» Media Pelayanan Antar Jemaat, Antar Gereja, Antar Denominasi OnLine
Serba - Serbi Rohani
   
 
Fasilitas Pencarian


» Home
» Acara Hari Ini
» Gereja
» Gereja Dunia
» Permohonan Doa
» Form Konsultasi
» Solusi Problema
» Form Kesaksian
» Kumpulan Kesaksian
» Pelangi Jiwa
» Renungan Kecik
» YAMARI
» YASUMA
» PPK Tabitha
» RPUK Muara Kasih
» PA.ASIH LESTARI
» Humor
» Kartu Ucapan
» Peluang Karier
» Donasi














 

 

 

 

 

 

 

 














 











 
» Derek Prince Ministries Indonesia


BETAPA BERHARGANYA ANDA
 


Lebih dari lima puluh tahun, saya mencoba untuk menolong orang-orang dengan berbagai masalah di dalam hidup mereka. Dan saya tiba pada suatu kesimpulan bahwa : masalah kita yang paling mendasar sebagai manusia adalah kita tidak pernah menyadari betapa berharganya kita ini.
Sebagai akibatnya, kita melakukan banyak kesalahan yang fatal. Kita seperti halnya seorang yang sangat beruntung, namun menjual seluruh harta warisan kita untuk membeli hal-hal yang tidak berguna seperti kepuasan seksual semalam, sebatang mariyuana, pesta alkohol yang memabukkan, ataupun berfoya-foya dengan uang yang kita miliki.
Atau kita mungkin menghargai diri kita sedikit lebih tinggi, yaitu dengan mengejar posisi yang bergengsi di bidang politik, atau di panggung hiburan dunia, bahkan mungkin mengejar posisi terhormat di kantor-kantor gereja. Betapapun bergengsinya semua itu namun tidak dapat dibandingkan dengan nilai dari harta warisan yang telah kita peroleh.
Jika kita ingin mengetahui seberapa berharganya diri kita sebagai manusia, kita harus mengingat bagaimana Adam, nenek moyang kita diciptakan dengan cara yang begitu unik dan sangat menakjubkan.

 

Mukjizat dari penciptaan Adam

Di dalam Injil Yohanes 1:1-3, kita menemukan bahwa pribadi yang sesungguhnya, menciptakan apa yang telah ada bukanlah Allah Bapa, tetapi Firman Tuhan, yang selalu bersama-sama dengan Allah di dalam kekekalan – Pribadi yang kemudian dinyatakan di dalam sejarah umat manusia sebagai Yesus dari Nazareth : “Segala sesuatu dijadikan oleh Dia (Firman Tuhan), dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan “

Penciptaan, secara keseluruhan, terjadi dengan memperkatakan firman Tuhan : “Karena iman kita mengerti bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat” (Ibrani 11:3).Sebab Dia berfirman dan semuanya jadi; Dia memberi perintah, maka semuanya ada”(Mazmur 33:9). Namun penciptaan Adam, yang digambarkan di dalam Kejadian 2:7, sangatlah berbeda: “Ketika itulah Tuhan Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.
Perhatikanlah hal tersebut! Allah berlutut, mengambil tanah dengan tangan-Nya, me ngaduknya dengan air dan membentuknya menjadi tubuh manusia. Itulah yang terjadi, bagian paling sempurna dari Alkitab yang pernah diciptakan, lebih agung dari karya agungnya Michaelangelo. Tetapi manusia belum memiliki hidup pada saat itu. Kemudian sesuatu yang luar biasa terjadi. Sang Pencipta mencondongkan tubuh-Nya dan menaruh bibir-Nya di atas bibir patung tanah liat hasil ciptaan-Nya tersebut, dan menghembuskan nafas-Nya melalui lubang hidung-Nya ke dalam lubang hidung ciptaan-Nya tersebut. Ketika nafas-Nya berhembus ke dalam tubuh patung tersebut, nafas itu merubahnya menjadi makhluk hidup dengan seluruh organ tubuhnya yang berfungsi sempurna, dengan roh yang luar biasa, dan dengan kemampuan intelektual serta emosinya sebagai manusia yang telah mampu merespon. Tidak ada makhluk lain yang pernah diciptakan dengan cara yang seperti itu.
Kata-kata yang digunakan untuk menggambarkan mukjizat tersebut sangatlah gamblang. Bahasa Ibrani merupakan salah satu satu bahasa dari beberapa bahasa yang mampu menggambarkan kejadian tersebut secara jelas. Bunyi dari kata Ibrani yang diterjemahkan sebagai nafas adalah yipakh. Kata tersebut mengandung arti “letupan” yang disertai dengan kekuatan yang besar, terus menerus melepaskan udara dari tenggorokan. Pada saat Tuhan membungkuk dan menghembuskan nafas-Nya melalui mulut dan hidung patung tanah liat tersebut, bukan dengan lemah lembut namun dengan sekuat tenaga sehingga patung tanah liat tersebut menerima impartasi kehidupan Allah yang luar biasa!
Pada saat itu juga, manusia menjadi tiga kesatuan yang hidup, komposisi dari Roh, Jiwa dan Tubuh. Roh didapat dari hembusan nafas-Nya Allah; Tubuhnya adalah tanah liat yang telah berubah menjadi daging yang memiliki denyut kehidupan; jiwanya, terdiri dari kesatuan tubuh dan rohnya, menjadi sesuatu yang sangat unik, berbeda dari yang lainnya dan mampu untuk membuat keputusan-saya mau atau saya tidak mau.

Bersamaan dengan saat, dimana Tuhan memberikan pasangan hidup, Adam ditentukan untuk berkuasa atas dunia sebagai wakilnya Allah. Ketiga kesatuan yang ada dalam dirinya secara alami sangat mirip dengan ketiga sifat Allah. Secara lahiriah dia adalah gambaran Sang Penciptanya. Sesungguhnya baik bentuk lahiriah maupun batiniahnya, dia adalah gambaran Allah yang sempurna dan unik yang pernah ada di muka bumi ini.
Selanjutnya, Adam dan Hawa menikmati persekutuan pribadi dengan Allah. Setiap hari, setiap saat Tuhan bersama-sama dengan mereka. Siapa yang tahu apa yang dibicarakan Allah dengan mereka ? Kita tahu, Allah memberi Adam hak khusus untuk menamai semua makhluk hidup yang ada.
Tragedi terbesar di dalam sejarah umat manusia terjadi. Tipu muslihat Iblis, membuat Adam dan Hawa menjual warisan yang diberikan oleh Allah demi buah tersebut. Ketidaktaatan ini telah mempengaruhi setiap bagian dari kehidupan Adam. Rohnya terpisah dari Allah dan mati. Dalam jiwanya selalu memberontak kepada Sang Pencipta. Tubuhnya menjadi rentan terhadap sakit 6penyakit, dimakan usia dan mati.
Tuhan sudah memperingatkan Adam tentang pohon pengetahuan tersebut, ”Pada saat kamu memakan buah tersebut, kamu pasti mati” Pada saat itu jugalah roh Adam mati; tubuhnya tidak akan berumur lebih dari 900 tahun.(Kejadian 2:17).

(Nantikan lanjutannya!)

 

| A R S I P |

 

Sahabat Surgawi
Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi