|
Mukjizat dari penebusan
Yesus |
Konsekuensi dari ketidak-taatan
Adam sangatlah buruk, namun hal tersebut justru memberi
penjelasan tentang sifat Allah yang sesungguhnya : Kasih Allah
yang begitu sangat dalam. Allah tidak pernah menyerah kepada
Adam dan keturunannya. Dia selalu rindu untuk membawa kita
kembali kepada-Nya.
Hal tersebut dengan indah dikatakan di dalan Yakobus 4:5
(NAS): “Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita
diinginkan-Nya dengan cemburu”- roh yang dihembuskan ke
dalam diri Adam pada waktu dia diciptakan.
Yang luar biasa adalah bahwa Allah terus menerus merindukan
persekutuan pribadi yang pernah ada di antara Dia dan Adam,
namun karena pemberontakan Adam persekutuan tersebut terpecah,
pemberontakan yang terus menerus ada di dalam semua keturunan
Adam.
Sehingga berapapun harganya, Allah membuat jalan agar kita
dapat dipulihkan.
Dia mengirim Yesus “untuk mencari dan menyelamatkan yang
terhilang”(Lukas19:10). Melalui pengorbanannya di kayu
salib, Yesus membuat kita layak untuk diampuni dan dibersihkan
dari dosa dan menjadi keluarga Allah sendiri.
Di dalam Matius 13:45-46, Yesus membuat perumpamaan yang bagi
saya secara pribadi sangat indah dalam melukiskan tentang
penyelamatan kita: “Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu
seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah.
Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun
pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.”
Bagi saya hal tersebut menggambarkan penyelamatan jiwa
manusia. Yesus adalah pedagang yang dimaksud, bukan wisatawan
yang datang hanya untuk melihat-lihat, tetapi seorang penjual
mutiara yang berpengalaman yang benar-benar tahu seberapa
tinggi nilai setiap mutiara. Mutiara yang Dia beli adalah jiwa
manusia, milik anda dan saya. Dia membelinya dengan seluruh
harta yang Dia miliki.
Melihat kepada budaya yang kita miliki, saya melihat suatu
gambaran pada saat seorang pedagang memberikan kabar kepada
istrinya.
“Sayang, aku telah menjual mobil kita”
“Kau menjual mobil kita? Nggak masalah, paling tidak kita
masih punya tempat untuk berteduh.”
“Tidak, aku juga sudah menjual rumah kita!”
“Apa yang telah membuatmu melakukan semua itu?”
“Aku menemukan sebuah mutiara terindah yang pernah aku lihat.
Seumur hidupku aku mencari mutiara yang seperti itu. Aku akan
bayar berapapun harganya, tunggu sampai kau melihatnya!”
Lalu apakah artinya bagi kita, bagi anda dan saya? Setiap kita
mungkin telah me nganggap bahwa diri kita hanyalah sebuah
mutiara yang tidak berharga.
Ingatlah, Yesus telah membayar berapapun harga yang harus
dibayar-Nya untuk mendapatkan kita kembali kepada-Nya.
Walaupun Dia adalah Allah semesta alam, Dia telah menanggalkan
semuanya itu dan menderita sampai mati di kayu salib.
Dia tidak punya apa-apa lagi. Jubah dan pusara tempat dia
dikuburkan, keduanya merupakan hasil pinjaman. “…yang oleh
karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu
menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.”(2 Korintus 8:9)
Mungkin anda tidak pernah berpikir pentingnya melihat siapa
diri kita sebenarnya. Anda kehilangan gambar diri anda.
Mungkin karena anda melihat ke belakang ke kehidupan yang
pahit dan mengecewakan: kehilangan masa kanak-kanak ataupun
masa kanak-kanak yang tidak bahagia, perkawinan yang berakhir
dengan perceraian, atau karir yang tidak tercapai, ataupun
tahun-tahun yang dilewatkan dengan menelan obat-obatan dan
alcohol. Masa lalu dan masa depan anda membawa satu pesan yang
sama: KEGAGALAN !
Tapi tidak untuk Yesus! Dia sangat mengasihi saudara sehingga
Dia mau menyerah kan apa saja agar anda bisa kembali pada-Nya.
Mengulangi perkataan Rasul Paulus, jadikan hal itu rhema bagi
diri anda : “….Anak Allah telah mengasihi aku dan menye rahkan
diri-Nya untuk aku.” Katakan lagi,”…. Anak Allah telah
mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku. Katakan
lagi,”……Anak Allah telah mengasihi aku dan menyerahkan
diri-Nya untuk aku (Galatia 2:20)
Sekarang lihatlah diri anda sebagai sebuah mutiara yang ada
dalam genggaman Yesus. Dengarkan apa yang dikatakan-Nya pada
anda, ”Kamu sangat begitu indah! Tidak sia-sia Aku menjual
segalanya agar bisa memilikimu. Sekarang kamu telah menjadi
milik-Ku selamanya!”
Anda tidak dapat melakukan apapun untuk membayar semua ini.
Anda tidak dapat mengubah diri anda ataupun membuat diri anda
menjadi baik. Yang anda dapat lakukan hanyalah menerima apa
yang sudah Yesus lakukan dan bersyukur selalu kepada-Nya!
Anda milik-Nya untuk selamanya!
Derek Prince
(Nantikan artikel selanjutnya!) |