Berjalan sejauh “dua mil”
hanya dimungkinkan
apabila kita sudah berjalan. . .
Dan siapapun yang memaksa
engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia
sejauh dua mil. (Matius 5:41)
Di sini Yesus menggambarkan suatu situasi di mana hukum, adat
istiadat, memung kinkan seseorang memaksa orang lain untuk
berjalan sejauh satu mil bersamanya. Melalui cara tersebut
Yesus sebetulnya sedang mengajarkan: “Jika kamu mengalami hal
ini, janganlah hanya berjalan satu mil dengan orang tersebut,
melainkan dua mil. Berjalanlah sampai dua kali jauhnya dari
apa yang ia tuntut darimu sebagai haknya.” Dapat dikatakan
bahwa satu mil yang pertama melambangkan kewajiban, mil
yang kedua melambangkan kasih. Kasih dengan cuma-cuma
berarti melakukan sesuatu dua kali lebih besar dari yang
diwajibkan.
Ucapan Yesus tersebut memicu lahirnya ungkapan “berjalan
sejauh dua mil.” Akan tetapi, di dalam ungkapan tersebut
terkandung suatu pengertian sederhana serta logis yang sering
kali terlewatkan. Banyak tindakan serta ucapan orang Kristen
yang seakan-akan mencerminkan bahwa apabila mereka sudah
mengekspresikan kasih, maka secara otomatis mereka dibebaskan
dari kewajiban-kewajiban normal yang harus dijalankan sebagai
perorangan maupun sebagai anggota masyarakat. Padahal,
kebenarannya justru yang sebaliknya. Anda dapat berjalan
sejauh dua mil hanya setelah Anda berjalan
sejauh satu mil. Ekspresi kasih hanya dapat dimulai
setelah kewajiban dipenuhi.
Prinsip yang sama diungkapkan oleh Paulus dalam Roma 13:8,
Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi
hendaklah kamu saling mengasihi. Di sini sekali lagi,
urutan dinilai penting. Persyaratan yang negatif disodorkan
terlebih dulu: Janganlah kamu berhutang apa-apa.
Perintah ini mencakup semua kewajiban kita di bidang hukum
maupun etika. Kita harus terlebih dulu memenuhi kewajiban ini,
baru kita dapat melangkah kepada persyaratan yang positif,
yaitu saling mengasihi. Kasih kristiani tidak sejalan
dengan kegagalan untuk memenuhi kewajiban kita di bidang hukum
maupun etika. Kita boleh menguraikan pernyataan tersebut
dengan kata-kata sendiri seperti ini: Kasih sejati dapat
diekspresikan setelah semua hutang dipastikan sudah dibayar.
(Silahkan nantikan lanjutannya!) |