» Media Pelayanan Antar Jemaat, Antar Gereja, Antar Denominasi OnLine
Serba - Serbi Rohani
   
 
Fasilitas Pencarian


» Home
» Acara Hari Ini
» Gereja
» Gereja Dunia
» Permohonan Doa
» Form Konsultasi
» Solusi Problema
» Form Kesaksian
» Kumpulan Kesaksian
» Pelangi Jiwa
» Renungan Kecik
» YAMARI
» YASUMA
» PPK Tabitha
» RPUK Muara Kasih
» PA.ASIH LESTARI
» Humor
» Kartu Ucapan
» Peluang Karier
» Donasi














 

 

 

 

 

 

 

 














 











 
» Derek Prince Ministries Indonesia


IKUTLAH AKU
 


Jika anda diminta untuk menggambarkan kekristenan dalam 2 kata, bagaimanakah anda akan meresponinya? Untuk diri saya sendiri, dengan tanpa keraguan saya akan menjawab: Mengikuti Yesus. Itu adalah esensi dari kekristenan.
Hal ini digambarkan dengan sangat jelas dalam kisah Matius si pemungut cukai (Matius 9:1-8). Sewaktu Matius sedang duduk di rumah cukai, Yesus melewatinya lalu berkata kepadanya : “Ikutlah Aku”. Panggilan Allah yang kekal dalam hidup Matius bergantung pada responnya saat itu. Maka berdirilah Matius, lalu mengikut Dia.
 

Dua Syarat Utama

Jika kita memutuskan untuk meresponi panggilan Allah seperti apa yang telah dilaku kan oleh Matius, maka kita akan menemukan bahwa ada dua syarat utama sebelum kita dapat memulai untuk mengikuti-Nya. Dua syarat itu terdapat dalam perkataan Yesus di kitab Matius 16:24 : “ Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.” Pertama, kita harus menyangkal diri kita ; dan yang kedua, kita harus memikul salib kita.
Menyangkal adalah untuk mengatakan “Tidak!“ Kita harus mengatakan “Tidak” kepada kehendak , tuntutan, dan kesombongan kita. Kita harus menggemakan doa Yesus di Taman Getsemani: “tetapi bukanlah kehendakKu, melainkan kehendakMulah yang terjadi.” (Lukas 22:42)
Kita bisa melanjutkan untuk memikul salib kita hanya bila kita sudah terlebih dahulu menyangkal diri kita. Seseorang telah mengartikan salib kita itu sebagai suatu tempat dimana kehendak Allah bertentangan dengan kehendak kita. Salib itu sebenarnya adalah tempat penghukuman.
Didalam kitab Roma 6:6 Paulus mengatkan bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan bersama dengan Dia (Yesus).Manusia lama kita adalah manusia yang memberontak, manusia yang mempunyai sifat ingin menyenangkan diri sendiri dimana setiap kita telah mewarisinya secara keturunan dari nenek moyang kita, Adam.
Tuhan hanya mempunyai satu solusi untuk manusia lama kita. Tuhan tidak mengirim nya ke gereja ataupun ke sekolah minggu, Tuhan tidak mengajarnya dengan aturan-aturan yang khusus, atau mengirimnya ke kelas-kelas untuk pengembangan diri. Solusi Tuhan adalah sederhana dan final. Solusi itu adalah penghukuman.
Kabar baik dari berita injil adalah bahwa penghukuman itu berlangsung ketika Tuhan Yesus mati diatas kayu salib. Manusia lama kita telah turut disalibkan didalam Dia pada saat itu. Untuk kita bisa menerima berkat-Nya dari peristiwa itu, kita bukan hanya harus mengetahuinya, tapi kita juga harus mempercayainya.


(Nantikan artikel lanjutannya!)

 

| A R S I P |

 

Sahabat Surgawi
Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi