» Media Pelayanan Antar Jemaat, Antar Gereja, Antar Denominasi OnLine
Serba - Serbi Rohani
   
 
Fasilitas Pencarian


» Home
» Acara Hari Ini
» Gereja
» Gereja Dunia
» Permohonan Doa
» Form Konsultasi
» Solusi Problema
» Form Kesaksian
» Kumpulan Kesaksian
» Pelangi Jiwa
» Renungan Kecik
» YAMARI
» YASUMA
» PPK Tabitha
» RPUK Muara Kasih
» PA.ASIH LESTARI
» Humor
» Kartu Ucapan
» Peluang Karier
» Donasi














 

 

 

 

 

 

 

 














 











 
» Derek Prince Ministries Indonesia


MEMILIH KEHIDUPAN
 


Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan TUHAN. Mazmur 118:17

Sikap kita terhadap kehidupan harus seratus persen positif. Betapa berbahayanya bila kita, melalui cara apa pun bersikap negatif, pesimis atau hanya berpikir mengenai kematian. Namun betapa seringnya orang menyerah kalah kepada tekanan dalam hidupnya dan menjerit: “Lebih baik aku mati saja!” Mereka tidak menyadari bahwa dengan ucapan tersebut mereka sesungguhnya membuka jalan bagi berbagai bentuk kekuatan negative dari kuasa gelap untuk memasuki pikiran mereka, yang kemudian akan menguasai seluruh kepribadian mereka. Suatu ucapan yang tanpa dipikir panjang terlontar begitu saja ketika menghadapi tekanan tertentu (yang biasanya berlangsung sementara saja) pada akhirnya dapat menjadi suatu keadaan yang menyedihkan.

Nabi Musa menghadapkan bani Israel dengan masalah ini dalam Ulangan 30:19: “…pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan , supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu…” Tahukah anda, bahwa jika kita menginginkan kehidupan, kita sendiri harus memilih untuk hidup? Kita tidak boleh pasrah kepada keadaan dengan bersikap masa bodoh dan pasif sambil mengatakan: “Yang akan terjadi, terjadilah”. Tuhan menyuruh kita untuk memilih: kehidupan dan berkat di satu sisi, atau kematian dan kutuk di sisi lainnya. Kita tidak dapat menghindar dari persoalan ini. Tidak memilih sama saja dengan memilih hal yang keliru.

Pilihan yang kita tentukan itupun akan membawa akibat bukan hanya bagi diri kita sendiri, tetapi juga bagi keturunan kita. Dengan memilih kehidupan sesungguhnya kita membuka suatu aliran yang akan mengalir terus hingga ke generasi-generasi berikutnya.
Yesus berkata: “Pencuri datang untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang , supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” (Yohanes 10:10). Siapakah yang akan anda pilih, Yesuskah atau pencuri itu?

Tanggapan Iman:
Hari ini, ya Tuhan, sesuai dengan Firman-Mu aku memilih kehidupan bagi diriku sendiri dan bagi keturunan-keturunanku.



(Nantikan artikel selanjutnya!)

 

| A R S I P |

 

Sahabat Surgawi
Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi