» Media Pelayanan Antar Jemaat, Antar Gereja, Antar Denominasi OnLine
Serba - Serbi Rohani
   
 
Fasilitas Pencarian


» Home
» Acara Hari Ini
» Gereja
» Gereja Dunia
» Permohonan Doa
» Form Konsultasi
» Solusi Problema
» Form Kesaksian
» Kumpulan Kesaksian
» Pelangi Jiwa
» Renungan Kecik
» YAMARI
» YASUMA
» PPK Tabitha
» RPUK Muara Kasih
» PA.ASIH LESTARI
» Humor
» Kartu Ucapan
» Peluang Karier
» Donasi














 

 

 

 

 

 

 

 














 











 
» Derek Prince Ministries Indonesia


HATI YANG SUCI
 


Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh
Mazmur 51:12


Ada hal-hal tertentu yang dapat dilakukan oleh manusia dan ada pula yang tidak dapat dilakukannya. Manusia mampu membuat berbagai benda. Ia dapat membuat barang-barang industri, menyetel, menyelaraskan, dan mereparasinya. Tetapi ada satu hal yang tidak dapat dilakukan oleh manusia, yaitu mencipta. Hanya Tuhanlah Sang Pencipta.
Rupanya Daud telah mencapai suatu titik dalam kehidupannya yang membuatnya berhadapan dengan kenyataan bahwa dirinya adalah seorang yang berdosa. Ketika ditegur oleh nabi Natan mengenai perzinahannya dengan Batsyeba, ia mungkin untuk pertama kali dalam hidupnya, mulai melihat keadaan hatinya yang sebenarnya. Ia melihat kerusakan dan kehancuran yang telah terjadi dalam hatinya karena dosa itu dan ia menyadari bahwa ia tidak dapat berbuat apapun juga untuk mengatasinya. Ia tidak dapat membereskannya. Ia tidak dapat mereparasinya. Ia tidak dapat memperbaiki keadaan. Semua yang dapat dilakukannya tidaklah cukup. Maka, dengan jiwa yang amat pedih, ia berpaling kepada Tuhan dan memohon kepada-Nya untuk melakukan sesuatu yang memang hanya dapat dilakukan oleh Tuhan, yaitu menciptakan hati yang murni di dalam dirinya.
Jika anda dan saya dapat melihat hati kita sendiri seperti Daud dapat melihat keadaan hatinya, mungkin kita juga akan melihat keadaan yang sama. Berbagai akibat dosa telah menimbulkan kerusakan sedemikian rupa, sehingga kita tidak dapat melakukan apapun juga untuk mengatasinya. Tidak ada gunanya untuk mencoba mereparasi, membereskan, atau memperbaikinya. Hanya ada satu cara bagi kita. Kita dapat melakukan apa yang dilakukan Daud. Kita dapat mengakui kenyatan yang kita hadapi itu, kemudian menghampiri Tuhan dan berdoa: “Tuhan, aku tidak dapat mengubah diriku sendiri. Aku tidak dapat memperbaiki diriku. Hatiku telah demikian rusak dan berdosa. Lakukanlah bagiku apa yang tidak bisa kulakukan bagi diriku sendiri. Ciptakanlah dalam diriku sebuah hati yang suci, ya Tuhan.”
Jawaban paling sempurna atas jeritan hati Daud itu yang juga merupakan jawaban bagi semua umat manusia telah tersedia melalui pengorbanan yang dilakukan oleh Yesus di kayu salib. Melalui korban tersebut, seluruh umat manusia dapat menerima mukjizat yang menghasilkan ciptaan yang baru itu.
“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang” ( II Korintus 5:17 )

(Nantikan artikel selanjutnya!)

 

| A R S I P |

 

Sahabat Surgawi
Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi