|
Serba - Serbi
Rohani |
 |
|
|
|
 |
|

|

 |
 |
»
Derek Prince Ministries Indonesia |
 |
|
|

|
 |
|
KASIH “MENUTUPI,” BUKAN
“MENYEMBUNYIKAN” |
Rasul Petrus mengatakan bahwa kasih menutupi banyak sekali
dosa (1 Petrus 4:8). Sekali lagi, di sini timbul banyak
salah penafsiran di kalangan orang Kristen. Petrus mengatakan
“menutupi.” Ia tidak mengatakan “menyembunyikan.” Petrus tidak
berbicara tentang kebiasaan yang melekat di dalam banyak
kelompok orang Kristen, yaitu menyembunyikan dosa dan
berpura-pura bahwa dosa itu tidak pernah ada dan segala
sesuatu baik-baik saja. Kasih kristiani menutupi dosa dengan
cara seperti yang dilakukan Tuhan ketika menutupi dosa.
Pertama-tama, dosa harus dipaparkan di bawah terang. Dosa
harus dinyatakan, diakui dan disesali. Jika perlu, ganti rugi
harus dilakukan. Hanya setelah semua ini dilakukan, dosa dapat
ditutupi dengan pengampunan yang sejati sebagaimana
yang dinyatakan dalam Alkitab.
Seiring dengan waktu, kita mempunyai kontak dengan
kelompok-kelompok kristiani yang hanya memiliki satu tema—“kasih.”
Pengalaman meyakinkan saya bahwa di dalam kelompok-kelompok
serupa ini telah muncul suatu kesalahan dalam hal doktrin atau
dalam hal dosa yang tidak diakui—atau kedua-duanya. Kasih
digunakan sebagai sarana “persembunyian.” Jika dosa yang
menjadi persoalan, biasanya dosa ditemukan dalam kehidupan
para pemimpin kelompok. Jika kita mulai menggali persoalan
yang ada dan secara terang-terangan memaparkan apa yang
menjadi penyebabnya, maka kita langsung dihadapkan dengan
tuduhan, “Wah, Anda tidak punya kasih!” Sebaiknya kebenaran
berikut ditekankan sekali lagi: Kasih alkitabiah yang
sejati diekspresi kan terutama dalam tindakan, bukan dalam
ucapan.
Marilah kita kembali kepada perumpamaan satu mil dan dua mil—hubungan
antara kasih dan kewajiban. Kita sudah membaca bahwa kasih
sejati timbul hanya setelah kita memenuhi kewajiban-kewajiban
kita di bidang hukum maupun etika. Sebaliknya, kasih yang
tidak memenuhi kewajiban-kewajiban tersebut adalah kasih palsu.
Tak terhitung banyaknya cara untuk menerapkan prinsip ini
dalam kehidupan orang Kristen. Dalam pembahasan berikut saya
akan menunjukkan sejumlah kondisi inkonsisten yang paling
lazim ditemukan di antara orang-orang Kristen sesuai dengan
pengamatan saya.
(Silahkan nantikan lanjutannya!) |
|
| A R S I
P | |
|
Sahabat Surgawi
Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi
|
|