» Media Pelayanan Antar Jemaat, Antar Gereja, Antar Denominasi OnLine
Serba - Serbi Rohani
   
 
Fasilitas Pencarian


» Home
» Acara Hari Ini
» Gereja
» Gereja Dunia
» Permohonan Doa
» Form Konsultasi
» Solusi Problema
» Form Kesaksian
» Kumpulan Kesaksian
» Pelangi Jiwa
» Renungan Kecik
» YAMARI
» YASUMA
» PPK Tabitha
» RPUK Muara Kasih
» PA.ASIH LESTARI
» Humor
» Kartu Ucapan
» Peluang Karier
» Donasi














 

 

 

 

 

 

 

 














 











 
» Derek Prince Ministries Indonesia


KUNCI KEDAMAIAN
 


Besarlah ketentraman pada orang-orang yang mencintai Taurat-Mu, tidak ada batu sandungan bagi mereka. Mazmur 119:165


Alkitab bukan saja menjanjikan ketentraman atau kedamaian, tetapi bahkan ketentraman yang “besar”. Sayangnya, bahasa manusia di zaman modern ini sudah sedemikian merosot standarnya, sehingga sulit sekali bagi kita untuk menangkap apa yang sesungguhnya disediakan Tuhan bagi kita. Tolak ukur untuk “kedamaian” yang dipakai manusia dewasa ini telah menjadi begitu rendah. Sekedar tidak ada peperangan diantara dua bangsa sudah disebut sebagai keadaan yang damai. Padahal diantara mereka bisa saja masih tersimpan rasa benci, takut atau bahkan mereka masih saling memaki dan menuduh, namun kita tetap mengatakan bahwa hubungan kedua bangsa itu dalam keadaan damai.

Alkitab memberikan standar yang jauh lebih tinggi. Perkataan Ibrani untuk “kedamaian” adalah shalom. Artinya lebih daripada sekedar tidak adanya perkelahian atau peperangan. Arti kata itu berhubungan dengan akar katanya yang berarti keutuhan atau kesempurnaan. Jadi, kedamaian yang dimaksudkan mencakup suatu keutuhan, suatu kesempurnaan. Artinya, tidak ada apapun yang kurang dalam kehidupan kita. Orang yang memiliki kedamaian dalam arti seperti ini adalah orang yang utuh dan sempurna, dan memiliki kepenuhan dalam hidupnya.

Inilah kehidupan yang dijanjikan kepada orang-orang yang mencintai Taurat atau hukum Allah, karena taurat-Nya juga mencakup segala-galanya seperti yang tercakup dalam kedamaian itu. Taurat Tuhan meliputi segala segi kehidupan kita –kerohanian, hal-hal yang berhubungan dengan perasaan kita, keadaan jasmani, serta segi materi. Bila semua segi kehidupan tersebut kita tundukkan di bawah hukum Tuhan, kita akan mengalami keserasian dengan alam sekeliling kita, oleh karena alam itupun diatur oleh hukum yang sama.

Dengan demikian, tidak ada yang dapat membuat kita tersandung. Kita tidak akan mudah tersinggung atau kecil hati. Segala macam kesulitan dan bahkan permusuhan tidak akan membuat kita goyah, oleh karena di dalam diri kita ada kuasa yang berasal dari hukum Tuhan itu dan kuasa itu jauh lebih besar daripada apapun juga yang mengganggu kita dari luar.

Tanggapan Iman:
Tuhan, biarlah seluruh kehidupanku berada di bawah hukum-Mu dan biarlah damai-Mu bekerja dengan bebas dalam diriku.



(Nantikan artikel selanjutnya!)

 

| A R S I P |

 

Sahabat Surgawi
Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi