» Media Pelayanan Antar Jemaat, Antar Gereja, Antar Denominasi OnLine
Serba - Serbi Rohani
   
 
Fasilitas Pencarian


» Home
» Acara Hari Ini
» Gereja
» Gereja Dunia
» Permohonan Doa
» Form Konsultasi
» Solusi Problema
» Form Kesaksian
» Kumpulan Kesaksian
» Pelangi Jiwa
» Renungan Kecik
» YAMARI
» YASUMA
» PPK Tabitha
» RPUK Muara Kasih
» PA.ASIH LESTARI
» Humor
» Kartu Ucapan
» Peluang Karier
» Donasi














 

 

 

 

 

 

 

 














 











 
» Derek Prince Ministries Indonesia


DI TENGAH-TENGAH PENTAS DUNIA
 


Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan: apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? Mazmur 8:4-5


Bila kita memandang ke langit luas dan jutaan gugusan bintang yang bertebaran di sana, maka bola bumi tempat tinggal kita ini akan terkesan kecil sekali, seperti setitik debu di alam semesta ini. Berhadapan dengan alam semesta yang luas tak terkira ini, kita merasa diri kita sangat kecil dan tidak berarti, bahkan amat lemah dan tidak berdaya.

Namun demikian, Daud meyakinkan kita bahwa Tuhan sangat berminat kepada manusia. Ia benar-benar peduli akan kita. Bahkan, perhatian-Nya secara khusus senantiasa tertuju kepada kita. Tuhan tidak pernah mengukur apa pun berdasarkan jumlah atau besar kecilnya. Bahkan, menurut tolak ukur Tuhan – sebagaimana dikatakan Yesus sendiri – nilai dari satu jiwa manusia lebih besar daripada nilai seluruh alam semesta ini.

Selama ini kita sering mempunyai gambaran bahwa bumi ini merupakan pusat alam semesta ini. Kemungkinan besar pendapat seperti itu tidak benar. Namun demikian, bila dilihat dari segi sejarah tidak salah juga jika dikatakan bahwa bumi ini memainkan suatu peranan yang maha penting. Sesungguhnya, bumi ini merupakan semacam panggung tempat dipentaskannya suatu pagelaran yang paling besar di alam semesta ini, suatu kisah drama yang belum selesai hingga sekarang.

Dua ribu tahun yang lalu di atas panggung bumi ini, di kota Yerusalem, terjadilah kisah drama terbesar yaitu penyaliban Yesus demi menyelamatkan umat manusia dari belenggu dosa dan maut. Pada waktu itu Tuhan memperlihatkan kepada seluruh jagat raya betapa berharganya jiwa manusia itu bagi-Nya. Untuk menebus manusia dari dosa dan kematian, Ia bahkan merelakan hal yang paling berharga yang terdapat di alam semesta ini, yaitu darah kehidupan Anak-Nya sendiri. Oleh karena itu Paulus menulis: “Sebab kami telah menjadi tontonan bagi dunia,…” ( I Korintus 4:9 ). Perkataan yang diterjemahkan sebagai “tontonan” itu berasal dari bahasa Yunani yang arti sesungguhnya adalah “teater” (pentas).

Meskipun manusia sedemikian kecil dan tidak ada artinya, dilihat dari rencana Tuhan yang Maha Berdaulat kita sesungguhnya berada di titik pusat “pentas” alam semesta.

Tanggapan Iman:

Terima kasih Tuhan, karena Engkau demikian menghargai kami, anak-anak-Mu, bahkan lebih daripada seluruh alam semesta yang terdapat di sekeliling kami.



(Nantikan artikel selanjutnya!)

 

| A R S I P |

 

Sahabat Surgawi
Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi