Home | Tentang Kami | Kesaksian | Acara rohani | Link
 
Swara Surgawi
Video Streaming
Gratis CD Sabda
Alkitab Elektronik
Hollypower.net
E-mail Gratis
 
eXTReMe Tracker
  DERAP REMAJA


derap remaja adalah bahan pembinaan untuk remaja. disusun secara tematis.
setiap tema didasarkan satu bacaan alkitab.
dilengkapi pula dengan metode penyampaian.
telah terbit edisi 21. satu edisi per enam bulan.
para penulis derap remaja 2007 : pdt. addi soselia patriabara,
pdt. tri santoso, pdt. natan kristiyanto,  pdt. widi artanto, pdt. didik tridjatmiko,
pdt.waskito wibowo, anna marsiana, pdt. tabita kartika christiani
kontak: widi artanto, samirono baru 72 komp. lpps, yogyakarta, 55281.
telp.(0274) 514721-551592 fax. 0274) 543001
 e-mail: w_artanto@yahoo.com

Harga Rp. 20.000,-
Cara pengiriman ongkos cetak:
1. Lewat POS WESEL dengan memakai blangko yang dilampirkan
dalam surat pengantar
2. Lewat Bank ke TAHAPAN BCA cab. Sudirman Yogyakarta
No. 0371994881 a.n. Widi Artanto.
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
 

       Bagaimana menggunakan Derap Remaja?

Seni Hidup


agustus 2007

Kepekaan

Solidaritas

Kita Belum Merdeka?

Betapa Kita Tidak Bersyukur
 


agustus 2007minggu2

Kita Belum Merdeka?
bacaan: galatia 5:13-15
bahan: lagu franky sahilatua -"perahu retak"
 

                                 
                                             
                                    
SEKILAS
Merdeka adalah keinginan semua orang. Seorang remaja ingin merdeka dari bawelan orang tuanya. Seorang pelajar ingin merdeka dari belajar. Sebagai bangsa, Indonesia ingin merdeka dari penjajahan. Karena itu, proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 disambut dengan gempita. Bukankah acara lulus-lulusan disambut pelajar dengan gegap gempita? Kini setelah kemerdekaan berlangsung 62 tahun, apakah Indonesia telah benar-benar merdeka? Pelajaran ini dirancang agar remaja mengerti makna kemerdekaan dan turut mengambil bagian dalam mewujudkannya.

PENJELASAN TEKS
Kemerdekaan Adalah Malapetaka?
Jean Paul Sartre, filsuf tersohor itu, per-nah berseru: "Manusia dikutuk untuk merde¬ka!" Tentu tak semua setuju dengan pendapat Sartre. Bukankah kemerdekaan adalah dambaan semua orang yang berada dalam penindasan? Itu berarti merdeka bukan sebuah malapetaka. Kemerdekaan adalah kerinduan semua orang. Sartre tak sepenuhnya benar, tapi ia tak sepenuhnya juga salah. Ketika kita menatap cermat situasi negeri ini, apa yang dikatakan sang filsuf itu ada benarnya.
Setelah merdeka dari penjajahan Belanda, berulangkali negeri kita mengalami penjajahan baru. Negeri ini seolah berada dalam pergolakan yang tanpa henti. Bahkan di era reformasi, segalanya seolah berlang¬sung dengan amat bebas. Bagai kuda liar lepas dari kandangnya. Tiap hari ada saja berita tentang demonstrasi. Tanah Negara banyak yang dipatok seenaknya. Korupsi pun makin menggila. Seolah segala-galanya boleh dilakukan. Merdeka membuat orang bebas melakukan apapun, tanpa pernah memikirkan oranglain.
Jadi malapetakakah kemerdekaan? Ya, kalau ditatap dari sudut ini. Sebab kemerdekaan kadang makin menciptakan kehancuran. Justru karena itu Paulus berkata: ".. .janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan : itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa..." (Gal 5:13). Ketika orang merasa dirinya merdeka, amat sering orang itu akan melakukan segala hal demi kepuasannya sendiri. Jika itu yang terjadi, bukankah kemerdekaan bermakna malapetaka?

Kemerdekaan yang Bertanggung Jawab
Dalam surat Galatia, Paulus berhadapan dengan dua kenyataan yang bertentangan. Pertama, ada orang-orang yang merasa masih terikat pada aturan Taurat. Salah satunya adalah sunat (lihat Gal. 13:1-12). Bagi Paulus, ini adalah perhambaan baru. Itulah sebabnya ia bertentangan dengan Kefas atau Petrus, karena persoalan memandang rendah orang yang tidak bersunat (Gal. 2:11-14). Bagi Paulus, di dalam Yesus kita memiliki kemerdekaan. Kemerdekaan macam apa?
Kelompok lain yang dihadapi Paulus adalah kelompok Libertinis. Berbeda dengan kelompok di atas, kelompok ini menganggap kemerdekaan berarti. boleh melakukan segala-galanya. Bagi Paulus, itulah cara mempergunakan kemerdekaan dengan tidak bertanggung jawab. Sebab, kemerdekaan haruslah ditanggapi dengan kesediaan bersikap sebagai hamba. Yaitu melayani seorang dengan kasih (ay. 13b). Kemerdekaan menjadi keadaan yang indah, ketika semua orang belajar bertanggung jawab dengan kemerdekaannya itu. Itulah kemerdekaan yang sesungguhnya.

LANGKAH-LANGKAH PENYAMPAIAN
1. Mulailah dengan Kegiatan di bawah. Jelaskan gambaran kehidupan berbangsa dalam lagu "Perahu Retak" adalah seumpama perahu. Sayangnya perahu itu retak. Kalau dibiarkan retak, mudah ditebak, perahu itu bisa hancur di tengah jalan. Artinya, ada banyak ketimpangan, penindasan, ketidakadilan di negeri ini yang pada gilirannya akan membuat bangsa ini hancur. Mengapa kehidupan bangsa yang telah merdeka 62 tahun bisa seperti itu? Jawabnya karena kemerdekaan ini kita diisi dengan sikap yang tidak bertanggungjawab.
2. Kemerdekaan yang sedemikian justru akan membawa pada malapetaka. Bayangkan, seorang remaja memiliki sepeda motor dan dengan merdekanya membawa sepeda motor tanpa aturan. Yang terjadi justru malapetaka (lihat Penjelasan Teks pada bagian Kemerdekaan adalah Malapetaka?). Sering orang berkata, lebih baik negeri kita dijajah kembali. Ungkapan ketidakpuasan itu terjadi karena cara mengisi kemerdekaan bukan memerdekakan orang lain. Sebaliknya, justru menjajah orang lain.
3. Kemerdekaan bukanlah berarti bebas semau gue. Kemerdekaan membebaskan kita dari belenggu kehidupan yang menyiksa. Selanjutnya, kemerdekaan membawa kita pada kesadaran untuk bersikap sebagai hamba (lihat Penjelasan Teks pada bagian Kemerdekaan yang Bertanggung Jawab).
4. Merdeka berarti bebas memilih. Kemerdekaan kristen mengajak kita mengambil memilih menjadi hamba dengan jalan mengasihi.

KEGIATAN
Diskusi Lagu

Putarkan kaset lagu karya Emha Ainun Nadjib dan dinyanyikan oleh Franky Sahilatua yang berjudul "Perahu Retak." Jika tidak ada, bagikan fotocopy teks lagu tersebut. Ajak remaja mendiskusikan isi lagu tersebut. Beberapa pertanyaan panduan yang dapat diajukan:
1. Apakah Anda dapat memahami isi lagu tersebut?
2. Apakah isinya relevan dengan keadaan bangsa sekarang?
3. Jika perahu bangsa kita retak, dapatkah Anda membayangkan apa yang terjadi pada bangsa ini?
4. Apa yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi keretakan perahu itu?
                                          


Perahu Retak

Perahu negeriku, perahu bangsaku menyusuri gelombang.
Semangat rakyatku kibar benderaku menyeruak lautan.
Langit membentang cakrawala di depan melambaikan tantangan.
Di atas tanahku dari dalam airku tumbuh kebahagiaan.
Di sawah kampungku di jalan kotaku terbit kesejahteraan.
Tapi ku heran di tengah perjalanan muncullah ketimpangan.

Refrein:
Aku heran, aku heran yang salah dipertahankan.
Aku heran, aku heran satu kenyang seribu kelaparan.
Aku heran, aku heran yang benar disingkirkan.
Aku heran, aku heran keserakahan diagungkan.
Perahu negeriku perahu bangsaku jangan retak dindingmu.
Semangat rakyatku derap kaki tekadmu jangan terantuk batu.
Tanah pertiwi anugerah ilahi jangan ambil sendiri.
Tanah pertiwi anugerah ilahi jangan makan sendiri.

 

                                           
                       
                                                                          
                                

Juli0107

Juli0207

Juli0307

Juli0407

Juli0507

Agustus0107

Agustus0207

 
  Sahabat Surgawi, Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 2002-2007,
Tim Sahabat Surgawi