» Media Pelayanan Antar Jemaat, Antar Gereja, Antar Denominasi OnLine
Serba - Serbi Rohani
   
 
Fasilitas Pencarian


» Home
» Acara Hari Ini
» Gereja
» Gereja Dunia
» Permohonan Doa
» Form Konsultasi
» Solusi Problema
» Form Kesaksian
» Kumpulan Kesaksian
» Pelangi Jiwa
» Renungan Kecik
» YAMARI
» YASUMA
» PPK Tabitha
» RPUK Muara Kasih
» PA.ASIH LESTARI
» Humor
» Kartu Ucapan
» Peluang Karier
» Donasi














 

 

 

 

 

 

 

 














 











 
» Derek Prince Ministries Indonesia


HARGA PENEBUSAN HIDUP KITA
 


Karena Tuhan dengan kasihNya telah menerima kita dan menjadikan kita anak-anakNya, kita terkadang tidak menyediakan tempat bagi “takut akan Tuhan” di dalam kehidupan kita. Fakta bahwa Allah Bapa telah menebus kita dengan harga yang tak terbilang mahalnya, yaitu berupa darah AnakNya yang sangat mahal, seharusnya membuat kita bertanggung jawab untuk sungguh-sungguh menjalani kehidupan yang memuliakan Dia.
Dalam I Petrus 1:17-19, Rasul Petrus menyatakan bahwa harga yang dibayar untuk penebusan kita harus membangkitkan dalam diri kita suatu rasa takut yang kudus sehingga kita tidak gagal dalam menjalani kehidupan yang memberikan kepada Allah Bapa kemuliaan yang menjadi hakNya: Dan jika kamu menyebutnya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup dalam takut akan Allah selama kamu menumpang di dunia ini. Sebab, kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu, itu bukan dari barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus, yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.
Jadi, Petrus sama sekali tidak mengatakan bahwa penebusan kita tidak menyediakan tempat dalam kehidupan kita untuk takut akan Tuhan. Sebaliknya, ia menekankan bahwa takut akan Tuhan adalah tanggapan kita yang tepat!
Sementara saya berusaha menggambarkan dampak dari takut akan Tuhan yang harus dimiliki dalam kehidupan saya, saya membayangkan diri saya sedang berdiri di puncak sebuah batu karang yang terjal dan curam sambil melihat kebawah, ke sebuah lembah batu-batuan yang terletak ribuan meter jauhnya. Pagar besi pengaman membuat saya tidak bisa melangkah terlalu dekat ke pinggiran jurang. Saya menggambarkan pagar besi pengaman itu sebagai peringatan dari Kitab Suci dan tuntutan-tuntutan untuk hidup kudus. Lalu, saya bertanya kepada diri sendiri, Bagaimana kalau saya begitu congkak, melompati pagar besi pengaman itu dan berdiri persis di pinggiran jurang? Sesudah itu satu langkah saja sudah mampu mempercepat hidup saya menuju malapetaka terakhir yang tak dapat dihindarkan!
Sementara saya memikirkannya, oto-otot perut saya menegang dengan sendirinya dan rasa takut menguasai diri saya. Saya teringat kata-kata peringatan yang ditujukan bagi orang-orang Kristen di Ibrani: “Ngeri benar, kalau jatuh ke dalam tangan Allah yang hidup” Ibrani 10:31.
Sikap kagum dan hormat harus menyertai sikap kita, tidak saja terhadap Tuhan, tetapi juga terhadap firmanNya. Tuhan berkata, ”Tetapi kepada orang inilah Aku memandang: kepada orang yang tertindas dan patah semangatnya dan yang gentar kepada firmanKu.” Yesaya 66:2
Mengapa kita harus gentar kepada firman Tuhan? Karena, firman Tuhan adalah jalan yang dilalui baik oleh Allah Bapa maupun Allah Anak untuk masuk ke dalam kehidupan kita. Dalam Yohanes 14:23 Yesus berkata, “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firmanku dan Bapaku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.” Sikap kita terhadap firmanNya menyatakan sejauh mana kita benar-benar mengasihi Yesus dan membuka jalan bagi Tuhan dalam kepenuhanNya untuk masuk ke dalam kehidupan kita. Ketika kita membaca atau mendengar firmanNya, sikap kita seharusnya sama seperti jika sosok Allah Bapa dan sosok Allah Anak sedang berdiri di depan kita.
Semakin kita menyadari, betapa mahalnya harga yang telah Tuhan bayarkan untuk menebus hidup kita, semakin jugalah seharusnya kita memberikan rasa hormat dan takut akan Tuhan sebagaimana Dia layak menerimanya serta menjalani hidup yang semakin memuliakan namaNya!



(Nantikan artikel selanjutnya!)

 

| A R S I P |

 

Sahabat Surgawi
Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi