Home | Tentang Kami | Kesaksian | Acara rohani | Link
 
Swara Surgawi
Video Streaming
Gratis CD Sabda
Alkitab Elektronik
Hollypower.net
E-mail Gratis
E-card
Kartu Ucapan Kristiani
 
eXTReMe Tracker
  DERAP REMAJA


derap remaja adalah bahan pembinaan untuk remaja. disusun secara tematis.
setiap tema didasarkan satu bacaan alkitab.
dilengkapi pula dengan metode penyampaian.
telah terbit edisi 21. satu edisi per enam bulan.
para penulis derap remaja 2007 : pdt. addi soselia patriabara,
pdt. tri santoso, pdt. natan kristiyanto,  pdt. widi artanto, pdt. didik tridjatmiko,
pdt.waskito wibowo, anna marsiana, pdt. tabita kartika christiani
kontak: widi artanto, samirono baru 72 komp. lpps, yogyakarta, 55281.
telp.(0274) 514721-551592 fax. 0274) 543001
 e-mail: w_artanto@yahoo.com

Harga Rp. 20.000,-
Cara pengiriman ongkos cetak:
1. Lewat POS WESEL dengan memakai blangko yang dilampirkan
dalam surat pengantar
2. Lewat Bank ke TAHAPAN BCA cab. Sudirman Yogyakarta
No. 0371994881 a.n. Widi Artanto.
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
 

       Bagaimana menggunakan Derap Remaja?

Seni Hidup


juli 2007

Mengisi Waktu Luang

Memasuki Lingkungan Baru

Retret

Rekreasi

Sekolah yang Menghidupkan

 


juli2007minggu2

Memasuki Lingkungan Baru
bacaan: daniel 1:1-21
bahan: papan atau kursi kecil! pendek (dhingklik) yang cukup kuat, selembar kain untuk menutup mata, bedak tabur
 

                                 
                                   
SEKILAS
Memasuki lingkungan yang baru adalah pengalaman bagi para pelajar usai liburan kenaikan kelas, termasuk bagi mereka yang berusia remaja. Lingkungan yang baru tentu selalu ada tantangan sekaligus ancaman. Di balik itu semua terdapat juga peluang yang dapat memberikan pengaruh-pengaruh negatif maupun positif yang akan turut berperan dalam proses pembentukan kepribadian remaja.
Tujuan pelajaran kali ini adalah agar remaja dapat menyimpulkan ciri-ciri kepribadian yang kuat sebagai anak Tuhan ketika harus masuk ke dalam lingkungan pergaulan yang baru, melalui teladan kisah Daniel dan kawan-kawan.

PENJELASAN TEKS
Konteks peristiwa yang melatarbelakangi perikop ini adalah jatuhnya Yerusalem ke tangan raja Babel (ayat 1). Oleh perintah raja kemudian dipilihlah beberapa orang Israel yang memenuhi persyaratan tertentu untuk dibawa ke Babel guna dididik dan dipekerjakan di istana raja (3-5). Maka terpilihlah Daniel, Hananya, Misael, Azarya. Nah, kemudian mulailah babak baru kehidupan Daniel dan kawan-kawannya.
Memasuki lingkungan yang baru, Daniel dan kawan-kawannyapun mengalami berbagai hal baru. Pertama, mereka diberi nama baru (ayat 7). Kemudian dalam hal makanan dan minuman sehari-hari, raja memutuskan agar mereka diberi santapan raja dan anggur yang biasa diminum raja sendiri (ayat 5). Santapan raja tentu bukanlah; masakan sayur-mayur, melainkan daging' (Alkitab King James Version dengan lebih jelas menyebutkan santapan raja itu king's meat, yang arti harafiahnya daging raja). Pastilah makanan itu lezat karena diolah oleh koki istana pilihan. Bisa jadi Daniel dan kawan-kawannya "ngiler" membayangkan betapa lezatnya masakan itu. Apalagi makanan tersebut bakal dihidangkan setiap hari. Namun perlu diketahui bahwa Raja Babel adalah pemeluk agama Babel. Agama Babel menyembah kepada banyak dewa dan dewi, di antaranya adalah Anu (dewa langit), Enlil (dewa udara), Nebo (dewa tulisan), Isytar (dewi cinta), Baal (yang diakui sebagai tuhan), Marduk (raja dari para illah, dewa tertinggi bangsa Babel). Kepada para dewa dan dewilah makanan dan minuman biasanya dipersembahkan sebelum disantap. Sementara itu Daniel dan kawan-kawannya adalah orang-orang yang takut akan Allah. Merupakan pelanggaran apabila menyantap daging binatang yang haram menurut hukum Taurat (Im. 11, Ul. 14:3-21). Nah, bisa jadi daging yang dimasak untuk raja itu berasal dari binatang yang diharamkan, apalagi makanan tersebut telah dipersembahkan kepada para dewa. Mereka akan menjadi najis bila melakukannya.
Di sini kita melihat Daniel dan kawan-kawannya menghadapi tantangan sekaligus ancaman dari lingkungan baru. Lingkungan baru dapat memberi pengaruh negatif. Yaitu, mereka dapat terpengaruh cara hidup bangsa Babel yang bertentangan dengan hukum Allah sehingga melepaskan iman kepercayaan terhadap Allah. Apakah ini mungkin terjadi?
Mungkin saja, sebab mereka bukan hanya setahun dua tahun tinggal di Babel. Untuk pendidikannya saja memakan waktu tiga tahun, setelah itu masih harus bekerja pada raja (ayat 5). Daniel sendiri tinggal di sana sampai ada pergantian raja (ayat 21) yang dapat ditafsirkan kira-kira 55 tahun (597-538 sebelum Masehi). Jangka waktu yang lama sangat memungkinkan bagi seseorang untuk terpengaruh cara hidup dari lingkungan sekitarnya. Namun hal itu bisa tidak terjadi jika ada prinsip yang dipegang dengan teguh.Dan itulah yang dilakukan Daniel dan kawan- kawannya: menetapkan hati untuk tidak makan santapan raja dan anggur yang biasa diminum raja. Cukup sayur dan air saja. (ayat 8,12).
Bersamaan dengan tantangan dan ancaman, selalu ada peluang. Daniel dan teman- temannya memang menghadapi tantangan dan terancam dipengaruhi kebiasaan negatif lingkungan sekitarnya. Namun itu sekaligus peluang untuk mereka untuk memelihara keteguhan iman pada Allah. Peluang inilah yang mereka ambil. Menangkap peluang yang baik mendatangkan hal yang baik pula, seperti karunia Allah. Allah mengaruniakan kasih sayang dari pegawai istana (ayat 9). Allah juga memberikan mereka pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, dan pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi bagi Daniel (ayat 17), bahkan kecerdasan mereka sepuluh kali lipat melebihi rekan-rekan sekerja di seluruh kerajaan (ayat 20).
Dari seluruh penjelasan di atas dapat ditarik pelajaran bahwa jika seseorang senantiasa menghadapi tantangan dan ancaman dengan berpegang teguh pada prinsip-prinsip Firman Allah, serta menangkap peluang baik dari tantangan dan ancaman yang ada, maka akan terbentuk kepribadian yang kuat sebagai anak Tuhan.

LANGKAH-LANGKAH PENYAMPAIAN
1. Tanyakanlah kepada remaja bagaimana perasaan mereka akan memasuki kelas yang baru. Jika ada di antara peserta yang pernah mengalami pindah sekolah, beri kesempatan kepadanya untuk berbagi pengalaman. Arahkan pembicaraan untuk memunculkan cerita mereka tentang pengaruh negatif atau positif apa saja yang ada di lingkungan sekitarnya. Misalnya dengan bertanya, "Ada ngga sih yang bikin kamu seneng dari lingkungan barumu? Menurutmu, bisa ngga itu kasih pengaruh positif bagi hidup kamu?"
2. Sampaikan penjelasan teks Alkitab. Tekankan bagaimana Daniel dan kawan-kawan menghadapi tantangan dan ancaman sekaligus peluang dari ling¬kungan barunya; dan bagaimana Tuhan menyertai dan memberi mereka berbagai karunia.

3. Ajak remaja meneladan kisah Daniel dan kawan-kawan dan kaitkan dengan kehidupan remaja sehari-hari. Misalnya katakan, "Coba liat Daniel. Waktu tau, nih, bahwa di sekelilingnya bakalan banyak godaan dan ngga bagus untuk pertumbuhan imannya, dia ngga ngedekitin orang-orang yang bopan (=botak depan) alias keliatannya pinter, ato yang cakep, ato para pegawai istana. Tapi ia ngedeketin temen-temen sebangsanya, yang ia tau pasti takut akan Tuhan. Jadi bisa saling nguatin iman.

Gitu juga ama kamu. Cari dan bergaullah dengan teman-teman yang bisa nguatin iman kamu. So, kamu ngga bakal kena pengaruh negatif dari lingkunganmu."
4. Di akhir, ajak remaja melakukan kegiatan kreatif Permainan Adaptasi.

KEGIATAN
Permainan Adaptasi

1. Siapkanlah papan atau bangku kecil pendek (dhingklik) yang cukup kuat.
2. Mintalah seorang remaja untuk berdiri di atasnya dengan mata ditutup selembar kain.
3. Mintalah dua orang remaja lainnya untuk mengangkat papan atau kursi pendek tersebut dengan pelan-pelan.
4. Remaja yang diangkat harus menjaga keseimbangan tubuhnya agar tidak jatuh saat diangkat.
5. Siapkanlah hadiah dan hukuman. Jika tidak jatuh, remaja yang diangkat mendapatkan hadiah (bisa ditentukan sendiri). Jika jatuh ia mendapatkan hukuman dicoreng dengan bedak oleh kedua orang yang mengangkatnya.
Beri makna atas permainan ini:
- Mau tidak mau peserta harus ikut permainan - suatu waktu dalam hidup kita pasti berhadapan dengan lingkungan baru.
- Mata ditutup - kita tidak tahu bagaimana lingkungan kita yang baru itu bakal seperti apa.
- Papan diangkat pelan-pelan - datang tantangan sekaligus ancaman.
- Menjaga keseimbangan tubuh - tantangan dan ancaman harus dihadapi, jangan sampai menjatuhkan kita. Beri penekanan, jatuhnya kita seringkali karena ketakutan kita sendiri.
- Hadiah diperoleh jika tidak jatuh - hasil diperoleh jika peluang untuk mendapatkannya diambil.

                                                                                                                                                                      

Juli0107

     
  Sahabat Surgawi, Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 2002-2007,
Tim Sahabat Surgawi