|
derap remaja
adalah bahan pembinaan untuk remaja. disusun secara tematis.
setiap tema didasarkan satu bacaan alkitab.
dilengkapi pula dengan metode penyampaian.
telah terbit edisi 21. satu edisi per enam bulan.
para penulis derap remaja 2007 : pdt. addi
soselia patriabara,
pdt. tri santoso, pdt. natan kristiyanto, pdt. widi
artanto, pdt. didik tridjatmiko,
pdt.waskito wibowo, anna marsiana, pdt. tabita kartika
christiani
kontak: widi artanto, samirono baru 72 komp. lpps, yogyakarta,
55281.
telp.(0274) 514721-551592 fax. 0274) 543001
e-mail: w_artanto@yahoo.com
Harga Rp. 20.000,-
Cara pengiriman ongkos cetak:
1. Lewat POS WESEL dengan memakai blangko yang dilampirkan
dalam surat pengantar
2. Lewat Bank ke TAHAPAN BCA cab. Sudirman Yogyakarta
No. 0371994881 a.n. Widi Artanto.
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
|
|

SEKILAS
Semua orang tentu pernah merasa jenuh jika terus menerus
melakukan sesuatu yang rutin. Kejenuhan membuat kita tidak
produktif; kreativitas menjadi tumpul dan emosi-emosi
negatif bermunculan. Jika sudah demikian kondisinya, maka
kita tidak dapat melakukan tanggung jawab hidup dengan baik.
Salah satu jalan keluar dari persoalan di atas adalah dengan
berekreasi. Pada pelajaran ini remaja diajak memahami bahwa
tujuan rekreasi bukan sekedar kegiatan bersantai dan
hura-hura, melainkan memulihkan diri sebagai ciptaan yang
lebih fungsional sesuai design penciptanya.
PENJELASAN TEKS
Orang yang murah hati (khe'sed) berbuat baik kepada diri
sendiri (nephesh), tetapi orang yang kejam menyiksa badannya
sendiri(aw'kar sha'er). (Amsal 11:17)
Orang yang Beriman Adalah Orang yang Merawat Hidupnya
Orang Yahudi memahami hidup seba¬gai anugerah Tuhan. Tuhan
adalah pemilik kehidupan. Urusan nyawa dan darah adalah hak
Tuhan. Manusia tidak boleh membunuh sesamanya atau membunuh
dirinya sendiri. Tugas manusia adalah merawat nyawa sendiri
dan nyawa sesamanya. Manusia harus merawat hidupnya agar
tetap berkualitas. Itu sebabnya Amsal 11:17 menyebut orang
yang merawat hidupnya sebagai orang yang murah hati.
Kata khe'sed dalam bahasa Ibrani, yang oleh TB
LAI diterjemahkan "murah hati", bisa juga bisa diterjemahkan
dengan kata penuh kasih setia atau penuh iman.
Jadi merawat diri sendiri agar tetap berkualitas merupakan
tindakan iman. Orang beriman adalah orang yang tidak
membiarkan hidupnya menjadi rusak. Jika kualitas hidupnya
mulai menurun maka ia harus bersegera memperbaikinya kembali,
agar dapat berfungsi sesuai dengan tujuan Tuhan. Jika
kejenuhan atau stres menggerogoti hidup, kreativitas anjlok
dan kemampuan menanggungjawabi hidup tidak lagi memadai,
maka ia harus melakukan upaya re-creation; artinya:
mencipta ulang. Memulihkan diri kembali sebagai sebagai
ciptaan baru. Inilah makna rekreasi. Apa yang perlu di re-kreasi?
Bukan Sekedar Badan, Melainkan Seluruh Hidup
Kata Ibrani nephesh yang oleh TB LAI
diterjemahkan dengan badannya sendiri, diterjemahkan
oleh KJV his own soul. Agaknya terjemahan KJV lebih
tepat. Nephesh berarti nafas, jiwa, atau hidup. Jadi Amsal
11:17 tidak hanya berbicara tentang melakukan kebaikan
terhadap badan/tubuh saja, melainkan terhadap totalitas
hidup. Menjaga jiwa dan raga agar tetap segar dan prima.
Inilah hakikat rekreasi. Dengan kualitas hidup seperti itu,
maka manusia dapat menjalankan fungsinya secara bertanggung
jawab kepada Tuhan, Sang Pemberi Hidup.
Orang Kejam Merusak Diri Sendiri
Penulis Amsal menyebut orang yang tidak menyayangi diri
sendiri sebagai orang yang kejam (Ibr. akzariy).
Kata ini bisa juga diterjemahkan sebagai orang lalim.
Lalim artinya bengis, tidak adil, dan tidak punya belas
kasihan. Orang lalim menyiksa badannya sendiri.
Istilah menyiksa badannya sendiri diterjemahkan LAI dari
aw'kar sha'er. Selain dapat diterjemahkan sebagai
badan, kata sha'er bisa juga diterjemahkan
dengan darah. Dalam pemahaman orang Yahudi,
darah adalah hak Tuhan. Maka frase menyiksa badan sendiri,
juga mengandung pengertian meng-aniaya sesuatu yang menjadi
milik Tuhan. Itu berarti bertindak melawan Sang Pemilik
Hidup dengan cara merusak seluruh hidup.
LANGKAH-LANGKAH PENYAMPAIAN
1. Di awal khotbah/renungan, tanyakanlah kepada Remaja:
a. Apa yang terlintas dalam pikiran dan perasaan mereka
ketika mendengar kata rekreasi. (besar kemungkinan mereka
akan mendefinisikan sebagai aktivitas bersantai, berpergian,
bertamasya dan bernikmat-nikmat diri).
b. Minta mereka menceritakan apa hasil yang mereka peroleh
dan rasakan setelah berekreasi seperti dimaksud dalam point
a. (senang, lelah, duit habis, atau )
2. Mintalah remaja menerjemahkan arti kata REKREASI atau
RE-CREATION. Diskusikan: apa maknanya dan untuk apa
aktivitas itu perlu di lakukan. Jelaskan bahwa re-creation
berarti mencipta ulang, atau suatu proses memulihkan diri
agar kita dapat hidup secara bertanggung jawab kepada Tuhan.
Kita diciptakan Tuhan untuk memenuhi suatu fungsi tertentu.
Jadi rekreasi adalah suatu aktivitas yang bertujuan agar
ciptaan dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Relaks,
santai, dan bernikmat-nikmat diri bukan sebagai tujuan akhir,
melainkan melayani suatu tujuan yang lebih mulia, yakni:
memulihkan diri sebagai ciptaan yang lebih fungsional
sesuai design penciptanya. Tentang kecenderungan
menjadikan kenikmatan sebagai tujuan akhir, Epikurus pernah
mengingatkan: "Kenikmatan yang sejati, tidak hanya
mengajak kita bertanya: apakah kita menikmatinya pada waktu
itu? Tetapi juga: apakah akibat dari semua itu? Kenikmatan
yang hanya kita nikmati pada waktu ia berlangsung, tetapi
membawa bencana dan petaka pada akhirnya, itu bukan
kenikmatan. Itu perangkap setan!"
4. Dengan memanfaatkan penjelasan teks di atas, jelaskan
bahwa salah satu ciri orang beriman adalah murah hati
terhadap diri sendiri (bukan memanjakan diri Iho!). Kita
mesti menjaga dan merawat hidup agar memiliki kualitas yang
baik. Jika hidup kita digerogoti kejenuhan atau stres,
hingga kulitasnya makin melorot, maka berekreasilah. Tuhan
tidak menginginkan kita terus-menerus memaksa diri
habis-habisan, hingga kualitas hidup malah merosot. Segera
segarkan kembali diri kita hingga menjadi "ciptaan baru".
Menyegarkan hidup tidak harus mahal. Banyak cara bisa
dilakukan. Seperti olah raga, bermain, relaksasi melihat
alam, atau melakukan sesuatu yang positif namun tidak biasa
kita lakukan (diferensiasi). Apa yang perlu
disegarkan? Bukan saja soal fisik tetapi mesti menyentuh
seluruh hidup. Pada bagian ini tekankanlah bahwa tujuan
bermurah hati kepada diri sendiri adalah agar hidup kita
menjadi hidup yang memiliki kualitas yang baik. Hidup yang
baik adalah hidup yang berguna bagi Tuhan, sesama, diri
sendiri dan seluruh ciptaan.
 |
5. Ceritakan kisah tentang "Tali Busur Mesti Lentur"
(terlampir). Tekankan bahwa agar berfungsi dengan
baik maka tali busur tidak harus selalu direntangkan.
Jika selalu direntangkan maka ia justru akan
kehilangan kelenturan dan fungsinya.
6. Akhiri dengan Kegiatan (pilih salah satu). |
KEGIATAN
RELAKSASI
Tujuan dari kegiatan ini adalah melatih
remaja agar bisa melakukan relaksasi.
Ajak remaja melakukan relaksasi bersama- sama (bisa juga
dibagi dalam beberapa kelompok kecil)
- Ambillah posisi duduk yang santai.
- Tarik nafas panjang dan hembus kembali perlahan-lahan
melalui hidung. Ulangi sampai 10 kali atau lebih.
- Rebahlah dan pejamkan mata.
- Kemudian pembimbing mengucapkan dengan lambat dan teratur:
Sekarang kencangkan semua otot pada tubuhmu; bengkokkan
jari-jari kakimu, tekan gigimu, kepalkan tangan dan tahan
dalam beberapa detik; lemaskan, bayangkan semua otot
mengendor; mulailah dari jari kaki sampai ujung kepala,
hingga tubuh merasa relaks; buka matamu.
- Setelah itu tanyakan apa yang dirasakan remaja: Apakah
kamu merasa relaks?
SEPAKBOLA BALON
1. Pembimbing memberi informasi kepada remaja bahwa mereka
akan berekreasi dengan bermain sepak bola balon.
2. Para remaja diminta membagi diri dalam dua regu. Seluruh
anggota regu satu diberi pita merah dan anggota regu dua
diberi pita biru, untuk kenakan pada lengan.
3. Kepada seluruh peserta diberikan masing-masing 1 balon
untuk ditiup dan kemudian diikat dengan tali rafia pada
pergelangan kakikiri.
4. Agar lebih seru, bagikan juga sarung atau daster kepada
peserta untuk dikenakan selama bermain.
5. Setiap anggota regu bertugas menginjak balon lawan hingga
meletus. Regu yang lebih banyak meletuskan balon lawan dan
mempertahankan balonnya sendiri agar tidak meletus adalah
pemenangnya.
6. Tiuplah peluit panjang sebagai aba-aba, awal dan akhir
pertandingan.

|
TALI BUSUR MESTI LENTUR
Ini
hanyalah sebuah dongeng. Seorang sahabat raja mampir
ke istana. Ia mengenakan pakaian berburu karena
selepas dari istana sang raja ia akan terus berburu
ke hutan
Namun sesampai di istana sang raja, ia terkejut
setengah mati. Mengapa? ia melihat sang raja
bercelana pendek, sedang bermain-main dengan seekor
burung, mengajaknya bicara dan bernyanyi. Sang raja
tampak seperti anak kecil dan sangat tidak berwibawa.
Tidak tahan melihat pemandangan itu sang sahabat
berkata: "Raja sahabatku, anda orang terkenal. Anda
adalah penguasa negri ini. Anda mestinya harus
selalu tampil elegan dan berwibawa. Mengapa anda
justru tampil seperti ini, seperti anak kecil dan
....ah...apa nanti kata dunia? Mengapa anda merusak
citra sendiri?
Dengan tenang Sang Raja balik bertanya:
"Sobat, engkau memegang busur. Apakah busur panah
itu harus terus menerus engkau regangkan talinya?
Selalu siap untuk meluncurkan anak panah setiap saat?"
“Sudah pasti Tidak! Bila terus menerus diregangkan
ia justru akan kehilangan kelenturannya. Ia justru
tidak akan dapat meluncurkan anak panah dengan cepat
dan tepat. Ia menjadi tidak berguna!"
jawab sang sahabat.
"Nah sekarang engkau mengerti maksudku. Seperti
busur itu, begitulah manusia. Bila ia selalu regang
dan tegang, tak pernah santai, ia tidak akan pernah
dapat menjalankan fungsinya dengan baik.
Tak pernah cepat dan tepat! Benar bukan?" sahut sang
raja.
|
|