Home | Tentang Kami | Kesaksian | Acara rohani | Link
 
Swara Surgawi
Video Streaming
Gratis CD Sabda
Alkitab Elektronik
Hollypower.net
E-mail Gratis
 
eXTReMe Tracker
  DERAP REMAJA


derap remaja adalah bahan pembinaan untuk remaja. disusun secara tematis.
setiap tema didasarkan satu bacaan alkitab.
dilengkapi pula dengan metode penyampaian.
telah terbit edisi 21. satu edisi per enam bulan.
para penulis derap remaja 2007 : pdt. addi soselia patriabara,
pdt. tri santoso, pdt. natan kristiyanto,  pdt. widi artanto, pdt. didik tridjatmiko,
pdt.waskito wibowo, anna marsiana, pdt. tabita kartika christiani
kontak: widi artanto, samirono baru 72 komp. lpps, yogyakarta, 55281.
telp.(0274) 514721-551592 fax. 0274) 543001
 e-mail: w_artanto@yahoo.com

Harga Rp. 20.000,-
Cara pengiriman ongkos cetak:
1. Lewat POS WESEL dengan memakai blangko yang dilampirkan
dalam surat pengantar
2. Lewat Bank ke TAHAPAN BCA cab. Sudirman Yogyakarta
No. 0371994881 a.n. Widi Artanto.
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
 

       Bagaimana menggunakan Derap Remaja?

Seni Hidup


agustus 2007

Kepekaan

Solidaritas

Kita Belum Merdeka?

Betapa Kita Tidak Bersyukur
 


agustus 2007minggu1

Kepekaan
bacaan:lukas 16:19-31
bahan: potongan salinan ayat-ayat alkitab dan -amplop
 

                                 
                                                          
SEKILAS
Semakin hari manusia semakin terjebak gaya hidup individualistis. Setiap orang hanya sibuk dengan kebutuhan dan kesenangan diri sendiri. Solidaritas sosial makin hari makin luntur. Kepekaan terhadap kehendak Tuhan dalam hidup bersama semakin tumpul. Akibatnya budaya tolong menolong juga semakin pudar. Pelajaran ini dirancang dengan tujuan untuk mengasah kepekaan sosial remaja.

PENJELASAN TEKS
Tokoh utama dalam kisah perumpa-maan ini adalah dua orang lelaki yang keadaanya sangat kontras. Yang pertama tidak disebutkan namanya. Ia hanya disebut sebagai "orang kaya". Tokoh yang kedua bernama Lazarus.

1. Si Kaya: Hebat Bagai Raja
Siapakah si kaya? Mengapa nama orang kaya dalam perikop ini tidak dijelas-kan? Agaknya namanya tidak terlalu penting diceritakan. Lalu apa yang penting? Keadaan dan sikapnya. Si kaya digambarkan sebagai sosok yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus. Setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan. Apa makna dari penggambaran ini?
Dalam budaya Yahudi, selain berfung-si sebagai penutup tubuh, jubah juga berfung-si sebagai simbol status sosial. Bentuk dan warna jubah melekat dan menyatu dengan status pribadi orang. Jubah ungu adalah jubah raja atau bangsawan. (bdk. jubah Yesus saat diejek "raja orang Yahudi"). Jadi dapat dikata kan bahwa Si kaya adalah seorang bangsawan yang kekayaannya sebanding dengan keka-yaan seorang raja. Itulah sebabnya, sekalipun gaya hidupnya mewah penuh pesta pora ■ setiap hari, kekayaannya seolah tidak berku-rang sedikitpun. Yang tidak kalah penting dicatat ialah ia bukan saja sangat kaya tetapi juga seorang hedonis; pemuja kenikmatan. Pesta pora setiap hari.
Si kaya adalah orang hebat. Betapa tidak! Sekalipun ia seorang bangsawan dan sangat kaya, ternyata ia tidak mengusir Lazarus yang penuh dengan borok berbaring dekat pintu rumahnya. Bukankah ini pemandangan yang sangat mengganggu? Bisa merusak selera makan? Mengapa tidak diberi uang saku saja dan kemudian diperintahkan pergi jauh-jauh? Nah, hebat 'kan si kaya itu! Jika demikian mengapa ketika mati ia berada di neraka! Mengapa ia tidak duduk di pangkuan Abraham? (lihat penjelasan 3)

2. Lazarus: Mati Tak Terurus
Nama Lazarus berasal dari kata el'aza (bahasa Ibrani), artinya Allah menolong. Ia tidak memakai jubah apapun. Ia sangat miskin. Tubuhnya dipenuhi borok dan bahkan dijilati anjing. Untuk mengisi perutnya ia harus rnemunguti remah-remah (sampah) yang jatuh dari meja. Jubah kebesarannya adalah nama yang dipatri sebagai nama dirinya: Lazarus. Nama itu menunjukkan bahwa ia adalah orang yang tidak dapat hidup jika tidak ada yang menolong. Begitulah kenyataannya: tidak ada yang menolong! Itulah sebabnya ia mati jauh lebih cepat dari pada si kaya.

3.Hebat Namun Tak Membebat
Dua tokoh kita mati. Lazarus mendapat kemuliaan di pangkuan Abraham, dan Si kaya menderita sengsara di alam maut. Mengapa si kaya masuk neraka? Bukankah di atas sudah disinggung bahwa Ia adalah orang kaya yang hebat. Ya, ia tidak mengusir Laza¬rus dari pintu rumahnya sekalipun keberadaan Lazarus sangat menjijikkan dan mengganggu pemandangan. Bukankah itu cukup baik?

Begini penjelasannya. Si kaya memang tidak mengusir Lazarus dari pintu rumahnya, namun apakah ia juga peduli terhadap kebu-tuhan Lazarus? Apakah ia peka terhadap maksud Tuhan membawa Lazarus ke hadapannya? Apa maksud Tuhan? Seperti sudah disebutkan, nama Lazarus berarti Tuhan menolong.

Dari nama itu jelaslah apa maksud Tuhan menempatkan Lazarus di pintu rumah si kaya. Ia menginginkan Si Kaya menjadi perpanjangan tangan-Nya untuk menolong Lazarus. Ia mau Si Kaya peka terhadap kebutuhan Lazarus dan menolongnya. Namun agaknya Si Kaya tidak memiliki kepekaan, Ia tidak memiliki kepekaan terhadap maksud Tuhan, dan juga tidak memiliki kepekaan terhadap kebutuhan Lazarus. Ia memang tidak mengusirnya, namun juga tidak memperhatikannya. Ia memang tidak mendepak-nya, tetapi juga tidak peduli terhadapnya. Tidak memiliki kepekaan, perhatian, dan kepedulian, itulah yang membawanya ke neraka.

LANGKAH-LANGKAH PENYAMPAIAN
1. Tanyakanlah kepada remaja: Jika mereka sedang mengadakan pesta dan ada gembel dekil, berbau busuk mengemis di pintu rumah mereka, kira-kira apakah yang akan mereka lakukan?
a. Mengusirnya dengan kasar?
b. Memberi bungkusan makanan (uang) dan kemudian menyuruhnya pergi?
c. Membiarkan saja si gembel tersebut tetap mangkal di pintu rumah?
Pada umumnya orang cenderung mengambil sikap "a" atau "b" dan jarang bersikap "c". Hanya orang-orang yang hebat yang mampu bersikap "c". Jika demikian, maka Si Kaya termasuk orang istimewa. Ia justru memilih bersikap untuk membiarkan Lazarus yang degil, borokan, dan menjijikkan itu tetap berada di pintu rumahnya. Ia tidak mengganggu Lazarus, apa lagi mengusirnya. Bukankah ia bisa menggunakan para "centeng" untuk menyingkirkan "sampah" tersebut? Tentu bisa. Tapi ia tidak melakukannya (Pada bagian ini pembimbing dapat mengeksplorasi keistimewaan si kaya) Dari penjelasan ini mintalah remaja menilai apakah si kaya orang baik atau jahat? Orang baik!
2. Selanjutnya percakapkan: Jika ia orang baik, mengapa ketika mati berada di nera¬ka? Si kaya memang tidak mengganggu Lazarus namun itu bukan berarti ia peduli terhadap Lazarus. Ia tidak memiliki kepe¬kaan terhadap kebutuhan Lazarus dan kehendak Tuhan. (manfaatkan penjelasan Teks point 2 dan 3). Tekankan bahwa Tuhan menghendaki umatnya untuk peka terhadap kebutuhan sesamanya.
3. Sebagai aplikasi, ajaklah remaja berefleksi apakah mereka peka terhadap kebutuhan sesama? Apakah mereka peka terhadap kebutuhan bapak, ibu, saudara, dan teman-teman mereka? Bukan hanya kebutuhan jasmani, tetapi juga kebutuhan psikologis. Kebutuhan untuk dicintai, di-orang-kan, ditemani. Ajaklah remaja membuat daftar kebutuhan orang-orang yang ditempatkan oleh Tuhan di sekeliling mereka, dan belajar membuat komitmen untuk menjawabnya.
4. Akhiri dengan mengajak remaja bermain "membangun kepekaan".
a. Pilih dan salinlah beberapa ayat alkitab.Kemudian potonglah kalimat pada masing-masing salinan ayat tersebut. Usahakan pemenggalan ayat-ayat tersebut sesuai dengan jumlah kelompok yang dikendaki.
b. Kemudian campur dan acaklah penggalan ayat-ayat diatas. Masukkanlah acakan ayat itu ke dalam sejumlah amplop (sesuai jumlah kelompok).
c. Bagilah remaja ke dalam sejumlah kelompok. Kepada masing-masing kelompok berilah amplop yang berisi penggalan ayat-ayat di atas dan tugaskanlah setiap kelompok untuk menyusun kembali ayat-ayat di atas dengan menyebutkan kutipan dari kitab apa.
d. Ketika menyusun ayat-ayat tersebut,kelompok satu dengan yang lain boleh bekerja sama. Bentuk kerjasama yang dimaksud adalah "hanya boleh memberi", penggalan ayat yang dibutuhkan kelompok lain. Kelompok yang membutuhkan tidak boleh meminta, apalagi merebut apa yang belum diberikan kepadanya. Pada sesi inilah setiap kelompok harus belajar peka terhadap kebutuhan sesamanya.
e. Dalam proses membangun ayat-ayat tersebut, tekankan kepada remaja bahwa kunci sukses bagi semua kelompok adalah jika mereka peka terhadap kebutuhan kelompok lain, dan sedia memberikan apa yang mereka miliki sesuai dengan kebutuhan sesama. Di sinilah budaya tolong menolong dibangun.
Dengan permainan ini kelompok belajar saling menolong dan menyelamatkan.
                         
                                                                          
                                

Juli0107

Juli0207

Juli0307

Juli0407

Juli0507

     
  Sahabat Surgawi, Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 2002-2007,
Tim Sahabat Surgawi