|
Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.
Mazmur 119:105
Dalam ayat ini Daud merenungkan cara berjalan kita yang
seharusnya di tengah-tengah dunia ini. Ia menyoroti dua hal
utama: kaki yang kita pakai untuk melangkah, dan jalan yang
kita lalui. Ia menjamin bahwa kita tidak akan pernah berjalan
dalam kegelapan apabila kita sepenuhnya percaya dan taat
kepada Firman Tuhan.
Akan datang saat-saat ketika dunia di sekitar kita menjadi
gelap sama sekali. Pada saat itu pandangan kita ke segala arah
akan terbatas sampai beberapa meter saja. Di depan kita
mungkin ada masalah-masalah yang belum beres. Mungkin juga ada
bahaya yang mengancam kita di balik tikungan. Namun di tengah
semua itu kita mendapat suatu jaminan; Jika kita benar-benar
mentaati Firman Tuhan dalam menghadapi keadaan apapun juga,
kita tidak akan berjalan dalam kegelapan. Kaki kita tidak akan
menapak di tempat yang berbahaya yang dapat membuat kita
tersandung dan jatuh sehingga mengalami cedera atau mendapat
malapetaka.
Namun jaminan tersebut berlaku untuk satu “daerah” khusus saja;
yaitu hanya di tempat kita akan menapakkan kaki kita pada
langkah berikutnya. Tuhan tidak berjanji bahwa kita akan bisa
melihat jauh ke depan. Apa yang akan terjadi jauh di depan
kita mungkin sama sekali tidak bisa kita ketahui , tetapi hal
itu tidak perlu membuat kita khawatir. Yang diminta Tuhan dari
kita hanyalah agar setiap langkah, kita ayunkan dengan penuh
ketaatan kepada Firman Tuhan.
Bahaya yang terbesar bagi kita adalah jika kita berusaha
melihat terlalu jauh ke depan menembus kegelapan itu. Karena
dengan berbuat demikian kemungkinan kita bisa kurang
memperhatikan tempat yang akan kita pijak yang tepat ada di
depan kita, yaitu satu-satunya tempat yang disinari Tuhan
setiap kali kita akan melangkah.
Tanggapan Iman:
Tuhan, tunjukkanlah padaku dimana aku harus menaruh kakiku
sekarang dengan menaati Firman-Mu. Kuserahkan masa depanku ke
dalam tangan-Mu.
(Nantikan artikel selanjutnya!) |