|
Untuk membebaskan kita sepenuhnya dari perbudakan dosa, Allah
sudah menetap kan tiga hal. Pertama, Dia harus berhadapan
dengan dosa yang sudah kita lakukan. Karena Yesus telah
membayar lunas dosa kita diatas kayu salib, maka Tuhan Allah
dapat mengampuni kita tanpa meragukan keadilan-Nya. Oleh
karena itu, ketetapan-Nya yang pertama adalah pengampunan.
Tetapi kemudian Tuhan juga harus berhadapan dengan alam yang
sudah rusak yang ada disekitar kita yang menyebabkan kita
terus-menerus melakukan dosa-dosa itu. Ketetapan-Nya adalah
penghukuman, untuk mematikan semua dosa-dosa itu. Tetapi,
kabar baiknya adalah bahwa penghukuman itu telah berlangsung
lebih dari 19 abad yang lalu ketika Yesus mati diatas kayu
salib.
Meskipun begitu, ini belumlah selesai. Tujuan Allah adalah
untuk menggantikan manusia lama yang berdosa dengan manusia
baru ciptaan-Nya sendiri. Ketetapan ini dijelaskan di Efesus
4:22-24:
“yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang
dahulu, harus menang galkan manusia lama, yang menemui
kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesat kan, supaya kamu
dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia
baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam
kebenaran dan keku dusan yang sesungguhnya.”
Meskipun begitu, kita tidak boleh menyangka bahwa manusia lama
kita akan mene rima hukumannya begitu saja. Sebaliknya, dia
akan terus-menerus berjuang untuk mendapatkan kembali
kendalinya atas kita. Ini menjelaskan kata-kata peringatan
Paulus dalam kitab Kolose pasal 3.
Dalam ayat 3 dia mengatakan, “Sebab kamu telah mati….
Tetapi kemudian di ayat 5 dia mengatakan,”Karena itu
matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi,….”
Kita harus berdiri dengan iman bahwa manusia lama kita sudah
ditanggalkan dan kita harus terus-menerus menolak usahanya
untuk mengambil-alih kembali kendalinya atas diri kita.
(Nantikan artikel lanjutannya!) |