|
Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah
batinku dengan roh yang teguh
Mazmur 51:12
Ada hal-hal tertentu yang dapat dilakukan oleh manusia dan ada
pula yang tidak dapat dilakukannya. Manusia mampu membuat
berbagai benda. Ia dapat membuat barang-barang industri,
menyetel, menyelaraskan, dan mereparasinya. Tetapi ada satu
hal yang tidak dapat dilakukan oleh manusia, yaitu mencipta.
Hanya Tuhanlah Sang Pencipta.
Rupanya Daud telah mencapai suatu titik dalam kehidupannya
yang membuatnya berhadapan dengan kenyataan bahwa dirinya
adalah seorang yang berdosa. Ketika ditegur oleh nabi Natan
mengenai perzinahannya dengan Batsyeba, ia mungkin untuk
pertama kali dalam hidupnya, mulai melihat keadaan hatinya
yang sebenarnya. Ia melihat kerusakan dan kehancuran yang
telah terjadi dalam hatinya karena dosa itu dan ia menyadari
bahwa ia tidak dapat berbuat apapun juga untuk mengatasinya.
Ia tidak dapat membereskannya. Ia tidak dapat mereparasinya.
Ia tidak dapat memperbaiki keadaan. Semua yang dapat
dilakukannya tidaklah cukup. Maka, dengan jiwa yang amat pedih,
ia berpaling kepada Tuhan dan memohon kepada-Nya untuk
melakukan sesuatu yang memang hanya dapat dilakukan oleh Tuhan,
yaitu menciptakan hati yang murni di dalam dirinya.
Jika anda dan saya dapat melihat hati kita sendiri seperti
Daud dapat melihat keadaan hatinya, mungkin kita juga akan
melihat keadaan yang sama. Berbagai akibat dosa telah
menimbulkan kerusakan sedemikian rupa, sehingga kita tidak
dapat melakukan apapun juga untuk mengatasinya. Tidak ada
gunanya untuk mencoba mereparasi, membereskan, atau
memperbaikinya. Hanya ada satu cara bagi kita. Kita dapat
melakukan apa yang dilakukan Daud. Kita dapat mengakui
kenyatan yang kita hadapi itu, kemudian menghampiri Tuhan dan
berdoa: “Tuhan, aku tidak dapat mengubah diriku sendiri. Aku
tidak dapat memperbaiki diriku. Hatiku telah demikian rusak
dan berdosa. Lakukanlah bagiku apa yang tidak bisa kulakukan
bagi diriku sendiri. Ciptakanlah dalam diriku sebuah hati yang
suci, ya Tuhan.”
Jawaban paling sempurna atas jeritan hati Daud itu yang juga
merupakan jawaban bagi semua umat manusia telah tersedia
melalui pengorbanan yang dilakukan oleh Yesus di kayu salib.
Melalui korban tersebut, seluruh umat manusia dapat menerima
mukjizat yang menghasilkan ciptaan yang baru itu.
“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan
baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah
datang” ( II Korintus 5:17 )
(Nantikan artikel selanjutnya!) |