» Media Pelayanan Antar Jemaat, Antar Gereja, Antar Denominasi OnLine
Serba - Serbi Rohani
   
 
Fasilitas Pencarian


» Home
» Acara Hari Ini
» Gereja
» Gereja Dunia
» Permohonan Doa
» Form Konsultasi
» Solusi Problema
» Form Kesaksian
» Kumpulan Kesaksian
» Pelangi Jiwa
» Renungan Kecik
» YAMARI
» YASUMA
» PPK Tabitha
» RPUK Muara Kasih
» PA.ASIH LESTARI
» Humor
» Kartu Ucapan
» Peluang Karier
» Donasi














 

 

 

 

 

 

 

 














 











 
» Derek Prince Ministries Indonesia


MENYENANGKAN HATI BAPA SURGAWI
 

2. Kebapaan memberikan kita jaminan bahwa kita memiliki sebuah rumah di Surga.


Semenjak saya lahir baru, saya percaya jika saya terus beriman kepada Yesus maka setelah saya meninggal dunia saya pasti akan masuk ke Surga, tetapi saya tidak pernah berpikir bahwa saya memilki sebuah rumah di Surga. Namun setelah peristiwa yang saya alami ketika kuasa gelap yang menekan saya dilenyapkan, seketika itu juga secara alami saya memandang Surga sebagai rumah saya. Singkatnya setelah kejadian tersebut, saya berbicara kepada Ruth, “ Jika suatu hari nanti saya meninggal dunia, jika kamu ingin memberikan batu nisan di makam saya, kamu dapat menulis kan hanya dua kata saja di batu nisan saya: “Pulang ke Rumah.”
Saya mulai berpikir tentang seorang pengemis miskin yang duduk di dekat pintu seorang yang kaya. Ketika dia meninggal dunia, dia “dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham.” (Luk16:22)
Dalam hal ini dapat dipastikan bahwa satu malaikat saja sudah cukup untuk dapat membawa orang miskin itu, namun Allah mengirimkan sepasukan malaikat-malaikat pengiring untuk menjemputnya! Pengemis itu diberikan sebuah sambutan yang meriah untuk menuju ke pangkuan Abraham. Saya percaya bahwa hal itu juga berlaku untuk setiap anak-anak Allah. Dia memiliki sepasukan malaikat-malaikat pengiring yang siap untuk membawa setiap kita menuju ke rumah kita yang abadi.
Di suatu saat, saya dan Ruth berkenalan dengan seorang saudara seiman wanita keturunan Hawai (yang bernama Mary.) Mary melayani Allah dengan setia selama bertahun-tahun. Dia sering berkata kepada temannya, “Saya belum pernah melihat malaikat dan saya sangat ingin sekali melihatnya!”
Suatu ketika, di saat Mary sedang terbaring sekarat karena penyakit kanker yang di deritanya, rekan-rekan gerejanya melihat bahwa ada seorang “saudara seiman wanita” yang selalu menemani Mary. Suatu hari wajah Mary dipenuhi oleh kemuliaan Tuhan. Dia merentangkan tangannya dan berkata,”Aku melihat mereka, aku melihat malaikat-malaikat!” Lalu dia meninggal! Malaikat-malaikat pengiringnya telah mengantarnya pulang ke rumah.


(Nantikan artikel lanjutannya!)

 

| A R S I P |

 

Sahabat Surgawi
Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi