReMe Tracker
  DERAP REMAJA


derap remaja adalah bahan pembinaan untuk remaja. disusun secara tematis.
setiap tema didasarkan satu bacaan alkitab.
dilengkapi pula dengan metode penyampaian.
telah terbit edisi 21. satu edisi per enam bulan.
para penulis derap remaja 2007 : pdt. addi soselia patriabara,
pdt. tri santoso, pdt. natan kristiyanto,  pdt. widi artanto, pdt. didik tridjatmiko,
pdt.waskito wibowo, anna marsiana, pdt. tabita kartika christiani
kontak: widi artanto, samirono baru 72 komp. lpps, yogyakarta, 55281.
telp.(0274) 514721-551592 fax. 0274) 543001
 e-mail: w_artanto@yahoo.com

Harga Rp. 20.000,-
Cara pengiriman ongkos cetak:
1. Lewat POS WESEL dengan memakai blangko yang dilampirkan
dalam surat pengantar
2. Lewat Bank ke TAHAPAN BCA cab. Sudirman Yogyakarta
No. 0371994881 a.n. Widi Artanto.
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
 

       Bagaimana menggunakan Derap Remaja?

Seni Hidup


oktober 2007

Masalah Keluargaku, Masalahku Juga

Ribut Rukun dalam Keluarga

Keluargaku Manis, Keluargaku Harmonis

Lilin Kecil di Tengah Keluarga
 


oktober 2007minggu2
Ribut Rukun dalam Keluarga

bacaan: kejadian 33:1-4
bahan: koran, majalah, gunting, kertas karton, alat tulis
 

                                                                        
                                   

SEKILAS
Andar Ismail menulis buku yang berjudul unik, Selamat Ribut Rukun. Menurutnya, ribut berarti bertengkar, rukun berarti damai. Ribut dan rukun tidak ada persamaannya. Bahkan keduanya bertolak belakang. Meskipun demikian, keduanya kerap terjadi. Bukankah kehidupan keluarga kita seperti itu? Inilah kenyataan semua keluarga, ribut dan rukun silih berganti. Jadi keluarga yang indah bukanlah keluarga yang tidak pernah ribut, tetapi keluarga yang dapat menyelesaikan setiap keributan. Untuk itu dibutuhkan perjuangan dan kerendahan hati.

PENJELASAN TEKS
Kejadian 33:1-4 adalah bagian dari rangkaian kisah keluarga Ishak. Yakub dan Esau adalah kakak beradik, anak Ishak. Sebagai kakak beradik, tentu mereka diharapkan hidup rukun. Tetapi, dalam kenyataan tidaklah demikian. Mereka lama terpisah akibat pertengkaran. Esau merasa dirinya telah ditipu oleh Yakub. Hak kesulungan yang semestinya dimiliki Esau ternyata diambil oleh Yakub dengan tipu daya. Karena itulah, Esau marah dan mendendam terhadap Yakub. Nada kemarahan terlihat jelas dalam Kejadian 27.41: "Esau menaruh dendam kepada Yakub karena berkat yang telah diberikan ayahnya kepadanya, lalu ia berkata kepada dirinya sendiri: "Hari-hari berkabung karena kematian ayahku itu tidak akan lama lagi; pada waktu itulah Yakub, adikku, akan kubunuh." Situasi benar-benar meruncing. Hal itu membuat Yakub pergi meninggalkan rumahnya menuju Mesopotamia.
Tenangkah Yakub dalam pelarian? Awalnya, mungkin ya. Namun, kegelisahan agaknya tidak mudah terhapus dari kalbunya. Kegelisahan itu terjawab. Pada suatu hari, Tuhan berfirman kepada Yakub: "Pulanglah ke negeri nenek moyangmu dan kepada kaummu dan Aku akan menyertai engkau" (Kejadian 31:3). Apakah rencana Tuhan di balik perintahNya ini? Jika dikaitkan dengan permasalahan sebelumnya, nampaknya Tuhan menginginkan Yakub menyelesaikan permasalahannya dengan Esau. Tuhan menginginkan keributan yang terjadi di antara mereka diubah menjadi kerukunan. Rencana Tuhan amat baik. Sekalipun menjadi jawaban atas pergumulan Yakub, perintah Tuhan bukanlah hal yang mudah untuk ditaati. Yakub berpikir panjang. Bukankah hal ini sama dengan bunuh diri? Bukankah jika ia pulang, mudahlah bagi Esau untuk menangkapnya dan melampiaskan dendamnya? Dalam pergumulan itu akhirnya Yakub memutuskan bertemu dengan Esau. Tidak mudah mengambil keputusan itu. Ia berjuang, setidaknya melawan dirinya sendiri.
Yakub lalu merancang strategi. Ia tidak mau mati konyol. Ia menyuruh utusannya berjalan terlebih dahulu menjumpai Esau (Kejadian 32:3-5). Dengan strategi ini akan terlihat kemarahan Esau. Strategi ini tidak menghasilkan apa-apa. Yakub justru mendengar dari utusannya bahwa Esau sedang dalam perjalanan untuk menjumpai dirinya dengan diiring empat ratus orang, takutlah Yakub dan merasa sesak hati.
Strategi kedua pun dijalankan. Yaitu menempatkan keluarganya di depannya (Kejadian 33:2). Lewat itu, Yakub juga mau melihat seberapa besar kemarahan Esau. Sampai akhirnya, ia pun mau berjalan ke depan dan bersujud tujuh kali (ay. 3). Melihat hal itu, berlarilah Esau mendapati Yakub dan mendekapnya serta mencium Yakub serta mereka bertangis-tangisan dalam perjumpaan itu. Permusuhan yang telah lama terjadi hingga memisahkan mereka berubah menjadi kerukunan antara kakak dengan adik. Yakub dan Esau berkasih-kasihan, keributan yang pernah terjadi diubah menjadi kerukunan, kemarahan diubah menjadi pengampunan, penolakan diubah menjadi penerimaan.
Itu semua bisa terjadi karena adanya kerendahan hati dan perjuangan. Yakub rela menyongsong Esau dengan resiko apapun. Ia bersujud menyatakan permohonan maafnya. Sebuah keributan, separah apapun, akan dengan mudahnya selesai ketika semua pihak merendahkan diri.

LANGKAH-LANGKAH PENYAMPAIAN
1. Mulailah dengan mengungkapkan sebuah pepatah yang berbunyi:"Orang yang paling kita cintai adalah orang yang paling sering kita sakiti." Tanyakanlah kepada para remaja, apakah ungkapan itu benar? Adakah di antara mereka yang menyimpan rasa sakit pada anggota keluarga lain? Keluarga adalah orang-orang terdekat. Kita tahu kelemahan-kelemahan sesama anggota keluarga, karena itulah sesama anggota keluarga tidak jarang saling marah, saling bermusuhan dan bertengkar.
2. Katakan bahwa dalam kehidupan keluarga, situasi "saling mencintai dan saling menyakiti" sering terjadi. Inilah yang disebut Andar Ismail sebagai situasi ribut-rukun, seperti judul bukunya "Selamat Ribut Rukun." Mengapa kita ribut? Andar Ismail menyebutkan: "Di sinilah terdapat paradoks (=dua hal yang bertentangan) dan kausalitas (=dua hal yang saling menyebabkan)." Artinya, yang menyebabkan kita ribut seringkali karena kita mencintai keluarga kita. Kita tidak ingin mereka terjatuh atau tersesat. Dan justru karena kita ribut. Paradoks bukan?
3. Dalam cerita Alkitab, banyak kita jumpai keluarga yang berkonflik. Misalnya keluarga Ishak, di mana anak mereka Yakub dan Esau bertengkar, bermusuhan (selanjutnya jelaskan berdasarkan Penjelasan Teks di atas). Yang penting bukanlah pada ributnya mereka, tetapi bagaimana mereka mengakhiri keributan itu menjadi kerukunan. Tekankan pada remaja, yang dibutuhkan adalah kerendahan hati. Jangan mencari jawaban siapa yang benar. Sebab rukun adalah sebuah hal yang indah. Pikirkankan keindahannya, jangan pikirkan gengsinya. Berikanlah contoh praktis.

KEGIATAN
1. Nyanyikanlah lagu: "O Betapa Indahnya"sebagai theme song.


O
Betapa indahnya, dan betapa eloknya
Bila saudara semua, hidup dalam kerukunan
Bak urapan di kepala Harun dari janggut kejubahnya turun,
Seperti embun yang dari Hermon, mengalir ke bukit Sion,
Di sana t'lah dip'rintahkan Tuhan, agar berkat-berkat dicurahkan,
Kehidupan untuk selamanya, oh betapa indahnya.
 

2. Mintalah remaja mengumpulkan gambar dari majalah atau koran yang mencerminkan keluarga ideal menurut mereka.
3. Tuliskan di bagian atas kertas karton: KELUARGA IDEAL. Di bawah tuliskan itu tempelkan gambar yang telah mereka dapat. Lalu minta mereka memberikan komentar di bawah gambar itu. Misalnya punya rumah besar. Itu berarti keluarga ideal menurut mereka adalah keluarga yang punya rumah besar.
4. Tanyakan kepada mereka, bagaimana caranya untuk sampai kepada keluarga ideal itu? Tekankan kepada mereka pentingnya perjuangan. Untuk mencapai keluarga yang damai, rukun, dibutuhkan perjuangan dan kerendahan hati.
5. Bagilah remaja dalam kelompok kecil (5 orang). Minta setiap remaja menyebutkan satu hal yang mengganjal hatinya di tengah keluarga mereka (misalnya, adikku terlalu manja). Mintalah mereka saling mendoakan.                                                                             

                                                                                                                 

Juli0107

Juli0207

Juli0307

Juli0407

Juli0507

Agustus0107

Agustus0207

Agustus0307

Agustus 0407

September 0107

September 0207

September 0307

September 0407

 September 0507

Oktober 0107

 
  Sahabat Surgawi, Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 2002-2007,
Tim Sahabat Surgawi