|
derap remaja
adalah bahan pembinaan untuk remaja. disusun secara tematis.
setiap tema didasarkan satu bacaan alkitab.
dilengkapi pula dengan metode penyampaian.
telah terbit edisi 21. satu edisi per enam bulan.
para penulis derap remaja 2007 : pdt. addi
soselia patriabara,
pdt. tri santoso, pdt. natan kristiyanto, pdt. widi
artanto, pdt. didik tridjatmiko,
pdt.waskito wibowo, anna marsiana, pdt. tabita kartika
christiani
kontak: widi artanto, samirono baru 72 komp. lpps, yogyakarta,
55281.
telp.(0274) 514721-551592 fax. 0274) 543001
e-mail: w_artanto@yahoo.com
Harga Rp. 20.000,-
Cara pengiriman ongkos cetak:
1. Lewat POS WESEL dengan memakai blangko yang dilampirkan
dalam surat pengantar
2. Lewat Bank ke TAHAPAN BCA cab. Sudirman Yogyakarta
No. 0371994881 a.n. Widi Artanto.
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
|
|
SEKILAS
Semakin hari manusia semakin terjebak gaya hidup
individualistis. Setiap orang hanya sibuk dengan kebutuhan
dan kesenangan diri sendiri. Solidaritas sosial makin hari
makin luntur. Kepekaan terhadap kehendak Tuhan dalam hidup
bersama semakin tumpul. Akibatnya budaya tolong menolong
juga semakin pudar. Pelajaran ini dirancang dengan tujuan
untuk mengasah kepekaan sosial remaja.
PENJELASAN TEKS
Tokoh utama dalam kisah perumpa-maan ini adalah dua orang
lelaki yang keadaanya sangat kontras. Yang pertama tidak
disebutkan namanya. Ia hanya disebut sebagai "orang kaya".
Tokoh yang kedua bernama Lazarus.
1. Si Kaya: Hebat Bagai Raja
Siapakah si kaya? Mengapa nama orang kaya dalam perikop ini
tidak dijelas-kan? Agaknya namanya tidak terlalu penting
diceritakan. Lalu apa yang penting? Keadaan dan sikapnya. Si
kaya digambarkan sebagai sosok yang selalu berpakaian jubah
ungu dan kain halus. Setiap hari ia bersukaria dalam
kemewahan. Apa makna dari penggambaran ini?
Dalam budaya Yahudi, selain berfung-si sebagai penutup tubuh,
jubah juga berfung-si sebagai simbol status sosial. Bentuk
dan warna jubah melekat dan menyatu dengan status pribadi
orang. Jubah ungu adalah jubah raja atau bangsawan. (bdk.
jubah Yesus saat diejek "raja orang Yahudi"). Jadi dapat
dikata kan bahwa Si kaya adalah seorang bangsawan yang
kekayaannya sebanding dengan keka-yaan seorang raja. Itulah
sebabnya, sekalipun gaya hidupnya mewah penuh pesta pora ■
setiap hari, kekayaannya seolah tidak berku-rang sedikitpun.
Yang tidak kalah penting dicatat ialah ia bukan saja sangat
kaya tetapi juga seorang hedonis; pemuja kenikmatan. Pesta
pora setiap hari.
Si kaya adalah orang hebat. Betapa tidak! Sekalipun ia
seorang bangsawan dan sangat kaya, ternyata ia tidak
mengusir Lazarus yang penuh dengan borok berbaring dekat
pintu rumahnya. Bukankah ini pemandangan yang sangat
mengganggu? Bisa merusak selera makan? Mengapa tidak diberi
uang saku saja dan kemudian diperintahkan pergi jauh-jauh?
Nah, hebat 'kan si kaya itu! Jika demikian mengapa ketika
mati ia berada di neraka! Mengapa ia tidak duduk di pangkuan
Abraham? (lihat penjelasan 3)
2. Lazarus: Mati Tak Terurus
Nama Lazarus berasal dari kata el'aza (bahasa Ibrani),
artinya Allah menolong. Ia tidak memakai jubah apapun. Ia
sangat miskin. Tubuhnya dipenuhi borok dan bahkan dijilati
anjing. Untuk mengisi perutnya ia harus rnemunguti
remah-remah (sampah) yang jatuh dari meja. Jubah
kebesarannya adalah nama yang dipatri sebagai nama dirinya:
Lazarus. Nama itu menunjukkan bahwa ia adalah orang yang
tidak dapat hidup jika tidak ada yang menolong. Begitulah
kenyataannya: tidak ada yang menolong! Itulah sebabnya ia
mati jauh lebih cepat dari pada si kaya.
3.Hebat Namun Tak Membebat
Dua tokoh kita mati. Lazarus mendapat kemuliaan di pangkuan
Abraham, dan Si kaya menderita sengsara di alam maut.
Mengapa si kaya masuk neraka? Bukankah di atas sudah
disinggung bahwa Ia adalah orang kaya yang hebat. Ya, ia
tidak mengusir Laza¬rus dari pintu rumahnya sekalipun
keberadaan Lazarus sangat menjijikkan dan mengganggu
pemandangan. Bukankah itu cukup baik?
|
Begini penjelasannya. Si kaya memang tidak mengusir
Lazarus dari pintu rumahnya, namun apakah ia juga
peduli terhadap kebu-tuhan Lazarus? Apakah ia peka
terhadap maksud Tuhan membawa Lazarus ke hadapannya?
Apa maksud Tuhan? Seperti sudah disebutkan, nama
Lazarus berarti Tuhan menolong.
|
 |
Dari nama itu jelaslah apa maksud Tuhan menempatkan Lazarus di
pintu rumah si kaya. Ia menginginkan Si Kaya menjadi
perpanjangan tangan-Nya untuk menolong Lazarus. Ia mau Si
Kaya peka terhadap kebutuhan Lazarus dan menolongnya. Namun
agaknya Si Kaya tidak memiliki kepekaan, Ia tidak memiliki
kepekaan terhadap maksud Tuhan, dan juga tidak memiliki
kepekaan terhadap kebutuhan Lazarus. Ia memang tidak
mengusirnya, namun juga tidak memperhatikannya. Ia memang
tidak mendepak-nya, tetapi juga tidak peduli terhadapnya.
Tidak memiliki kepekaan, perhatian, dan kepedulian, itulah
yang membawanya ke neraka.
LANGKAH-LANGKAH PENYAMPAIAN
1. Tanyakanlah kepada remaja: Jika mereka sedang mengadakan
pesta dan ada gembel dekil, berbau busuk mengemis di pintu
rumah mereka, kira-kira apakah yang akan mereka lakukan?
a. Mengusirnya dengan kasar?
b. Memberi bungkusan makanan (uang) dan kemudian menyuruhnya
pergi?
c. Membiarkan saja si gembel tersebut tetap mangkal di pintu
rumah?
Pada umumnya orang cenderung mengambil sikap "a" atau "b"
dan jarang bersikap "c". Hanya orang-orang yang hebat yang
mampu bersikap "c". Jika demikian, maka Si Kaya termasuk
orang istimewa. Ia justru memilih bersikap untuk membiarkan
Lazarus yang degil, borokan, dan menjijikkan itu tetap
berada di pintu rumahnya. Ia tidak mengganggu Lazarus, apa
lagi mengusirnya. Bukankah ia bisa menggunakan para "centeng"
untuk menyingkirkan "sampah" tersebut? Tentu bisa. Tapi ia
tidak melakukannya (Pada bagian ini pembimbing dapat
mengeksplorasi keistimewaan si kaya) Dari penjelasan ini
mintalah remaja menilai apakah si kaya orang baik atau jahat?
Orang baik!
2. Selanjutnya percakapkan: Jika ia orang baik, mengapa
ketika mati berada di nera¬ka? Si kaya memang tidak
mengganggu Lazarus namun itu bukan berarti ia peduli
terhadap Lazarus. Ia tidak memiliki kepe¬kaan terhadap
kebutuhan Lazarus dan kehendak Tuhan. (manfaatkan penjelasan
Teks point 2 dan 3). Tekankan bahwa Tuhan menghendaki
umatnya untuk peka terhadap kebutuhan sesamanya.
3. Sebagai aplikasi, ajaklah remaja berefleksi apakah mereka
peka terhadap kebutuhan sesama? Apakah mereka peka terhadap
kebutuhan bapak, ibu, saudara, dan teman-teman mereka? Bukan
hanya kebutuhan jasmani, tetapi juga kebutuhan psikologis.
Kebutuhan untuk dicintai, di-orang-kan, ditemani. Ajaklah
remaja membuat daftar kebutuhan orang-orang yang ditempatkan
oleh Tuhan di sekeliling mereka, dan belajar membuat
komitmen untuk menjawabnya.
4. Akhiri dengan mengajak remaja bermain "membangun kepekaan".
a. Pilih dan salinlah beberapa ayat alkitab.Kemudian
potonglah kalimat pada masing-masing salinan ayat tersebut.
Usahakan pemenggalan ayat-ayat tersebut sesuai dengan jumlah
kelompok yang dikendaki.
b. Kemudian campur dan acaklah penggalan ayat-ayat diatas.
Masukkanlah acakan ayat itu ke dalam sejumlah amplop (sesuai
jumlah kelompok).
c. Bagilah remaja ke dalam sejumlah kelompok. Kepada
masing-masing kelompok berilah amplop yang berisi penggalan
ayat-ayat di atas dan tugaskanlah setiap kelompok untuk
menyusun kembali ayat-ayat di atas dengan menyebutkan
kutipan dari kitab apa.
d. Ketika menyusun ayat-ayat tersebut,kelompok satu dengan
yang lain boleh bekerja sama. Bentuk kerjasama yang dimaksud
adalah "hanya boleh memberi", penggalan ayat yang dibutuhkan
kelompok lain. Kelompok yang membutuhkan tidak boleh meminta,
apalagi merebut apa yang belum diberikan kepadanya. Pada
sesi inilah setiap kelompok harus belajar peka terhadap
kebutuhan sesamanya.
e. Dalam proses membangun ayat-ayat tersebut, tekankan
kepada remaja bahwa kunci sukses bagi semua kelompok adalah
jika mereka peka terhadap kebutuhan kelompok lain, dan sedia
memberikan apa yang mereka miliki sesuai dengan kebutuhan
sesama. Di sinilah budaya tolong menolong dibangun.
Dengan permainan ini kelompok belajar saling menolong dan
menyelamatkan.
|