|
“Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN;
Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai” Mazmur
5:13
Daud percaya sepenuhnya akan satu hal: Tuhan memberkati
orang-orang yang benar. Kita juga harus sama percayanya
seperti Daud. Di zaman sekarang ini orang-orang atau
pihak-pihak yang kita andalkan untuk memberikan jaminan
keamanan dan kepastian mengenai masa depan ternyata justru
mengecewakan kita. Dimana-mana lembaga-lembaga politik dan
keuangan yang menjadi andalan banyak orang mulai berguguran.
Namun ada satu hal yang tidak perlu diragukan dalam kehidupan
ini: Tuhan memberkati orang yang benar.
Kenyataan yang sederhana namun tidak pernah berubah ini
mengajarkan suatu hal yang penting namun praktis mengenai cara
dan gaya kehidupan yang seharusnya kita tempuh. Di satu sisi,
kita perlu mengurangi waktu dan tenaga yang selama ini kita
pakai untuk menjamin keamanan kita dari segi materi. Di sisi
lain, kita harus lebih banyak memikirkan apakah kehidupan kita
sudah benar di mata Tuhan, apakah kita sudah layak mendapatkan
berkat Tuhan, yang disediakan-Nya bagi orang yang benar.
Berkat yang disediakan Tuhan bagi orang yang benar itu juga
mencakup perlindungan yang diberikan-Nya. Anugerah Tuhan
diturunkan kepada orang benar. Apabila kita benar-benar hidup
dalam kebenaran-Nya , anugerah-Nya pun akan berada di
sekeliling kita seperti perisai yang melindungi kita dari
segala penjuru. Anugerah itu akan melindungi kita dari setiap
pukulan, tekanan, kejahatan yang berusaha menghancurkan kita.
Sesungguhnya kita tidak mampu menghadapi semuanya itu dengan
kemampuan dan kekuatan kita sendiri. Yang mampu sepenuhnya
melindungi kita hanyalah “Perisai” anugerah Tuhan. Daripada
kita berusaha menjadi lebih kuat dan lebih mampu dengan
mendahulukan kepentingan sendiri, lebih baik kita berusaha
menjadi orang yang benar, sebab hasilnya jauh lebih indah dan
bahkan kekal.
“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya,
maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” ( Matius 6:33)
Tanggapan Iman:
Tolonglah aku Tuhan, supaya aku lebih memikirkan dan
mengutamakan kebenaran daripada memikirkan dan mengutamakan
keberhasilan dan kepentingan diriku sendiri.
(Nantikan artikel selanjutnya!) |