» Media Pelayanan Antar Jemaat, Antar Gereja, Antar Denominasi OnLine
Serba - Serbi Rohani
   
 
Fasilitas Pencarian


» Home
» Acara Hari Ini
» Gereja
» Gereja Dunia
» Permohonan Doa
» Form Konsultasi
» Solusi Problema
» Form Kesaksian
» Kumpulan Kesaksian
» Pelangi Jiwa
» Renungan Kecik
» YAMARI
» YASUMA
» PPK Tabitha
» RPUK Muara Kasih
» PA.ASIH LESTARI
» Humor
» Kartu Ucapan
» Peluang Karier
» Donasi














 

 

 

 

 

 

 

 














 











 
» Derek Prince Ministries Indonesia


KEHAUSAN JIWA
 


“Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?” Mazmur 42:2-3

Saya rasa kita semua pernah mengalami kehausan. Bagi saya pribadi, kata “haus” itu mengingatkan saya kepada pengalaman ketika saya bertugas sebagai tentara Inggris dalam Perang Dunia II. Selama tiga tahun kami ditempatkan di padang gurun yang gersang di Afrika Utara. Kadang-kadang persediaan air kami hampir habis dan saya masih ingat bahwa pada saat-saat seperti itu seluruh jiwa raga saya rasanya dikuasai oleh satu jeritan yang begitu kuat namun tidak terungkapkan – jeritan minta air. Tidak ada hal lain kecuali air yang dapat menghentikan jeritan itu.

Dalam ayat diatas pemazmur berbicara mengenai semacam kehausan yang lain. Bukan kehausan jasmani melainkan kehausan dalam jiwa. Kehausan jenis ini pun pernah saya alami. Selama bertahun-tahun saya berusaha mengejar suatu kepuasan namun tidak pernah berhasil meraihnya. Saya mencoba menemukan kepuasan itu dari berbagai segi, baik jasmani, estetika, maupun intelektual. Saya mencoba menemukan kepuasan dari musik, drama, filsafat, perjalanan ke mancanegara dan hal-hal lain yang dapat memuaskan kedagingan saya. Tetapi semakin serius saya mencarinya, semakin hampa dan frustasi perasaan saya jadinya.

Akhirnya saya menemukan juga jawabannya. Ternyata jawabannya sama seperti jawaban yang ditemukan pemazmur tiga ribu tahun yang silam: “Bilakah aku boleh datang melihat Allah” Ada suatu kehausan dalam jiwa, suatu kerinduan yang begitu dalam pada diri manusia yang tidak dapat dipuaskan kecuali oleh Tuhan sendiri.

Mungkin anda pun sudah mencoba mendapatkan kepuasan dari berbagai sumber tetapi belum juga menemukannya. Jika demikian anda harus mengerti dua hal: pertama, tidak ada apa pun juga kecuali Tuhan sendiri yang dapat memuaskan anda; kedua, sesungguhnya Ia sedang menantikan kedatangan anda.

Tanggapan Iman:
Ya Tuhan, bawalah aku ke tempat aku dapat bertemu dengan-Mu sehingga dahaga jiwaku dapat kau puaskan.



(Nantikan artikel selanjutnya!)

 

| A R S I P |

 

Sahabat Surgawi
Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi