|
Pada awal tahun 1996, pengertian saya terhadap Allah sebagai
Bapa mengalami perubahan yang sangat drastis melalui suatu
pengalaman pribadi. Suatu pagi, di saat saya dan Ruth sedang
berdoa bersama di tempat tidur seperti yang biasa kami lakukan;
tiba-tiba saya merasakan suatu kuasa yang mengalir di telapak
kaki saya dan terus naik hingga ke sekujur tubuh saya, yang
menyebabkan tubuh saya tergun cang dengan kuat. (Sesudahnya,
Ruth mengatakan bahwa kulit di wajah saya berubah menjadi
sangat merah.)
Pada saat yang bersamaan, saya juga merasakan suatu kuasa
kegelapan yang berbentuk seperti tangan dengan sebuah topi
tengkorak yang berwarna hitam yang menjulur ke arah kepala
saya dan berusaha untuk menekan saya dengan kuat. Untuk
beberapa saat terjadi pertempuran antara dua kekuatan tersebut
dan dimenangkan oleh kekuatan yang bekerja di sekujur tubuh
saya. Seketika itu juga kuasa kegelapan itu lenyap.
Segera setelah semua hal itu terjadi dan tanpa berpikir
panjang, saya mengetahui bahwa saya dapat memanggil-Nya, Bapaku.
Selama lebih dari lima puluh tahun saya biasa menggunakan kata
“Bapa kami”. Secara doktrin, kebenaran tersebut sangat jelas
sekali bagi saya. Bahkan saya pun pernah berkotbah tentang
suatu topik yang saya sampaikan secara bersambung dalam tiga
seri yaitu, “ Mengenal Allah sebagai Bapa. “ Namun pewahyuan
yang saya telah peroleh pada saat itu merupakan suatu
pewahyuan secara langsung dari Bapa dan yang saya alami secara
pribadi.
Saya akan membagikan kepada anda penafsiran saya mengenai
pengalaman terse but. Saya akan menjelaskan latar belakang
diri saya kepada anda. Saya dilahirkan di India dan saya
dibesarkan di India sampai berumur lima tahun. Lalu dua puluh
tahun kemudian, setelah saya lahir baru dan dibaptis Roh
Kudus, saya menjadi peka terhadap suatu “bayangan gelap“ dari
India yang selalu melekati saya. Saya menya dari bahwa
“bayangan gelap“ tersebut merupakan salah satu dari
“dewa-dewa“ di India (yang diperkirakan berjumlah sekitar 4
juta lebih) yang mengikuti saya dan berusaha untuk menguasai
saya.
Ada satu cara khusus yang dilakukan oleh “dewa” tersebut untuk
menekan saya. Setiap pagi saya bangun dari tidur dengan suatu
perasaan terhadap sesuatu yang jahat yang sedang menunggu saya.
Sesuatu yang tidak dapat dijelaskan secara logika, suatu
bentuk kegelapan yang tak berwujud.
Setelah saya dibaptis Roh Kudus, perasaan tersebut semakin
lama semakin berku rang secara drastis, tetapi perasaan
tersebut tidak pernah hilang dari diri saya. Namun akhirnya,
saya menemukan bahwa ketika saya menguasai pikiran saya untuk
memuji dan menyembah Tuhan , perasaan tersebut terangkat dari
saya. Akan tetapi perasaan itu selalu kembali lagi keesokan
harinya!
Pada hari disaat kuasa gelap yang berbentuk seperti tangan
dengan sebuah topi tengkorak hitam tersebut ditarik keluar,
perasaan itupun lenyap dan tidak pernah kembali lagi! Dan
sejak saat itu menjadi suatu hal yang secara alami buat saya
untuk memanggil Allah sebagai “Bapa” atau “Bapaku.” Hubungan
yang saya miliki dengan Bapa sejak saat itu bukan lagi sebagai
hubungan secara “theologi” yang saya ketahui tetapi menjadi
hubungan secara pribadi.
Saya telah menikmati hubungan pribadi saya dengan Bapa sampai
saat ini. Hal terse but memberikan kepada saya pengertian yang
baru tentang empat hal kebenaran firman Allah yang berhubungan
dengan kebapaan (sifat-sifat seorang bapa.)
(Nantikan artikel lanjutannya!) |