|
derap remaja
adalah bahan pembinaan untuk remaja. disusun secara tematis.
setiap tema didasarkan satu bacaan alkitab.
dilengkapi pula dengan metode penyampaian.
telah terbit edisi 21. satu edisi per enam bulan.
para penulis derap remaja 2007 : pdt. addi
soselia patriabara,
pdt. tri santoso, pdt. natan kristiyanto, pdt. widi
artanto, pdt. didik tridjatmiko,
pdt.waskito wibowo, anna marsiana, pdt. tabita kartika
christiani
kontak: widi artanto, samirono baru 72 komp. lpps, yogyakarta,
55281.
telp.(0274) 514721-551592 fax. 0274) 543001
e-mail: w_artanto@yahoo.com
Harga Rp. 20.000,-
Cara pengiriman ongkos cetak:
1. Lewat POS WESEL dengan memakai blangko yang dilampirkan
dalam surat pengantar
2. Lewat Bank ke TAHAPAN BCA cab. Sudirman Yogyakarta
No. 0371994881 a.n. Widi Artanto.
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
|
|

SEKILAS
Banyak orang yang belum mengetahui dengan benar bagaimana
bersikap terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
Ketidaktahuan ini telah melahirkan sikap-sikap dan tindakan
yang tidak benar, yang tidak mendukung terhadap penanganan
kasus ini. Kesalahpahaman yang biasanya muncul berkaitan
dengan penyakit AIDS adalah: menganggap penyakit ini sebagai
kutukan dari Tuhan, menular lewat bersentuhan kulit atau
keringat, penderita akan segera mati. Akibat kesalahpahaman
itu, banyak penderita AIDS yang dikucilkan, diusir dari
tempat tinggal dan keluarganya, serta tidak diterima di
lingkungannya.
Pelajaran ini dirancang agar remaja memiliki pemahaman yang
utuh terhadap HIV/AIDS. Serta mengajak remaja turut
memberikan dukungan terhadap ODHA.
PENJELASAN TEKS
Bagian teks Alkitab yang kita baca mengisahkan tentang
Yohanes Pembaptis yang berkarya memanggil orang-orang untuk
bertobat dan memberi diri dibaptis. Akibat dosa dan
pelanggaran yang dilakukan seakan tidak ada lagi harapan
bagi manusia untuk bisa melarikan diri dari murka Allah (ay.
7b)
Namun bagi mereka yang mau bertobat (menyadari, mengakui
dosa dan berbalik 180° dari dosanya), Allah akan
mengampuninya. Sebaliknya, bagi yang tidak mau bertobat,
penghukuman sudah tersedia di depan mata.
Bagi orang yang bertobat, mereka kini punya harapan untuk
mengisi hidup bukan lagi dengan sia-sia, tetapi dengan
berguna, menghasilkan buah-buah pertobatan. Inilah yang
harus mereka lakukan dalam masa penantian kedatangan Mesias.
Advent berasal dari kata Latin adventus, yang artinya "kedatangan".
Masa di mana kita menantikan kedatangan Tuhan. Namun advent
bukan sekedar masa menanti kedatangan peristiwa Natal (peringatan
kelahiran Yesus), tapi juga menantikan kedatangan Yesus
untuk yang kedua kalinya. Kalau dalam kedatangan yang
pertama, Yesus datang sebagai Juruselamat, maka kelak pada
saat yang kedua kalinya, Ia datang sebagai Hakim yang akan
memisahkan orang yang benar dan orang yang hidupnya tidak
benar.
Jadi kita saat ini hidup di antara dua kedatangan Tuhan
Yesus. Kedatangan-Nya yang pertama 2000 tahun lalu dan
kedatangan-Nya kembali, suatu hari kelak. Di saat penantian
semacam ini kita harus menunjukkan buah-buah pertobatan.
Apa saja?
(1). Ay. 11: saling menolong dan saling
memperhatikan kebutuhan orang lain.
Kalau punya baju lebih dibagi kepada yang tidak punya.
Kalau punya makanan juga ingat yang lain.
(2). Ay. 12-13: masing-masing tetap melakukan
pekerjaannya dan tidak mening-galkannya, bahkan kini
harus melakukan pekerjaannya dengan baik dan
bertanggungjawab.
Yohanes meminta orang-orang yang ada di sekitarnya untuk
tetap bekerja dan tidak meninggalkan pekerjaannya.
Hanya sekarang kualitas pekerjaannya harus meningkat jadi
lebih baik: pemungut cukai tidak boleh memungut lebih dari
yang ditentukan, dengan kata lain tidak korupsi
Etos kerja kristiani menurut Calvin: pekerjaan adalah
panggilan; karena itu apapun jenis pekerjaan kita, harus
dilaksanakan dengan sebaik-baiknya (contoh: kalau jadi guru/dokter/siswa/remaja,
jadilah guru/dokter/siswa/remaja yang kristiani).
(3). Ay. 14: cukupkanlah hidup kita dengan berkat
yang diterima dari Tuhan -bersyukur.
Prajurit tidak boleh merampas dan memeras tapi harus
mencukupkan diri dengan gaji mereka.
Orang yang bisa bersyukur dan mencukupkan diri dengan apa
yang ia dapat tidak akan hidup dalam ketidakpuasan.
Di hari AIDS/HIV remaja juga perlu memperhatikan kebutuhan
orang lain. Berita ini perlu didengar oleh para ODHA. Mereka
memang kerap dianggap sebagai sampah masyarakat yang tidak
lagi punya pengharapan. Benarkah demikian? Mereka yang
terinfeksi virus HIV dan menderita AIDS memang rentan
terhadap penyakit dan kematian bisa datang lebih cepat. Tapi
mereka tetap bisa mengisi waktu hidup yang masih ada itu
dengan berguna dan bijaksana. Tetap ada harapan supaya hidup
yang dijalani tidak sia-sia.
LANGKAH-LANGKAH PENYAMPAIAN
1. Berikan informasi kepada remaja sbb: 1 Desember adalah
hari yang diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia. Kenapa
sampai perlu ada satu hari khusus untuk AIDS? Karena AIDS
sudah begitu menggejala, menyebar dan mengkuatirkan. Data
yang ada menyebutkan demikian:
- Di Indonesia diperkirakan ada 95,000-130.000 penduduk yang
sudah tertular HIV; data yang ada di pemerintah sampai
Desember 2006: jumlah total pengidap HIV/AIDS mencapai
13.424 orang den¬gan korban meninggal 1.871 orang; dan
diakui data ini hanyalah puncak gunung es yang kelihatan
dari permukaan laut.
- Komisi Penanggulangan AIDS memper-kirakan bahwa lebih dari
80% dari infeksi HIV baru terjadi di kalangan pengguna
narkoba suntik, selain seks bebas yang beresiko tinggi.
- Dalam lima tahun terakhir, sekitar 3.000 bayi Indonesia
tertular HIV setiap tahunnya. Mereka terinfeksi virus
mematikan itu dari ibu yang positif mengidap HIV/AIDS.
Di Asia ada 8,2 juta orang yang diperkirakan hidup dengan
HIV/AIDS. 2,3juta diantaranya adalah perempuan. Di dunia
orang yang hidup dengan HIV/AIDS diperkirakan sebanyak 39,4
juta.
Tekankan pada remaja, bahwa sampai sekarang belum ditemukan
obatnya sehingga ODHA, boleh dikatakan, adalah orang yang
tengah menanti kematian!
2. Lanjutkan dengan pemaparan mengenai pengertian Advent,
yaitu soal menanti dengan penuh harapan akan kedatangan
Tuhan Yesus kembali. Tekankan bahwa kita adalah juga orang
yang menanti. Bahas Teks yang menghantar remaja memahami
bahwa masa menanti itu mesti diisi dengan bijak dan berguna
sehingga tidak sia-sia, tapi menghasilkan buah. Salah satu
buah adalah memberikan perhatian kepada yang membutuhkan.
3. Kaitkan pembahasan teks itu dengan realitas AIDS/HIV.
Berikan contoh-contoh yang mengisahkan bagaimana di tengah
hidup yang berat ini banyak orang yang tetap bisa jadi alat
berkat bagi sesama. Sekalipun ODHA, bukan berarti hidupnya
tidak berguna. Salah satu contoh, ODHA bisa bersaksi. Ajak
remaja untuk membuka wawasan para ODHA agar terus berbuah di
masa penantian ini.
4. Lanjutkan dengan kegiatan di bawah.
KEGIATAN
Ekspresi Dukungan
1. Bagi remaja dalam beberapa kelompok (anggota kelompok 4-5
orang).
2. Mintalah mereka menyatakan dukungan kepada ODHA. Misalnya
dengan membuat puisi, gambar, spanduk, lagu dan sebagainya,
yang pada intinya mengajak ODHA untuk terus berbuah.
3. Pembimbing rnengumpulkan bentuk dukungan itu lalu
kirimkan ke lembaga/ yayasan AIDS/HIV. Jika memungkinkan,
dapat diberikan langsung dan remaja turut diajak ke tempat
itu. Jika tidak, dapat dikirimkan via pos.

|