» Media Pelayanan Antar Jemaat, Antar Gereja, Antar Denominasi OnLine
Serba - Serbi Rohani
   
 
Fasilitas Pencarian


» Home
» Acara Hari Ini
» Gereja
» Gereja Dunia
» Permohonan Doa
» Form Konsultasi
» Solusi Problema
» Form Kesaksian
» Kumpulan Kesaksian
» Pelangi Jiwa
» Renungan Kecik
» YAMARI
» YASUMA
» PPK Tabitha
» RPUK Muara Kasih
» PA.ASIH LESTARI
» Humor
» Kartu Ucapan
» Peluang Karier
» Donasi














 

 

 

 

 

 

 

 














 











 
» Derek Prince Ministries Indonesia


MENYENANGKAN HATI BAPA SURGAWI
 

Pewahyuan Pribadi Bapa Surgawi


Orang-orang Kristen Karismatik dan Injili senang sekali mengutip kata-kata dari Tuhan Yesus di dalam Injil Yohanes 14 : 6 yang berkata: ” Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”
Namun saya percaya bahwa masih banyak diantara kita yang hanya memahami sebagian dari maksud ayat tersebut, khususnya tentang pernyataan Yesus akan diri-Nya sebagai jalan. Sesuatu dapat dikatakan sebuah jalan, bila hal tersebut mengarah kepada suatu tempat tujuan. Dalam hal ini Yesus adalah jalan dan Bapa adalah tempat tujuannya.

Pewahyuan Pribadi Bapa Surgawi
Di dalam doa-Nya , Yesus berkata kepada Bapa: ” Aku telah menyatakan namaMu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepadaku dari dunia…” (Yoh 17- 6)
Selama empat belas abad masyarakat Yahudi telah mengenal nama Yehovah (Yahweh) . Namun di dalam doa-Nya, nama yang sekarang dinyatakan oleh Yesus kepada mereka adalah “Bapa”. Nama tersebut disebutkan oleh Yesus sebanyak enam kali di dalam doa-Nya.
Apakah maksud Yesus menyatakan nama tersebut kepada murid-muridNya? Sebagaimana mereka melihat kehidupan Yesus di hadapan mereka sebagai seorang Anak Allah, mereka dapat mulai memahami apa artinya memiliki hubungan pribadi (intim) dengan Allah sebagai Bapa. Hal tersebut merupakan hal yang tidak pernah disingkapkan secara terang-terangan sebelumnya kepada orang-orang Yahudi di dalam Perjanjian Lama.
Yesus menegaskan bahwa hanya Dialah satu-satunya yang dapat menyingkapkan pribadi Bapa. “ Segala sesuatu telah diserahkan kepadaKu oleh BapaKu, dan tidak ada seorangpun yang mengenal Anak selain Bapa, dan tidak ada seorangpun yang mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyata kannya.” (Mat 11 : 27)
Yohanes dengan bijak berkata: “Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakannya.” (Yoh 1 : 18).
Penulis kitab Ibrani membuat sebuah perbedaan antara pesan yang disampaikan oleh nabi-nabi di dalam Perjanjian Lama dan yang disampaikan oleh Yesus: “ Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan anakNya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. “ (Ibr 1 :1-2).
Dalam bahasa Yunani, secara harafiah disebutkan bukan dengan perantaraan Anak-Nya, melainkan dengan perantaraan “seorang” Anak. Firman Tuhan yang disampai kan di dalam Perjanjian Baru berbeda dengan firman Tuhan yang disampaikan di dalam Perjanjian Lama. Perbedaannya bukan hanya pada isi firman yang disampaikan tetapi juga pada perantara yang dipakai untuk menyampaikan firman Tuhan tersebut. Di dalam Perjanjian Lama, Allah berbicara melalui perantara nabi-nabi; sedangkan di dalam Perjanjian Baru Allah berbicara melalui seorang Anak. Hanya Yesuslah sebagai seorang Anak yang dapat menyingkapkan pribadi Allah sebagai Bapa.

(Nantikan artikel lanjutannya!)

 

| A R S I P |

 

Sahabat Surgawi
Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi