|
Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan
menceritakan perbuatan-perbuatan TUHAN. Mazmur 118:17
Sikap kita terhadap kehidupan harus seratus persen positif.
Betapa berbahayanya bila kita, melalui cara apa pun bersikap
negatif, pesimis atau hanya berpikir mengenai kematian. Namun
betapa seringnya orang menyerah kalah kepada tekanan dalam
hidupnya dan menjerit: “Lebih baik aku mati saja!” Mereka
tidak menyadari bahwa dengan ucapan tersebut mereka
sesungguhnya membuka jalan bagi berbagai bentuk kekuatan
negative dari kuasa gelap untuk memasuki pikiran mereka, yang
kemudian akan menguasai seluruh kepribadian mereka. Suatu
ucapan yang tanpa dipikir panjang terlontar begitu saja ketika
menghadapi tekanan tertentu (yang biasanya berlangsung
sementara saja) pada akhirnya dapat menjadi suatu keadaan yang
menyedihkan.
Nabi Musa menghadapkan bani Israel dengan masalah ini dalam
Ulangan 30:19: “…pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan
kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan ,
supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu…”
Tahukah anda, bahwa jika kita menginginkan kehidupan, kita
sendiri harus memilih untuk hidup? Kita tidak boleh pasrah
kepada keadaan dengan bersikap masa bodoh dan pasif sambil
mengatakan: “Yang akan terjadi, terjadilah”. Tuhan menyuruh
kita untuk memilih: kehidupan dan berkat di satu sisi, atau
kematian dan kutuk di sisi lainnya. Kita tidak dapat
menghindar dari persoalan ini. Tidak memilih sama saja
dengan memilih hal yang keliru.
Pilihan yang kita tentukan itupun akan membawa akibat bukan
hanya bagi diri kita sendiri, tetapi juga bagi keturunan
kita. Dengan memilih kehidupan sesungguhnya kita membuka suatu
aliran yang akan mengalir terus hingga ke generasi-generasi
berikutnya.
Yesus berkata: “Pencuri datang untuk mencuri dan membunuh
dan membinasakan; Aku datang , supaya mereka mempunyai hidup,
dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” (Yohanes
10:10). Siapakah yang akan anda pilih, Yesuskah atau
pencuri itu?
Tanggapan Iman:
Hari ini, ya Tuhan, sesuai dengan Firman-Mu aku memilih
kehidupan bagi diriku sendiri dan bagi keturunan-keturunanku.
(Nantikan artikel selanjutnya!) |