» Media Pelayanan Antar Jemaat, Antar Gereja, Antar Denominasi OnLine
Serba - Serbi Rohani
   
 
Fasilitas Pencarian


» Home
» Acara Hari Ini
» Gereja
» Gereja Dunia
» Permohonan Doa
» Form Konsultasi
» Solusi Problema
» Form Kesaksian
» Kumpulan Kesaksian
» Pelangi Jiwa
» Renungan Kecik
» YAMARI
» YASUMA
» PPK Tabitha
» RPUK Muara Kasih
» PA.ASIH LESTARI
» Humor
» Kartu Ucapan
» Peluang Karier
» Donasi














 

 

 

 

 

 

 

 














 











 
» Derek Prince Ministries Indonesia


IKUTLAH AKU
 

Ditantang oleh Tuhan melalui Mimpi


Sekitar lima puluh tahun yang lalu saya biasa memimpin pertemuan para penginjil di London, Marble Arch. Pada suatu malam selama saya di sana, saya mendapatkan mimpi dimana saya melihat seseorang berkotbah di atas mimbar. Pesan yang disam paikan orang itu baik, tapi ada sesuatu tentang penampilannya yang tidak saya sukai. Tubuhnya terlihat bengkok dan kakinya terlihat pekuk. Meskipun begitu, saya tidak begitu menanggapi mimpi itu.
Sekitar seminggu kemudian, saya mendapatkan mimpi yang sama persis seperti yang saya dapatkan sebelumnya. Saya menyimpulkan bahwa Tuhan sedang ingin berbicara sesuatu kepada saya. Saya bertanya, “Tuhan, siapakah orang itu? Kotbahnya baik tapi ada sesuatu yang tidak saya sukai tentang penampilannya. Siapakah dia?”
Tuhan menjawab dengan segera dan langsung: “Kamulah orang itu!” Tuhan secara jelas menginginkan beberapa perubahan yang penting dalam hidup saya, tapi saya tidak tahu perubahan apa yang diinginkan Tuhan, tepatnya.
Hari Paskah sudah dekat dan saya menemukan diri saya sedang merenungkan tentang karya penyaliban. Saya mendapatkan gambaran tentang tiga kayu salib di atas bukit. Salib yang ada di tengah lebih tinggi dibandingkan dua lainnya.
Roh Kudus bertanya kepada saya, “Untuk siapa salib yang ditengah itu dibuat?” Tetapi kemudian Roh Kudus mengingatkan,”Hati-hati dengan cara kamu menjawab.”
Saya memikirkan ulang sekali lagi sebelum saya memberi jawaban, kemudian saya menjawab,”Salib yang ditengah itu dibuat untuk Barabas, tapi di saat-saat terakhir Yesus-lah yang menggantikannya.”
“Ya, Dia menggantikannya,” jawab saya.
“Berarti kamulah Barabas itu !” jawab Roh Kudus.
Pada saat itu saya melihatnya dengan sangat jelas : Sebenarnya, sayalah penjahat yang dimana salib itu dipersiapkan untuk saya. Salib itu dibuat untuk ukuran saya. Itulah tempat dimana saya seharusnya berada.
Saya mencoba untuk mengutarakannya sesuai dengan perkataan Paulus tentang dirinya di kitab Roma 7:18 : ” Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik …” Saya melihat bahwa setiap area dari kepribadian saya telah dikotori oleh dosa. Tidak ada sesuatu pun di dalam kehidupan saya yang murni, yang baik, yang dapat dipertimbangkan untuk membalas kebaikan Tuhan.
Tapi bagaimana saya harus meresponinya ?
Saya menemukan jawabannya dalam kitab Roma 6 : 6-13. Paulus menyebutkan empat langkah yang harus dilakukan.

Ayat 6: Yang pertama, saya harus tahu kalau semua dosa-dosa saya telah turut dimatikan ketika Yesus mati di atas kayu salib. Ini adalah langkah pertama yang mutlak yang harus kita pahami sebelum kita melanjutkan ke langkah yang lain

Ayat 11: Saya harus memperhitungkan kalau diri saya sudah mati, sama seperti Tuhan Yesus telah mati.

Ayat 12: Atas dasar itu, saya harus memastikan untuk saya menolak dosa itu supaya dosa itu tidak terus-menerus menguasai hidup saya.

Ayat 13: Saya harus menyatakan diri saya kepada Tuhan sebagai seseorang yang telah dibangkitkan dari kematian dan saya harus menyerahkan setiap anggota tubuh saya sebagai instrumen –untuk kemuliaan Tuhan-, dan senjata, untuk kebenaran. Penggunaan kata senjata disini mengingatkan saya untuk terus berjaga-jaga karena saya akan menghadapi perlawanan dari si Iblis.


(Nantikan artikel lanjutannya!)

 

| A R S I P |

 

Sahabat Surgawi
Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi