» Media Pelayanan Antar Jemaat, Antar Gereja, Antar Denominasi OnLine
Serba - Serbi Rohani
   
 
Fasilitas Pencarian


» Home
» Acara Hari Ini
» Gereja
» Gereja Dunia
» Permohonan Doa
» Form Konsultasi
» Solusi Problema
» Form Kesaksian
» Kumpulan Kesaksian
» Pelangi Jiwa
» Renungan Kecik
» YAMARI
» YASUMA
» PPK Tabitha
» RPUK Muara Kasih
» PA.ASIH LESTARI
» Humor
» Kartu Ucapan
» Peluang Karier
» Donasi














 

 

 

 

 

 

 

 














 











 
» Derek Prince Ministries Indonesia


ALIRAN SUKACITA
 


Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah, menghadap Allah, yang adalah sukacitaku dan kegembiraanku…. Mazmur 43:4


Daud belajar dua hal mengenai sukacita. Pertama, sukacita hanya berasal dari satu sumber yaitu: Tuhan sendiri. Kedua, hanya ada satu tempat untuk menimba dari sumber tersebut yaitu: mezbah Allah. Mezbah Allah adalah tempat untuk mempersembahkan korban, tempat untuk melakukan penyerahan diri dan pengudusan, serta tempat untuk mempersembahkan kehidupan kita. Sukacita yang hanya berasal dari Tuhan itu akan mengalir dalam diri kita setelah kita mempersembahkan korban di atas mezbah tersebut.

Ada suatu perbedaan besar antara sukacita dan perasaan senang. Sukacita terdapat di dalam roh, sedangkan rasa senang terletak di dalam jiwa. Rasa senang berkaitan dengan emosi, perasaan dan keadaan yang kita alami. Apabila segala sesuatu berjalan dengan baik, kita merasa senang. Apabila keadaan kurang beres, kita menjadi kurang senang. Merasa senang itu memang baik, tetapi perasaan itu tidak akan bertahan terus.

Sebaliknya, sukacita tidak bergantung kepada perasaan atau situasi kita. Ia tidak bergantung kepada keadaan jasmani kita. Ia terdapat di dalam roh. Hanya ada satu sumber sukacita, yaitu Tuhan sendiri. Tuhan itu kekal dan tidak dapat diubahkan. Itu sebabnya kita dapat tetap bersukacita sekalipun kita tidak sedang merasa senang. Sukacita datang langsung dari Tuhan sendiri. Seperti halnya Tuhan, sukacita itu bersifat kekal dan tidak akan berubah, ia tidak dapat terpengaruh oleh keadaan.

Tetapi sukacita itu hanya kita dapatkan di atas mezbah Tuhan. Seperti Daud, kita pun harus memutuskan untuk pergi menghadap Tuhan, datang ke mezbah-Nya, ke tempat mempersembahkan korban, tempat melakukan penyerahan serta pengudusan. Itulah tempat kita menyerah tanpa syarat kepada Tuhan. Sesudah itu kita selamanya akan dapat menikmati sukacita yang tidak pernah berubah.

Tanggapan Iman:
Ya Tuhan, di atas mezbah-Mu kuserahkan hidupku tanpa syarat. Alirkanlah dalam diriku sukacita yang hanya berasal dari-Mu itu.



(Nantikan artikel selanjutnya!)

 

| A R S I P |

 

Sahabat Surgawi
Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi