|
derap remaja
adalah bahan pembinaan untuk remaja. disusun secara tematis.
setiap tema didasarkan satu bacaan alkitab.
dilengkapi pula dengan metode penyampaian.
telah terbit edisi 21. satu edisi per enam bulan.
para penulis derap remaja 2007 : pdt. addi
soselia patriabara,
pdt. tri santoso, pdt. natan kristiyanto, pdt. widi
artanto, pdt. didik tridjatmiko,
pdt.waskito wibowo, anna marsiana, pdt. tabita kartika
christiani
kontak: widi artanto, samirono baru 72 komp. lpps, yogyakarta,
55281.
telp.(0274) 514721-551592 fax. 0274) 543001
e-mail: w_artanto@yahoo.com
Harga Rp. 20.000,-
Cara pengiriman ongkos cetak:
1. Lewat POS WESEL dengan memakai blangko yang dilampirkan
dalam surat pengantar
2. Lewat Bank ke TAHAPAN BCA cab. Sudirman Yogyakarta
No. 0371994881 a.n. Widi Artanto.
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
|
|

SEKILAS
Merdeka adalah keinginan semua orang. Seorang remaja ingin
merdeka dari bawelan orang tuanya. Seorang pelajar
ingin merdeka dari belajar. Sebagai bangsa, Indonesia ingin
merdeka dari penjajahan. Karena itu, proklamasi kemerdekaan
pada 17 Agustus 1945 disambut dengan gempita. Bukankah acara
lulus-lulusan disambut pelajar dengan gegap gempita? Kini
setelah kemerdekaan berlangsung 62 tahun, apakah Indonesia
telah benar-benar merdeka? Pelajaran ini dirancang agar
remaja mengerti makna kemerdekaan dan turut mengambil bagian
dalam mewujudkannya.
PENJELASAN TEKS
Kemerdekaan Adalah Malapetaka?
Jean Paul Sartre, filsuf tersohor itu, per-nah berseru: "Manusia
dikutuk untuk merde¬ka!" Tentu tak semua setuju dengan
pendapat Sartre. Bukankah kemerdekaan adalah dambaan semua
orang yang berada dalam penindasan? Itu berarti merdeka
bukan sebuah malapetaka. Kemerdekaan adalah kerinduan semua
orang. Sartre tak sepenuhnya benar, tapi ia tak sepenuhnya
juga salah. Ketika kita menatap cermat situasi negeri ini,
apa yang dikatakan sang filsuf itu ada benarnya.
Setelah merdeka dari penjajahan Belanda, berulangkali negeri
kita mengalami penjajahan baru. Negeri ini seolah berada
dalam pergolakan yang tanpa henti. Bahkan di era reformasi,
segalanya seolah berlang¬sung dengan amat bebas. Bagai kuda
liar lepas dari kandangnya. Tiap hari ada saja berita
tentang demonstrasi. Tanah Negara banyak yang dipatok
seenaknya. Korupsi pun makin menggila. Seolah segala-galanya
boleh dilakukan. Merdeka membuat orang bebas melakukan
apapun, tanpa pernah memikirkan oranglain.
Jadi malapetakakah kemerdekaan? Ya, kalau ditatap dari sudut
ini. Sebab kemerdekaan kadang makin menciptakan kehancuran.
Justru karena itu Paulus berkata: ".. .janganlah kamu
mempergunakan kemerdekaan : itu sebagai kesempatan untuk
kehidupan dalam dosa..." (Gal 5:13). Ketika orang merasa
dirinya merdeka, amat sering orang itu akan melakukan segala
hal demi kepuasannya sendiri. Jika itu yang terjadi,
bukankah kemerdekaan bermakna malapetaka?
Kemerdekaan yang Bertanggung Jawab
Dalam surat Galatia, Paulus berhadapan dengan dua kenyataan
yang bertentangan. Pertama, ada orang-orang yang merasa
masih terikat pada aturan Taurat. Salah satunya adalah sunat
(lihat Gal. 13:1-12). Bagi Paulus, ini adalah perhambaan
baru. Itulah sebabnya ia bertentangan dengan Kefas atau
Petrus, karena persoalan memandang rendah orang yang tidak
bersunat (Gal. 2:11-14). Bagi Paulus, di dalam Yesus kita
memiliki kemerdekaan. Kemerdekaan macam apa?
Kelompok lain yang dihadapi Paulus adalah kelompok
Libertinis. Berbeda dengan kelompok di atas, kelompok ini
menganggap kemerdekaan berarti. boleh melakukan
segala-galanya. Bagi Paulus, itulah cara mempergunakan
kemerdekaan dengan tidak bertanggung jawab. Sebab,
kemerdekaan haruslah ditanggapi dengan kesediaan bersikap
sebagai hamba. Yaitu melayani seorang dengan kasih (ay.
13b). Kemerdekaan menjadi keadaan yang indah, ketika semua
orang belajar bertanggung jawab dengan kemerdekaannya itu.
Itulah kemerdekaan yang sesungguhnya.
LANGKAH-LANGKAH PENYAMPAIAN
1. Mulailah dengan Kegiatan di bawah. Jelaskan gambaran
kehidupan berbangsa dalam lagu "Perahu Retak" adalah
seumpama perahu. Sayangnya perahu itu retak. Kalau dibiarkan
retak, mudah ditebak, perahu itu bisa hancur di tengah jalan.
Artinya, ada banyak ketimpangan, penindasan, ketidakadilan
di negeri ini yang pada gilirannya akan membuat bangsa ini
hancur. Mengapa kehidupan bangsa yang telah merdeka 62 tahun
bisa seperti itu? Jawabnya karena kemerdekaan ini kita diisi
dengan sikap yang tidak bertanggungjawab.
2. Kemerdekaan yang sedemikian justru akan membawa pada
malapetaka. Bayangkan, seorang remaja memiliki sepeda motor
dan dengan merdekanya membawa sepeda motor tanpa aturan.
Yang terjadi justru malapetaka (lihat Penjelasan Teks pada
bagian Kemerdekaan adalah Malapetaka?). Sering orang berkata,
lebih baik negeri kita dijajah kembali. Ungkapan
ketidakpuasan itu terjadi karena cara mengisi kemerdekaan
bukan memerdekakan orang lain. Sebaliknya, justru menjajah
orang lain.
3. Kemerdekaan bukanlah berarti bebas semau gue.
Kemerdekaan membebaskan kita dari belenggu kehidupan yang
menyiksa. Selanjutnya, kemerdekaan membawa kita pada
kesadaran untuk bersikap sebagai hamba (lihat Penjelasan
Teks pada bagian Kemerdekaan yang Bertanggung Jawab).
4. Merdeka berarti bebas memilih. Kemerdekaan kristen
mengajak kita mengambil memilih menjadi hamba dengan jalan
mengasihi.
KEGIATAN
Diskusi Lagu
Putarkan kaset lagu karya Emha Ainun Nadjib dan dinyanyikan
oleh Franky Sahilatua yang berjudul "Perahu Retak." Jika
tidak ada, bagikan fotocopy teks lagu tersebut. Ajak remaja
mendiskusikan isi lagu tersebut. Beberapa pertanyaan panduan
yang dapat diajukan:
1. Apakah Anda dapat memahami isi lagu tersebut?
2. Apakah isinya relevan dengan keadaan bangsa sekarang?
3. Jika perahu bangsa kita retak, dapatkah Anda membayangkan
apa yang terjadi pada bangsa ini?
4. Apa yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi keretakan
perahu itu?

|
Perahu Retak
Perahu negeriku, perahu
bangsaku menyusuri gelombang.
Semangat rakyatku kibar benderaku menyeruak lautan.
Langit membentang cakrawala di depan melambaikan
tantangan.
Di atas tanahku dari dalam airku tumbuh kebahagiaan.
Di sawah kampungku di jalan kotaku terbit
kesejahteraan.
Tapi ku heran di tengah perjalanan muncullah
ketimpangan.
Refrein:
Aku heran, aku heran yang salah dipertahankan.
Aku heran, aku heran satu kenyang seribu kelaparan.
Aku heran, aku heran yang benar disingkirkan.
Aku heran, aku heran keserakahan diagungkan.
Perahu negeriku perahu bangsaku jangan retak
dindingmu.
Semangat rakyatku derap kaki tekadmu jangan terantuk
batu.
Tanah pertiwi anugerah ilahi jangan ambil sendiri.
Tanah pertiwi anugerah ilahi jangan makan sendiri.
|

|