» Media Pelayanan Antar Jemaat, Antar Gereja, Antar Denominasi OnLine
Serba - Serbi Rohani
   
 
Fasilitas Pencarian


» Home
» Acara Hari Ini
» Gereja
» Gereja Dunia
» Permohonan Doa
» Form Konsultasi
» Solusi Problema
» Form Kesaksian
» Kumpulan Kesaksian
» Pelangi Jiwa
» Renungan Kecik
» YAMARI
» YASUMA
» PPK Tabitha
» RPUK Muara Kasih
» PA.ASIH LESTARI
» Humor
» Kartu Ucapan
» Peluang Karier
» Donasi














 

 

 

 

 

 

 

 














 











 
» Derek Prince Ministries Indonesia


BILA KAKIKU GOYANG
 


Ketika aku berpikir: “Kakiku goyang,” maka kasih setia-Mu, ya TUHAN, menyokong aku. Apabila bertambah banyak pikiran dalam batinku, penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku. Mazmur 94:18-19


Ada satu hal yang secara khusus menarik perhatian saya berkenaan dengan gambaran yang diberikan Alkitab mengenai Tuhan: Alkitab berkata bahwa Ia begitu penuh pengertian. Ia mengetahui kelemahan-kelemahan kita, tetapi tidak menolak kita karena kelemahan-kelemahan tersebut. Ia tidak menyuruh kita berpura-pura kepada-Nya maupun kepada dunia luar bahwa kita ini kuat, sedangkan kenyataannya kita lemah. Yang Ia minta hanya agar kita benar-benar menyerahkan kepada-Nya segala sesuatu yang kita miliki, betapa pun hal itu kelihatannya tidak berarti atau tidak memadai. Segala kekurangan itu akan ditutup oleh kasih karunia-Nya.

“Kakiku goyang!” teriak pemazmur. Ia hampir saja jatuh dan tidak dapat menyelamatkan diri. Tetapi begitu ia mengakui kebutuhannya, Tuhan segera datang untuk menyelamatkannya: “Kasih setia-Mu, ya TUHAN, menyokong aku.” Inilah pola yang kita masing-masing harus mengingatnya. Apabila kaki kita mulai goyah dan kita kehilangan keseimbangan, Tuhan tidak menyuruh kita menyelamatkan diri sendiri. Kita cukup menyampaikan kebutuhan kita kepada-Nya dan kasih setia-Nya akan menyokong dan menyelamatkan kita.

Dalam ayat berikutnya pemazmur menggambarkan reaksi yang terjadi dalam hatinya sendiri: “Apabila bertambah banyak pikiran dalam batinku, penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku.” Justru pada saat-saat kita merasakan kecemasan yang luar biasa, Tuhan secara tiba-tiba akan melimpahi jiwa kita dengan sukacita yang mengalahkan kecemasan tersebut. Bahkan, semakin besar tekanan yang kita alami, semakin indah pula penghiburan Tuhan yang akan kita rasakan.

Dalam II Korintus 1:8-9, Paulus menggambarkan pengalaman semacam itu: “Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami. Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya pada Allah yang membangkitkan orang-orang mati.”

Tanggapan Iman:
Apabila kakiku mulai goyah, ya Tuhan, tolonglah aku untuk mengingat bahwa kasih-Mu akan menyokongku.


(Nantikan artikel selanjutnya!)

 

| A R S I P |

 

Sahabat Surgawi
Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi