» Media Pelayanan Antar Jemaat, Antar Gereja, Antar Denominasi OnLine
Serba - Serbi Rohani
   
 
Fasilitas Pencarian


» Home
» Acara Hari Ini
» Gereja
» Gereja Dunia
» Permohonan Doa
» Form Konsultasi
» Solusi Problema
» Form Kesaksian
» Kumpulan Kesaksian
» Pelangi Jiwa
» Renungan Kecik
» YAMARI
» YASUMA
» PPK Tabitha
» RPUK Muara Kasih
» PA.ASIH LESTARI
» Humor
» Kartu Ucapan
» Peluang Karier
» Donasi














 

 

 

 

 

 

 

 














 











 
» Derek Prince Ministries Indonesia


MENYENANGKAN HATI BAPA SURGAWI
 

Sebuah Pewahyuan Pribadi


Pada awal tahun 1996, pengertian saya terhadap Allah sebagai Bapa mengalami perubahan yang sangat drastis melalui suatu pengalaman pribadi. Suatu pagi, di saat saya dan Ruth sedang berdoa bersama di tempat tidur seperti yang biasa kami lakukan; tiba-tiba saya merasakan suatu kuasa yang mengalir di telapak kaki saya dan terus naik hingga ke sekujur tubuh saya, yang menyebabkan tubuh saya tergun cang dengan kuat. (Sesudahnya, Ruth mengatakan bahwa kulit di wajah saya berubah menjadi sangat merah.)
Pada saat yang bersamaan, saya juga merasakan suatu kuasa kegelapan yang berbentuk seperti tangan dengan sebuah topi tengkorak yang berwarna hitam yang menjulur ke arah kepala saya dan berusaha untuk menekan saya dengan kuat. Untuk beberapa saat terjadi pertempuran antara dua kekuatan tersebut dan dimenangkan oleh kekuatan yang bekerja di sekujur tubuh saya. Seketika itu juga kuasa kegelapan itu lenyap.
Segera setelah semua hal itu terjadi dan tanpa berpikir panjang, saya mengetahui bahwa saya dapat memanggil-Nya, Bapaku. Selama lebih dari lima puluh tahun saya biasa menggunakan kata “Bapa kami”. Secara doktrin, kebenaran tersebut sangat jelas sekali bagi saya. Bahkan saya pun pernah berkotbah tentang suatu topik yang saya sampaikan secara bersambung dalam tiga seri yaitu, “ Mengenal Allah sebagai Bapa. “ Namun pewahyuan yang saya telah peroleh pada saat itu merupakan suatu pewahyuan secara langsung dari Bapa dan yang saya alami secara pribadi.
Saya akan membagikan kepada anda penafsiran saya mengenai pengalaman terse but. Saya akan menjelaskan latar belakang diri saya kepada anda. Saya dilahirkan di India dan saya dibesarkan di India sampai berumur lima tahun. Lalu dua puluh tahun kemudian, setelah saya lahir baru dan dibaptis Roh Kudus, saya menjadi peka terhadap suatu “bayangan gelap“ dari India yang selalu melekati saya. Saya menya dari bahwa “bayangan gelap“ tersebut merupakan salah satu dari “dewa-dewa“ di India (yang diperkirakan berjumlah sekitar 4 juta lebih) yang mengikuti saya dan berusaha untuk menguasai saya.
Ada satu cara khusus yang dilakukan oleh “dewa” tersebut untuk menekan saya. Setiap pagi saya bangun dari tidur dengan suatu perasaan terhadap sesuatu yang jahat yang sedang menunggu saya. Sesuatu yang tidak dapat dijelaskan secara logika, suatu bentuk kegelapan yang tak berwujud.
Setelah saya dibaptis Roh Kudus, perasaan tersebut semakin lama semakin berku rang secara drastis, tetapi perasaan tersebut tidak pernah hilang dari diri saya. Namun akhirnya, saya menemukan bahwa ketika saya menguasai pikiran saya untuk memuji dan menyembah Tuhan , perasaan tersebut terangkat dari saya. Akan tetapi perasaan itu selalu kembali lagi keesokan harinya!
Pada hari disaat kuasa gelap yang berbentuk seperti tangan dengan sebuah topi tengkorak hitam tersebut ditarik keluar, perasaan itupun lenyap dan tidak pernah kembali lagi! Dan sejak saat itu menjadi suatu hal yang secara alami buat saya untuk memanggil Allah sebagai “Bapa” atau “Bapaku.” Hubungan yang saya miliki dengan Bapa sejak saat itu bukan lagi sebagai hubungan secara “theologi” yang saya ketahui tetapi menjadi hubungan secara pribadi.
Saya telah menikmati hubungan pribadi saya dengan Bapa sampai saat ini. Hal terse but memberikan kepada saya pengertian yang baru tentang empat hal kebenaran firman Allah yang berhubungan dengan kebapaan (sifat-sifat seorang bapa.)


(Nantikan artikel lanjutannya!)

 

| A R S I P |

 

Sahabat Surgawi
Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi