|
Tuhan akan menyelesaikannya bagiku! Ya TUHAN, kasih
setia-Mu untuk selama-lamanya; janganlah Kautinggalkan
perbuatan tangan-Mu! Mazmur 138:8
Alangkah senangnya mengetahui bahwa Tuhan mempunyai suatu
rencana bagi kita masing-masing! Daud tidak berkata bahwa
Tuhan akan menggenapi atau menyelesaikan rencanaku. Ia
berkata bahwa Tuhan akan menggenapi (menyelesaikan)
rencana-Nya bagiku. Ada suatu perbedaan besar antara kedua
hal itu. Mungkin saya mempunyai suatu rencana, sedangkan Tuhan
juga mempunyai suatu rencana yang berbeda. Tuhan tidak
menjamin bahwa Ia akan menggenapi rencana saya. Ia hanya
menjamin bahwa Ia akan menggenapi rencana-Nya.
Jaminan Tuhan itu terdapat dalam kata-kata berikutnya: “Ya
TUHAN, kasih setia-Mu untuk selama-lamanya.” Kata Ibrani
yang diterjemahkan sebagai “kasih setia” itu memiliki arti
yang lebih mendalam, yaitu kesetiaan yang menyebabkan Tuhan
tetap memenuhi komitmen-Nya terhadap ikatan janji yang telah
dibuat-Nya dengan kita. Komitmen Tuhan untuk menggenapi (menyelesaikan)
rencana-Nya dalam kehidupan kita bahkan berlanjut hingga ke
dalam kekekalan.
Bagian penutup ayat ini seakan-akan merupakan jeritan
keputus-asaan Daud: “Janganlah Kautinggalkan perbuatan
tangan-Mu!” Saya teringat ketika pada suatu hari saya
melayani seorang wanita Kristen yang berbaring di tempat tidur
dan sedang menantikan ajalnya akibat penyakit kanker yang
dideritanya. Wanita itu mengambil Alkitab Living Bible
(Firman Allah yang Hidup) dari lemari kecil di sebelah tempat
tidurnya lalu dengan suara keras membaca kata-kata Daud itu:
“Janganlah Engkau meninggalkan aku karena Engkaulah yang
membuat aku!”.
Dengan cara itu wanita tersebut secara pribadi menegaskan
keyakinannya bahwa penyakit, penderitaan atau kematian
sekalipun tidak akan dapat menghalangi kasih setia Tuhan dalam
menggenapi rencana-Nya baginya yang akan membuat ia mencapai
kemenangan pada akhirnya.
Jaminan yang sama masih tetap berlaku bagi kita semua yang
telah memasuki ikatan janji yang ditawarkan Tuhan kepada
manusia melalui Yesus. Tuhanlah yang menjadikan kita, Ia pun
tidak akan meninggalkan kita. Mungkin bukan rencana kita,
tetapi rencana- Nyalah yang pasti akan digenapi. Rencana
tersebut akan tetap teguh, apa pun yang terjadi dalam
kehidupan ini.
Tanggapan Iman:
Aku menerima rencana Tuhan bagiku, sekalipun mungkin berbeda
dengan rencanaku sendiri, dan aku percaya Ia akan
menggenapinya.
(Nantikan artikel selanjutnya!) |