|
Melalui Alkitab, seorang tokoh selalu diperkenalkan sebagai
seorang anak (keturunan) dari seseorang yang jelas
asal-usulnya. Hal tersebut juga diperlihatkan dari nama-nama
keluarga bagi orang Inggris, seperti Williamson, Jackson,
Thompson. Identitas diri mereka diwariskan dari seorang ayah.
Dewasa ini di banyak negara, perpecahan yang terjadi didalam
keluarga telah meng hasilkan suatu generasi yang kita sebut
“generasi X.” X mewakili dari suatu kuantitas yang tak
diketahui nilainya . Banyak anak muda di generasi ini yang
tidak memiliki hubungan yang baik dengan seorang ayah (bapa.)
Akibat dari hal tersebut , mereka mengalami suatu krisis
identitas. Mereka tidak mengetahui siapa diri mereka
sesungguhnya. Suatu jeritan tangis di dalam hati mereka atas
kerinduan mereka akan seorang ayah.
Saya percaya jika Gereja dapat memberitakan kebenaran tentang
Allah sebagai seorang Bapa dengan efektif, maka akan ada
banyak anak muda di zaman ini yang akan berlari ke dalam
pelukan Bapa. Kita dapat melakukan hal ini dengan cara yang
sama seperti yang Yesus lakukan yaitu dengan “menyingkapkan”
nama Bapa kepada murid-muridnya dengan cara mendemonstrasikan
hubungan pribadi kita dengan Bapa di dalam kehidupan kita
sehari-hari.
(Nantikan artikel lanjutannya!) |