|
“Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera
tidur, sebab hanya Engkaulah, ya TUHAN, yang membiarkan aku
diam dengan aman.” Mazmur 4:9
Salah satu pewahyuan yang indah yang kita dapatkan di dalam
Alkitab adalah bahwa (kemampuan untuk) tidur merupakan suatu
pemberian Tuhan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya. Daud
mengalami berbagai tekanan yang berat dan kehidupannya sering
terancam. Banyak sekali musuh yang berusaha menyerangnya dari
segala arah. Namun di tengah-tengah suasana seperti itu Daud
dapat tidur nyenyak dan tidak terganggu sama sekali.
Ia mengemukakan dalam ayat diatas bahwa ia dapat menikmati
berkat Tuhan itu karena Daud semata-mata bergantung kepada
Tuhan untuk keselamatan dan keamanannya. Keamanan yang
dirasakannya tidak bergantung kepada keadaan sekitarnya,
kekayaan yang dimilikinya, maupun kepada janji-janji manusia
yang rapuh. Ia hanya bergantung kepada janji-janji yang
terdapat dalam Firman Tuhan, yang kekal abadi dan tidak pernah
berubah.
Setiap malam Daud tidak lupa menaruh kehidupannya di tangan
Tuhan. Dengan penuh keyakinan kepada Tuhan ia membaringkan
diri untuk tidur. Ia begitu yakin bahwa nyawanya akan selamat
di tangan Tuhan, sehingga tidak sulit baginya untuk tidur
nyenyak dan bangun lagi, tanpa ada sedikitpun rasa khawatir
atau rasa takut. Ia tidak pernah mengalami siksaan yang biasa
dirasakan oleh orang yang susah tidur.
Di zaman sekarang ini banyak orang yang tidak memiliki rasa
aman seperti itu. Bila malam hari tiba mereka mulai merasa
tertekan, kebingungan atau dicekam oleh ketakutan. Segala
masalah dan kekuatiran yang digeluti pada siang hari tidak
dapat mereka lepaskan begitu saja pada malam hari. Apabila
anda juga menghadapi masalah seperti itu, cobalah belajar dari
Daud. Ketahuilah bahwa hanya Tuhan Yesus-lah satu-satunya
Sumber yang memberikan damai sejahtera dan rasa aman kepada
manusia. Belajarlah untuk percaya kepada-Nya dengan
kepolosan hati seorang anak kecil dan terimalah tidur dengan
penuh kedamaian sebagai pemberian-Nya.
Tanggapan Iman:
Tuhan, aku percaya bahwa Engkau mencintaiku, dan bahwa Engkau
hendak memberkatiku juga dengan tidur.
(Nantikan artikel selanjutnya!) |