» Media Pelayanan Antar Jemaat, Antar Gereja, Antar Denominasi OnLine
Serba - Serbi Rohani
   
 
Fasilitas Pencarian


» Home
» Acara Hari Ini
» Gereja
» Gereja Dunia
» Permohonan Doa
» Form Konsultasi
» Solusi Problema
» Form Kesaksian
» Kumpulan Kesaksian
» Pelangi Jiwa
» Renungan Kecik
» YAMARI
» YASUMA
» PPK Tabitha
» RPUK Muara Kasih
» PA.ASIH LESTARI
» Humor
» Kartu Ucapan
» Peluang Karier
» Donasi














 

 

 

 

 

 

 

 














 











 
» Derek Prince Ministries Indonesia


BETAPA BERHARGANYA ANDA
 

 

Mukjizat dari penebusan Yesus

Konsekuensi dari ketidak-taatan Adam sangatlah buruk, namun hal tersebut justru memberi penjelasan tentang sifat Allah yang sesungguhnya : Kasih Allah yang begitu sangat dalam. Allah tidak pernah menyerah kepada Adam dan keturunannya. Dia selalu rindu untuk membawa kita kembali kepada-Nya.
Hal tersebut dengan indah dikatakan di dalan Yakobus 4:5 (NAS): “Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita diinginkan-Nya dengan cemburu”- roh yang dihembuskan ke dalam diri Adam pada waktu dia diciptakan.
Yang luar biasa adalah bahwa Allah terus menerus merindukan persekutuan pribadi yang pernah ada di antara Dia dan Adam, namun karena pemberontakan Adam persekutuan tersebut terpecah, pemberontakan yang terus menerus ada di dalam semua keturunan Adam.
Sehingga berapapun harganya, Allah membuat jalan agar kita dapat dipulihkan.
Dia mengirim Yesus “untuk mencari dan menyelamatkan yang terhilang”(Lukas19:10). Melalui pengorbanannya di kayu salib, Yesus membuat kita layak untuk diampuni dan dibersihkan dari dosa dan menjadi keluarga Allah sendiri.
Di dalam Matius 13:45-46, Yesus membuat perumpamaan yang bagi saya secara pribadi sangat indah dalam melukiskan tentang penyelamatan kita: “Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.”
Bagi saya hal tersebut menggambarkan penyelamatan jiwa manusia. Yesus adalah pedagang yang dimaksud, bukan wisatawan yang datang hanya untuk melihat-lihat, tetapi seorang penjual mutiara yang berpengalaman yang benar-benar tahu seberapa tinggi nilai setiap mutiara. Mutiara yang Dia beli adalah jiwa manusia, milik anda dan saya. Dia membelinya dengan seluruh harta yang Dia miliki.
Melihat kepada budaya yang kita miliki, saya melihat suatu gambaran pada saat seorang pedagang memberikan kabar kepada istrinya.
“Sayang, aku telah menjual mobil kita”
“Kau menjual mobil kita? Nggak masalah, paling tidak kita masih punya tempat untuk berteduh.”
“Tidak, aku juga sudah menjual rumah kita!”
“Apa yang telah membuatmu melakukan semua itu?”
“Aku menemukan sebuah mutiara terindah yang pernah aku lihat. Seumur hidupku aku mencari mutiara yang seperti itu. Aku akan bayar berapapun harganya, tunggu sampai kau melihatnya!”
Lalu apakah artinya bagi kita, bagi anda dan saya? Setiap kita mungkin telah me nganggap bahwa diri kita hanyalah sebuah mutiara yang tidak berharga.
Ingatlah, Yesus telah membayar berapapun harga yang harus dibayar-Nya untuk mendapatkan kita kembali kepada-Nya. Walaupun Dia adalah Allah semesta alam, Dia telah menanggalkan semuanya itu dan menderita sampai mati di kayu salib.
Dia tidak punya apa-apa lagi. Jubah dan pusara tempat dia dikuburkan, keduanya merupakan hasil pinjaman. “…yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.”(2 Korintus 8:9)
Mungkin anda tidak pernah berpikir pentingnya melihat siapa diri kita sebenarnya. Anda kehilangan gambar diri anda. Mungkin karena anda melihat ke belakang ke kehidupan yang pahit dan mengecewakan: kehilangan masa kanak-kanak ataupun masa kanak-kanak yang tidak bahagia, perkawinan yang berakhir dengan perceraian, atau karir yang tidak tercapai, ataupun tahun-tahun yang dilewatkan dengan menelan obat-obatan dan alcohol. Masa lalu dan masa depan anda membawa satu pesan yang sama: KEGAGALAN !
Tapi tidak untuk Yesus! Dia sangat mengasihi saudara sehingga Dia mau menyerah kan apa saja agar anda bisa kembali pada-Nya. Mengulangi perkataan Rasul Paulus, jadikan hal itu rhema bagi diri anda : “….Anak Allah telah mengasihi aku dan menye rahkan diri-Nya untuk aku.” Katakan lagi,”…. Anak Allah telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku. Katakan lagi,”……Anak Allah telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku (Galatia 2:20)
Sekarang lihatlah diri anda sebagai sebuah mutiara yang ada dalam genggaman Yesus. Dengarkan apa yang dikatakan-Nya pada anda, ”Kamu sangat begitu indah! Tidak sia-sia Aku menjual segalanya agar bisa memilikimu. Sekarang kamu telah menjadi milik-Ku selamanya!”
Anda tidak dapat melakukan apapun untuk membayar semua ini. Anda tidak dapat mengubah diri anda ataupun membuat diri anda menjadi baik. Yang anda dapat lakukan hanyalah menerima apa yang sudah Yesus lakukan dan bersyukur selalu kepada-Nya!

Anda milik-Nya untuk selamanya!

Derek Prince

(Nantikan artikel selanjutnya!)

 

| A R S I P |

 

Sahabat Surgawi
Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi